Sekolah merupakan salah satu lingkungan yang memiliki potensi risiko terhadap berbagai kondisi darurat dan bencana, seperti kebakaran, gempa bumi, dan keadaan darurat lainnya yang dapat mengancam keselamatan warga sekolah. Guru memiliki peran strategis dalam mengarahkan dan melindungi peserta didik saat terjadi keadaan darurat sehingga diperlukan peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan melalui program edukasi yang terstruktur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat budaya keselamatan sekolah (safety culture) melalui pelatihan tanggap darurat dan evakuasi bencana bagi guru dan tenaga kependidikan di SMKS Kesehatan Proskill Indonesia Pekanbaru. Metode yang digunakan berupa pelatihan tatap muka dengan pendekatan edukatif-partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab. Materi yang diberikan meliputi kesiapsiagaan tanggap darurat, identifikasi potensi bahaya, prosedur evakuasi bencana, sistem tanggap darurat sekolah, serta prinsip perencanaan jalur evakuasi dan ketahanan bangunan terhadap bencana. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert yang diisi oleh 23 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta memiliki tingkat pemahaman yang sangat baik dengan skor rata-rata 4,77 (95,48%), persepsi manfaat pelatihan sebesar 4,91 (98,26%), dan kesiapsiagaan sebesar 4,87 (97,39%). Secara keseluruhan, kegiatan memperoleh skor rata-rata 4,85 (97,04%) yang termasuk kategori sangat baik. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan peserta serta mendorong penguatan budaya keselamatan sekolah sebagai upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi keadaan darurat dan bencana.
Copyrights © 2026