Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemanfaatan Akun Instagram @humasbrimobjambi dalam Membangun Citra Sosial Andhika Darma Putra; Noor Khalida Magfirah
Journal of Communication Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Communication Studies Program Faculty of Social and Political Sciences Universitas Nurdin Hamzah Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan akun Instagram @humasbrimobjambi dalam membangun citra sosial kemasyarakatan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh adanya kebutuhan humas kepolisian, khususnya Brimob, untuk membangun kedekatan dengan masyarakat melalui media sosial sebagai strategi komunikasi publik. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari personel Humas Brimob Jambi serta pengikut akun Instagram @humasbrimobjambi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun Instagram tersebut digunakan sebagai sarana publikasi kegiatan sosial Brimob, seperti bakti sosial, edukasi masyarakat, penyemprotan disinfektan, patroli keamanan, hingga tanggap bencana. Aktivitas tersebut berhasil menampilkan sisi humanis Brimob yang sebelumnya kerap dipersepsikan negatif oleh sebagian masyarakat. Instagram dipilih karena memiliki jangkauan luas, khususnya generasi muda, sehingga efektif dalam membentuk citra positif. Kendala yang dihadapi adalah adanya berita hoaks dan pro-kontra publik, namun dapat diatasi melalui respons cepat, penyajian informasi aktual, serta konsistensi publikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial, khususnya Instagram, berperan penting dalam memperkuat citra sosial kemasyarakatan Brimob Jambi sebagai institusi yang dekat dan peduli terhadap masyarakat.  Penelitian ini berkontribusi dalam penguatan literatur tentang komunikasi publik digital lembaga kepolisian serta memberikan rekomendasi strategis bagi humas institusi negara.
KOMUNIKASI PARTISIPATIF PT. WIRAKARYA SAKTI DALAM IMPLEMENTASI CSR PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA SUNGAI KERUH: PERSPEKTIF TEORI INFORMASI ORGANISASI WEICK Qotrun Nada; Noor Khalida Magfirah; Samia Elviria; Maielayuskha Maielayuskha
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 11 No. 2 (2026): EDISI JULI
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jikuho.v11i2.2030

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis komunikasi partisipatif program CSR PT. Wirakarya Sakti di Desa Sungai Keruh, Jambi, serta mengidentifikasi hambatan implementasinya. Penelitian menggunakan Teori Informasi Organisasi Karl Weick dan konsep pemberdayaan masyarakat (enabling, empowering, protecting). Metode deskriptif kualitatif diterapkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap manajemen CSR, humas distrik, kepala desa, dan dua masyarakat penerima manfaat. Keabsahan data diperoleh melalui perpanjangan keikutsertaan dan triangulasi sumber. Hasil menunjukkan komunikasi partisipatif CSR belum optimal. Lingkungan informasi kaya namun tidak dikelola secara sistematis sehingga menimbulkan ketidakjelasan (equivocality). Aturan CSR disusun secara sepihak dan kurang disosialisasikan, sementara siklus komunikasi tidak berlangsung utuh karena sosialisasi hanya dilakukan sekali, umpan balik masyarakat tidak terakomodasi, dan tidak ada penyesuaian kebijakan. Proses enactment, selection, dan retention belum menghasilkan pembelajaran organisasi. Dari aspek pemberdayaan, enabling telah dilakukan, empowering hanya pada tahap awal tanpa pendampingan berkelanjutan, sedangkan protecting masih lemah. Implementasi CSR PT. WKS belum didukung komunikasi berkelanjutan, mekanisme umpan balik, dan dokumentasi pembelajaran kolektif. Perusahaan HTI perlu mentransformasi komunikasi CSR dari model top-down menjadi komunikasi partisipatif yang dialogis, berkelanjutan, dan sesuai dengan kapasitas kognitif masyarakat desa.
Strategi Komunikasi Penyuluhan Keluarga Berencana (KB) di Kecamatan Jelutung dalam Penyuluhan Alat Kontrasepsi Melsa Athala; Noor Khalida Magfirah
Journal of Communication Research Vol. 1 No. 1 (2025): April
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jcr.v1i1.169

Abstract

This study aims to analyze the communication strategy implemented by the Jelutung District Family Planning (FP) Extension Office in the provision of contraceptive counseling and to identify the obstacles faced in the process. This study uses Hafied Cangara's communication strategy theory, which covers the stages of research, planning, implementation, and evaluation. In the context of management, strategy consists of three main stages, namely formulation, implementation, and evaluation. The method used in this study is descriptive qualitative, with data collection techniques through interviews, observations, and documentation. The results showed that the communication strategy applied includes several main aspects, namely (1) selecting communicators who have expertise in family planning counseling, (2) setting targets for the productive age group, (3) preparing counseling messages that suit the needs of the audience, (4) utilizing social media such as Instagram, Facebook, and WhatsApp as a means of communication, and (5) periodic evaluations to measure the effectiveness of the counseling. The obstacles faced include the lack of openness of participants in discussions and the limited number of extension communicators. In conclusion, the communication strategy that has been implemented has been quite effective, although there are still obstacles that need to be overcome in order to improve the quality of family planning counseling. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan oleh Balai Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Jelutung dalam penyuluhan alat kontrasepsi serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan teori strategi komunikasi dari Hafied Cangara, yang mencakup tahap penelitian, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dalam konteks manajemen, strategi terdiri dari tiga tahap utama, yaitu perumusan, implementasi, dan evaluasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang diterapkan meliputi beberapa aspek utama, yaitu (1) pemilihan komunikator yang memiliki keahlian dalam penyuluhan KB, (2) penetapan target sasaran usia produktif, (3) penyusunan pesan penyuluhan yang sesuai dengan kebutuhan audiens, (4) pemanfaatan media sosial seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp sebagai sarana komunikasi, serta (5) evaluasi berkala untuk mengukur efektivitas penyuluhan. Hambatan yang dihadapi meliputi kurangnya keterbukaan peserta dalam diskusi serta keterbatasan jumlah komunikator penyuluh. Kesimpulannya, strategi komunikasi yang diterapkan telah berjalan cukup efektif, meskipun masih terdapat kendala yang perlu diatasi guna meningkatkan kualitas penyuluhan KB.