Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Prevalensi dan Determinan Gangguan Muskuloskeletal Pasca Banjir Pada Masyarakat Dewasa di Batang Toru Sumatra Utara Sandi Akbar; Toto Marzuki; Nova Relida Samosir; Siti Muawanah
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Fisioterapi
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jif.v9i1.7544

Abstract

Background Floods are hydrometeorological disasters that have extensive impacts on public health; however, musculoskeletal disorders are often overlooked in post-disaster studies. Heavy physical activities, non-ergonomic postures, and prolonged exposure to extreme environments during and after floods may increase the risk of musculoskeletal disorders among adults. This study aimed to determine the prevalence and determinants of post-flood musculoskeletal disorders among adult populations in Batang Toru, North Sumatra.This study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. A total of 210 flood-affected adults were selected using multistage cluster random sampling. Musculoskeletal disorders were assessed using standardized questionnaires, while determinant variables included demographic characteristics, flood exposure, and physical activities during flooding. Data were analyzed using bivariate analysis and multivariate logistic regression. The results showed that the prevalence of post-flood musculoskeletal disorders was 62.4%. The most frequently affected body regions were the lower back, shoulders, and knees. Multivariate analysis revealed that age over 45 years (OR=2.18), engagement in heavy physical activities during floods (OR=2.73), and flood exposure lasting seven days or more (OR=1.96) were significant determinants of musculoskeletal disorders (p<0.05). Conclusion: Post-flood musculoskeletal disorders are relatively high and are influenced by age and physical exposure.
Efektifitas Otago Exercise Untuk Meningkatkan Activities of Daily Living Pada Lansia Dengan Physical Frailty Nova Relida Samosir; Nurfajri Dindasari; Siti Muawanah; Sari Triyulianti
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Vol : 5 No : 1 : Periode Januari 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i1.7784

Abstract

Abstrak: Physical frailty pada lansia merupakan kondisi yang ditandai dengan penurunan kemampuan fisik sehingga berdampak pada berkurangnya kemandirian dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh Otago Exercise Program (OEP) dalam meningkatkan Activities of Daily Living (ADL) pada lansia dengan physical frailty. Metode penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan satu partisipan lansia dengan physical frailty yang menjalani 24 sesi selama 8 minggu intervensi fisioterapi. Latihan yang diberikan berupa Otago Exercise Program. Hasil menunjukkan adanya perbaikan Activities of Daily Living (ADL), dari nilai 70 menjadi nilai 85 dengan kategori sedang menjadi kategori ringan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Otago Exercise Program berpotensi efektif dalam meningkatkan Activities of Daily Living pada lansia dengan physical frailty.
Penatalaksanaan Aerobic Exercise dalam Meningkatkan Endurance pada Lansia dengan Physical Frailty dengan Knee Osteoarthritis: Studi Kasus Siti Muawanah; Annisa Aurellia; Yose Rizal; Ismaningsih
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Vol : 5 No : 1 : Periode Januari 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i1.7785

Abstract

Physical frailty adalah kondisi yang ditandai dengan menurunnya cadangan fisiologis tubuh, termasuk kelemahan otot, penurunan endurance, lambatnya kecepatan berjalan,penurunan aktivitas fisik, dan penurunan berat badan yang tidak disengaja. Knee Osteoarthritis merupakan penyakit degeneratif yang paling umum terjadi pada lansia, Keterbatasan Gerak sendi, nyeri kronis, dan penurunan kekuatan otot akibat knee osteoarhtritis menyebabkan lansia mengurangi aktivitas fisik, yang pada akhirnya berdampak pada penurunan endurance kardiovaskular dan respirasi. Penurunan endurance tersebut ditandai dengan merasa cepat lelah saat melakukan aktivitas, dari kondisi ini membuat lansia semakin rentan terhadap gangguan fungsional dan penurunan kualitas hidup. Salah satu upaya untuk meningkatkan endurance dengan pemberian intervensi aerobic exercise. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui peningkatan endurance setelah diberikan intervensi aerobic exercise selama 2 kali seminggu dalam 6 minggu. Metode yang digunakan peneliti adalah studi kasus. Studi kasus dilakukan dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari satu sample. Penelitian ini dilakukan di Klinik fisioterapi frailty, pada bulan April-Mei tahun 2025. Pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 Minute Step Test (2MST) dengan hasil E1=57, E2=62, E3=68. Hasil akhir pengukuran endurance di dapatkan hasil score 68. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian aerobic exercise efektif untuk meningkat endurance pada Physical Frailty akibat Knee Osteoarthritis.   Kata kunci: Physical frailty, Endurance, Lansia, 2 Minute Step Test, Knee Osteoarthritis