Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAMBARAN RESISTENSI Staphylococcus aureus DAN Klebsiella pneumoniae TERHADAP SEFTRIAKSON DAN MEROPENEM PADA PASIEN ULKUS DIABETIK DI RSCK TZU-CHI PERIODE 2023-2025 Vector Stephen Dewangga; Muhammad Taufiq
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2026): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v14i1.7906

Abstract

Diabetes merupakan gangguan metabolik kronis yang terjadi akibat produksi insulin yang tidak mencukupi atau penurunan efektivitas kerja insulin, yang berujung pada peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia). Pada tahun 2024, di Indonesia tercatat sebanyak 20.426.400 orang dewasa  menderita  diabetes,  dengan  prevalensi  sebesar  11,3%  dari  total populasi  dewasa  yang  berjumlah  185.217.400  jiwa. Salah - satu efek kronis dari diabetes melitus adalah ulkus kaki diabetik (UKD) yang  merupakan  penyebab  komplikasi  mikroangiopati  neuropati perifer. Tujuan dari  penelitian ini adalah untuk melihat gambaran resistensi Staphylococcus aureus dan Klebsiella pnuemoniae terhadap antibiotik seftriakson dan meropenem pada pasien ulkus kaki diabetik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Pendekatan retrospektif digunakan untuk mendapatkan data-data spesies bakteri dan hasil uji kepekaan antibiotik bakteri melalui data sekunder yang diambil secara total sampling periode bulan Januari-Desember Tahun 2023-2025. Sampel pada penelitian ini merupakan hasil pemeriksaan kultur pus dan resistensi pada pasien UKD positif bakteri Staphylococcus aureus dan Klebsiella pneumoniae. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa terdapat resistensi Staphylococcus aureus terhadap antibiotik seftriakson pada tahun 2025 (20%). Sementara itu, Klebsiella pneumoniae menunjukkan kecenderungan resisten (100%) terhadap seftriakson selama periode penelitian. Seluruh isolat bakteri, baik Staphylococcus aureus maupun Klebsiella pneumoniae tidak menunjukkan resistensi terhadap antibiotik meropenem selama periode 2023–2025.