Mahasiswa sebagai seorang pelajar dituntut untuk dapat mengembangkan potensi diri dengan maksimal terutama dalam kegiatan akademik. Perubahan metode belajar dan tuntutan akademik yang tinggi pada pendidikan kedokteran membuat mahasiswa mempunyai stres akademik yang tinggi. Mahasiswa kedokteran menempuh 2 tahap pendidikan yaitu preklinik dan klinik. Proses pembelajaran yang panjang, tugas yang beragam, biaya perkuliahan yang tinggi, dan tuntutan akan keberhasilan merupakan beberapa pemicu stres yang kerap ditemukan pada mahasiswa kedokteran. Kondisi ini mengakibatkan perasaan marah, cemas dan frustasi, yang berdampak pada perubahan emosi, gangguan konsentrasi, dan prestasi belajar menurun. Penyebab stres berbeda pada setiap mahasiswa kedokteran, Perbedaan tingkat stres tersebut mungkin dipengaruhi oleh mekanisme koping yang digunakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan koping stres terhadap stres dan prestasi belajar pada mahsiswa Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Abdurrab. Penelitian ini menggunakan desain studi analitik observasional dengan pendekatan crossectional. Teknik pengambilan sampel yaitu Stratified Random Sampling dengan jumlah sampel 205 responden. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Spearman yang akan menghasilkan p-value. Hasil dari analisis data didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan antara koping stres dan stres (p-value 0,966) pada mahasiswa PSPD FK Abdurrab. Sedangkan terdapat hubungan antara koping dengan prestasi belajar (p-value 0,009) pada mahasiswa PSPD FK Abdurrab. Koping stres tidak berhubungan dengan stres pada Mahasiswa PSPD FK Abdurrab. Serta koping stres berhubungan dengan prestasi belajar pada Mahasiswa PSPD FK Abdurrab