Diabetes merupakan gangguan metabolik kronis yang terjadi akibat produksi insulin yang tidak mencukupi atau penurunan efektivitas kerja insulin, yang berujung pada peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia). Pada tahun 2024, di Indonesia tercatat sebanyak 20.426.400 orang dewasa menderita diabetes, dengan prevalensi sebesar 11,3% dari total populasi dewasa yang berjumlah 185.217.400 jiwa. Salah - satu efek kronis dari diabetes melitus adalah ulkus kaki diabetik (UKD) yang merupakan penyebab komplikasi mikroangiopati neuropati perifer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran resistensi Staphylococcus aureus dan Klebsiella pnuemoniae terhadap antibiotik seftriakson dan meropenem pada pasien ulkus kaki diabetik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Pendekatan retrospektif digunakan untuk mendapatkan data-data spesies bakteri dan hasil uji kepekaan antibiotik bakteri melalui data sekunder yang diambil secara total sampling periode bulan Januari-Desember Tahun 2023-2025. Sampel pada penelitian ini merupakan hasil pemeriksaan kultur pus dan resistensi pada pasien UKD positif bakteri Staphylococcus aureus dan Klebsiella pneumoniae. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa terdapat resistensi Staphylococcus aureus terhadap antibiotik seftriakson pada tahun 2025 (20%). Sementara itu, Klebsiella pneumoniae menunjukkan kecenderungan resisten (100%) terhadap seftriakson selama periode penelitian. Seluruh isolat bakteri, baik Staphylococcus aureus maupun Klebsiella pneumoniae tidak menunjukkan resistensi terhadap antibiotik meropenem selama periode 2023–2025.