Farah Dhiba
Program Studi Sarjana Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sehat Medan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Potensi Ekstrak Etanol Daun Sukun (Artocarpus altilis) sebagai Antidiabetes pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar yang Diinduksi Aloksan Yoan Dasawanti; Farah Dhiba; Mawandha Sari Harahap; Ade Rosa Arianti Nasution; Nova Susilawati
JURNAL FARMASI DAN MAKANAN Vol 9 No 2 (2026): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jops.v9i2.8102

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi insulin atau kerja insulin. Daun sukun ( Artocarpus altilis ) mengandung metabolit sekunder dengan potensi sifat antidiabetes. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antidiabetik ekstrak etanol daun sukun dalam menurunkan kadar glukosa darah pada tikus Wistar jantan yang diinduksi aloksan. Metode: Studi eksperimental dilakukan menggunakan 30 tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi enam kelompok. Kelompok normal tidak diinduksi dengan aloksan, sedangkan kelompok lain diinduksi dengan aloksan. Ekstrak etanol daun sukun diberikan pada dosis 150, 300, dan 600 mg/kgBW. Kadar glukosa darah diukur pada hari ke-0, 5, 10, dan 15. Data dianalisis menggunakan ANOVA Satu Arah diikuti dengan uji Post Hoc Tukey HSD. Hasil: Pada hari ke-15, kadar glukosa darah rata-rata pada kelompok yang diberi ekstrak dengan dosis 150, 300, dan 600 mg/kgBW masing-masing adalah 251,0 ± 30,1 mg/dL, 251,6 ± 35,6 mg/dL, dan 192,4 ± 31,0 mg/dL. Dosis 600 mg/kgBW menunjukkan penurunan kadar glukosa darah terbesar dan menunjukkan kemanjuran yang mendekati glimepiride (174,4 ± 27,6 mg/dL). Kesimpulan: Ekstrak etanol daun sukun ( Artocarpus altilis ) menunjukkan aktivitas antidiabetes pada tikus yang diinduksi aloksan, dengan dosis 600 mg/kgBW menunjukkan efektivitas tertinggi. Kata kunci: Artocarpus altilis; aloksan; aktivitas antidiabetes; kadar glukosa darah.