Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYULUHAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN SIRUP BUNGA TELANG KELOMPOK PEMBERDAYAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK) DI DESA PANDEAN, KOTA MADIUN: COUNSELING AND TRAINING TO MAKE TELANG FLOWER SYRUP FOR FAMILY WELFARE EMPOWERMENT GROUP (PKK) IN PANDEAN VILLAGE, MADIUN CITY Onny Priskila; Alfredo Aldo; Lily Sulistyowati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 8 No 2 (2025): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v8i2.5486

Abstract

Introduction. Along with the issuance of Government Regulation Number 103 of 2014, Article 70 and 71, chapter on community empowerment, states that they can play an active role in efforts to develop traditional health. An active role can be implemented through community empowerment through family health empowerment (PKK) groups using family medicine gardens and skills. Butterfly pea syrup is one form of interesting and innovative processed innovation that can have economic value. Butterfly pea flowers have health benefits and are widely used as herbal medicine by the community. Method. The implementation of the activity is through counseling (lectures and discussions) and training. The activity was attended by 20 PKK mothers. The activity began with counseling on the ins and outs of butterfly pea flowers, then training in making butterfly pea flower syrup. Purpose. The purpose of this activity is for the community to understand how to make butterfly pea flower syrup so as to produce products with high economic value and explore the local potential of Pandean Village, Madiun City. Results. Community service activities were measured by giving questionnaires before and after the activity. The questionnaire given was 10 questions containing questions about butterfly pea flowers and how to make syrup. The results were analyzed using the Wilcoxon test with a sig result of 0.000, which showed a difference before and after the counseling. Conclusion. Counseling and training activities for making butterfly pea flower syrup have a positive impact. Counseling can increase understanding of all things butterfly pea flower, and training in making syrup can increase participants' skills.
TUINA SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI KESEHATAN MASYARAKAT DI UNIVERSITAS KATOLIK DARMA CENDIKA Lily Sulistyowati; Onny Priskila
The Center for Sustainable Development Studies Journal (Jurnal CSDS) Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal CSDS Vol 5, No 1 (2026) ISSN 2964-1683 (media online)
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/csds.v5i1.970

Abstract

Tuina merupakan salah satu terapi dalam pengobatan tradisional Tiongkok yang menggunakan teknik manipulasi tangan untuk membantu meningkatkan sirkulasi Qi dan darah, mengurangi ketegangan otot, serta memperbaiki fungsi tubuh. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan peserta dalam melakukan terapi tuina melalui kombinasi teori, demonstrasi, dan praktik langsung, sekaligus memberikan pelayanan kesehatan komplementer kepada masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di Universitas Katolik Darma Cendika pada tanggal 6–8 Februari 2026 melalui tiga tahapan, yaitu pemberian materi teori, demonstrasi dan praktik bersama, serta bakti sosial pelayanan terapi tuina kepada masyarakat. Peserta kegiatan berjumlah lebih dari 40 orang yang terdiri dari praktisi kesehatan tradisional dan mahasiswa dari berbagai daerah seperti Surabaya, Solo, Malang, dan Cikarang. Kegiatan bakti sosial melibatkan 53 terapis dan melayani 61 pasien dengan berbagai keluhan muskuloskeletal, seperti nyeri leher, nyeri bahu, nyeri pinggang, nyeri lutut, serta keterbatasan gerak anggota tubuh. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terapi tuina membantu mengurangi keluhan pasien dan meningkatkan kenyamanan tubuh. Beberapa pasien melaporkan adanya perbaikan kondisi setelah terapi, seperti berkurangnya nyeri saat berjalan, peningkatan range of motion, serta tubuh terasa lebih ringan. Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan ini juga meningkatkan keterampilan praktik, komunikasi terapeutik, dan pengalaman pelayanan kesehatan berbasis masyarakat bagi peserta. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat berbasis terapi tuina melalui pendekatan teori, demonstrasi, dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan keterampilan peserta sekaligus memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat. Kegiatan serupa diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif, preventif, dan rehabilitatif dalam pelayanan kesehatan masyarakat.).