Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BEARING CAPACITY ASSESSMENT OF PILE FOUNDATION BETWEEN THE DYNAMIC FORMULA AND PDA TEST Muhammad Toyeb; Zainuri
Racic : Rab Construction Research Vol. 10 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v10i2.6979

Abstract

A pile foundation is essential in providing the bearing capacity and stability of the up-structure. This study uses three dynamic formulas such as Hilley, Janbu, and Engineering New Record. The aim of the study is to find an accurate formula for bearing capacity that close the PDA test. Analyses the bearing capacity to two pile numbers of 251 and 120. Subsequently, the result of the PDA test provides the pile's bearing capacity for 251 is 85.2 tons, and for 120, it is 72.0 tons. The assessment of piles showed that the Janbu formula was more accurate than Hilley and ENR because it was nearest to the PDA test result. Therefore, the Janbu formula can be used as an alternative method if the PDA test is unavailable. Meanwhile, with the Hilley formula, the bearing capacity is lower than the PDA test, and it needs to be corrected for the safety factors. Meanwhile, the ENR formula obtains the bearing capacity as higher of Janbu and Hilley.
PENGUATAN BUDAYA KESELAMATAN SEKOLAH MELALUI PELATIHAN TANGGAP DARURAT DAN EVAKUASI BENCANA DI SMKS KESEHATAN PROSKILL INDONESIA Santhy Syafriani; Irham Ansya; Muhammad Toyeb; Rio Animenendra; Syakhila Pradhani; Reni Mutiara
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 04 (2026): JULI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah merupakan salah satu lingkungan yang memiliki potensi risiko terhadap berbagai kondisi darurat dan bencana, seperti kebakaran, gempa bumi, dan keadaan darurat lainnya yang dapat mengancam keselamatan warga sekolah. Guru memiliki peran strategis dalam mengarahkan dan melindungi peserta didik saat terjadi keadaan darurat sehingga diperlukan peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan melalui program edukasi yang terstruktur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat budaya keselamatan sekolah (safety culture) melalui pelatihan tanggap darurat dan evakuasi bencana bagi guru dan tenaga kependidikan di SMKS Kesehatan Proskill Indonesia Pekanbaru. Metode yang digunakan berupa pelatihan tatap muka dengan pendekatan edukatif-partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab. Materi yang diberikan meliputi kesiapsiagaan tanggap darurat, identifikasi potensi bahaya, prosedur evakuasi bencana, sistem tanggap darurat sekolah, serta prinsip perencanaan jalur evakuasi dan ketahanan bangunan terhadap bencana. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert yang diisi oleh 23 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta memiliki tingkat pemahaman yang sangat baik dengan skor rata-rata 4,77 (95,48%), persepsi manfaat pelatihan sebesar 4,91 (98,26%), dan kesiapsiagaan sebesar 4,87 (97,39%). Secara keseluruhan, kegiatan memperoleh skor rata-rata 4,85 (97,04%) yang termasuk kategori sangat baik. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan peserta serta mendorong penguatan budaya keselamatan sekolah sebagai upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi keadaan darurat dan bencana.