Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Perlakuan Akuntansi Aset Tetap Berdasarkan SAK EP pada RDV di Kabupaten Malang Aprilia Karina Gunawan; Yusna; Rizky Prasetya; Kartika DS Susilowati
Jurnal Akuntansi Bisnis dan Humaniora Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Akuntansi Bisnis dan Humaniora
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jabh.v11i2.6525

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perlakuan akuntansi aset tetap dalam kerangka entitas komersial dengan menggunakan SAK Entitas Privat. Sumber data yang digunakan adalah data primer berupa hasil wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder berupa data olahan suatu penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Perlakuan akuntansi aset tetap dimulai dari pengakuan aset tetap, pengukuran awal, pengukuran setelah pengakuan awal, penyusutan aset tetap, penurunan nilai, penghentian pengakuan, pengungkapan, dan penyajian aset tetap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan belum menerapkan perlakuan akuntansi yang diamanatkan oleh SAK EP yang dijadwalkan berlaku pada tahun 2025. Tinjauan atas daftar aset perusahaan menunjukkan bahwa masih terdapat aset tetap yang tidak lagi memberikan manfaat ekonomis. Apabila aset tetap masih memberikan manfaat, sedangkan umur ekonomisnya telah habis, maka perlu dilakukan penilaian kembali atau diberikan penjelasan khusus dalam laporan keuangan mengenai pengungkapan dan penyajian aset tersebut. Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa memberikan arahan bagi perusahaan dalam memilih perlakuan akuntansi yang paling tepat dengan fokus pada perlakuan akuntansi aset tetap sebagai bagian dari penerapan awal SAK EP dalam menyajikan nilai aset tetap yang akurat untuk tujuan penyusunan laporan keuangan yang lebih relevan dengan kondisi RDV.
Peningkatan Literasi Digital dan Keamanan Siber untuk Penguatan Personal Finance pada Kelompok Anggota Koperasi di Malang Apriana Rahmawati; Rizky Prasetya; Alif Faruqi Febri Yanto; Nabilla Carissa Ratnadewati
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): Mei 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i3.691

Abstract

Teknologi digital kini menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pengelolaan keuangan personal. Oleh karena itu, literasi digital dan keamanan siber menjadi aspek krusial untuk melindungi data serta aset pengguna dari maraknya penipuan, khususnya melalui aplikasi QRIS dan layanan mobile banking. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan anggota Kelompok Wanita Koperasi SBW Malang dalam literasi digital dan praktik keamanan siber, sehingga dapat mengelola keuangan pribadi dengan lebih aman dan efektif. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi komprehensif tentang potensi ancaman siber dan praktik perlindungan data, demonstrasi pengamanan perangkat seluler, serta simulasi transaksi QRIS dan mobile banking yang aman. Hasil evaluasi melalui kuesioner menunjukkan peningkatan kesadaran keamanan siber, ditandai oleh kemampuan mengenali ancaman phishing, menerapkan autentikasi ganda, dan langkah mitigasi serangan siber. Dengan meningkatnya literasi digital dan kesiapsiagaan siber ini, anggota Koperasi SBW diharapkan mampu mencegah kerugian finansial, memperkuat kemandirian ekonomi, serta menerapkan pengelolaan keuangan digital yang lebih akuntabel dan berkelanjutan.
Menyokong Kewirausahaan Komunitas Melalui Peningkatan Pemahaman Analisis Kelayakan Usaha Dan Aspek Keuangan Sederhana Apit Miharso; Rizky Prasetya; Rosy Aprieza Puspita Zandra; Galuh Kartiko; Hesti Wahyuni
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i6.896

Abstract

Masyarakat Kelurahan Dinoyo, meskipun terletak di tengah kota dan dikelilingi oleh beberapa perguruan tinggi ternama di Malang, masih menghadapi tantangan dalam mencapai kesejahteraan ekonomi. Keberadaan perguruan tinggi ini membuka peluang wirausaha yang belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk memberikan solusi melalui pelatihan dan pendampingan mengenai studi kelayakan usaha dan aspek keuangan dalam memulai atau mengelola usaha. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi masyarakat untuk berwirausaha serta memberikan pemahaman yang mendalam mengenai analisis kelayakan dan manajemen keuangan, sehingga dapat meminimalisir risiko yang mungkin timbul. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program ini berhasil mencapai tujuannya, dengan tingkat kepuasan peserta dan mitra yang tinggi. Kesimpulannya, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga mendorong kemandirian dalam berwirausaha.
Optimalisasi Literasi Keuangan di Komunitas Online untuk Penguatan Kapasitas Finansial Rumah Tangga Apriana Rahmawati; Rizky Prasetya; Alif Faruqi Febri Yanto
JURPIKAT Vol 7 No 2 (2026)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i2.3089

Abstract

The financial literacy gap among Indonesian women, particularly housewives who shoulder primary responsibility for household financial management, presents a pressing concern that motivated this community service program. Employing a participatory action research (PAR) approach through WhatsApp-based lectures, the program was designed to strengthen financial literacy knowledge, encourage positive financial behavioral change, and improve the financial well-being of S****.id community members. Program material covered six core topics: budgeting, saving and emergency funds, debt management, basic investment, long-term financial planning, and financial goal setting. A total of 87 out of 124 participants completed the full program series, yielding a 70.2% retention rate. Average financial literacy scores rose from 46.4% to 73.4% (gain score +27.0 points), all financial behavior indicators showed significant improvement, and the post-program financial well-being index reached 62.37—accompanied by a meaningful growth in financial agency and transformative women's empowerment.
Analysis of regional financial performance using the value for money method at the Kediri City government Nadia Arnita Meilina; Novi Nugrahani; Rizky Prasetya
Humanities Horizon Vol. 3 No. 3 (2026)
Publisher : PT. Pena Produktif Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63373/3047-8014/58

Abstract

This study analyzes the financial management performance of the Kediri City Government during 2022–2024 using data from the Regional Revenue, Financial, and Asset Management Agency (BPPKAD) of Kediri City. The Value for Money approach covering economy, efficiency, and effectiveness is applied and reinforced with the expenditure composition ratio, regional financial independence ratio, and Locally Generated Revenue (PAD) growth ratio. A quantitative descriptive method was used with secondary data from the Kediri City Government's Budget Realization Reports (LRA) for 2022–2024. Results show the economy level is economical, with ratios of 79.14%, 81.58%, and 82.42%. The efficiency level is inefficient, with ratios of 102.01%, 105.98%, and 103.42%, as expenditure realization consistently exceeded revenue realization. The effectiveness level is effective, with ratios of 105.61%, 101.78%, and 100.38%. Operating expenditure ranged from 86.78% to 89.85% of total expenditure, while capital expenditure ranged from 9.76% to 12.69%. The financial independence ratio is consultative, rising from 28.16% to 34.88%. The PAD growth ratio declined by 27.42% in 2022 before growing 9.98% and 11.01% in the following years. Overall, Kediri City's financial management has fulfilled the principles of economy and effectiveness, although budget efficiency and fiscal independence still require improvement.
Financial Literacy, Fintech Adoption and Investment Decisions Among Indonesia’s Generation Z Investors Apriana Rahmawati; Rizky Prasetya; Alif Faruqi Febri Yanto
International Journal Of Economics Social And Technology Vol. 5 No. 3 (2026): September 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/ijest.v5i3.2108

Abstract

This study examines the effect of financial literacy and fintech adoption on the investment decisions of Indonesia’s Generation Z investors. Although digital platforms have made capital-market access easier than ever, national survey data show that the financial literacy of young adults still lags behind that of older working-age cohorts, raising the question of whether easier access is matched by the capability to make sound investment decisions. Using a quantitative associative design, primary data were collected through a structured online questionnaire from 400 Generation Z respondents (born in 2000 or later) in Java and outside Java who had used at least one digital financial or investment platform, selected through purposive quota sampling. The data were analyzed using multiple linear regression after validity, reliability, and classical assumption tests. The results show that financial literacy (B = 0.341, p < 0.001) and fintech adoption (B = 0.298, p < 0.001) are each positively and significantly related to investment decisions and are jointly significant (F = 61.638, p < 0.001), explaining 23.3% of the variance in investment decisions (Adjusted R² = 0.233). These findings indicate that sound investment decisions among Generation Z depend on both knowledge-based capability and technology-enabled access. Financial educators, fintech providers, and regulators should therefore integrate financial-literacy content into digital investment platforms rather than treating investor education and platform access as separate agendas.