p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JIKA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Batuk Efektif Untuk Meningkatkan Keefektifan Bersihan Jalan Nafas Pada Anak Dengan Bronkopneumonia  Di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar Fitriana Tasya; Eva Anita Yunia
Jurnal Ilmu Kesehatan Abdurrab Vol. 3 No. 3 (2025): Volume 3 Nomor 3 September 2025
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementation Of Effective Cough To Increase The Effectiveness Of Airway Clearance In Children With Bronchopneumonia At Vita Insani Hospital in Pematangsiantar Implementasi Batuk Efektif Untuk Meningkatkan Keefektifan Bersihan Jalan Nafas Pada Anak Dengan Bronkopneumonia Di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar Fitriana Tasya*¹, Eva Anita Yunia² Students of the Kesdam I/BB Pematangsiantar Nursing Academy¹ Lecturer of the Kesdam I/BB Pematangsiantar Nursing Academy² ABSTRACT Background : Bronchopneumonia is an inflammation of the bronchi and alveolus of the lungs, which is the leading cause of infectious death in children under 5 years of age with 740,180 deaths in 2019 according to WHO. This disease is characterized by infiltrate patches due to bacterial, viral, or fungal infections with initial symptoms of upper respiratory tract infection, sudden high fever, restlessness, dispnu, rapid and shallow breathing and nasal lobes breathing, cough that is initially dry and then becomes productive. Effective coughing exercises are an intervention to train patients who do not have the ability to cough effectively to cleanse the larynx, trachea, and bronchioles of secretions or foreign bodies. Objectives : The purpose of this study was to give effective cough to increase the effectiveness of airway clearance in children with bronchopneumonia. Methods: This study uses a quantitative method with a descriptive research design of a case study approach with a total of 2 respondents in the Mahogany room at Vita Insani Hospital in Pematangsiantar. Datas had been taken on May 1, 2025 and June 3, 2025. Results: Evaluation results on An. V and An. A with an ineffective airway cleaning nursing problem indicates that the problem can be resolved. In clients 1 and 2 who initially had difficulty expelling sputum, after three days of effective coughing exercises, were able to increase effective coughing, decrease sputum production, and cope with breathing frequency well. Conclusion: The application of effective cough performed in bronchopneumonia patients is effective in improving airway effectiveness. This intervention can be used as a reference in nursing practice, especially in the treatment of bronchopneumonia patients. Keywords: effective cough, bronchopneumonia, clearness of airway, child ABSTRAK Latar Belakang : Bronkopneumonia adalah peradangan pada bronkus dan alveolus paru-paru, yang merupakan penyebab utama kematian menular pada anak dibawah 5 tahun dengan 740.180 kematian tahun 2019 menurut WHO. Penyakit ini ditandai oloh bercak infiltrat akibat infeksi bakteri, virus, atau jamur dengan gejala awal infeksi saluran nafas atas, demam tinggi mendadak, gelisah, dispnu, pernafasan cepat dan dangkal serta nafas cuping hidung, batuk yang awalnya kering kemudian menjadi produktif. Latihan batuk efektif merupakan suatu intervensi untuk melatih pasien yang tidak memilki kemampuan batuk secara efektif untuk membersihakan laring, trakea, dan bronkiolus dari sekret atau benda asing. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk melakukan teknik batuk efektif dalam upaya meningkatkan keefektifan bersihan jalan nafas pada anak dengan bronkopneumonia. Metode: penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif pendekatan studi kasus dengan jumlah 2 responden diruang Mahoni di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar data diambil pada tanggal 1 Mei 2025 dan 3 Juni 2025. Hasil: Hasil evaluasi pada An. V dan An. A dengan masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif menunjukkan bahwa masalah tersebut dapat teratasi. Pada klien 1 dan 2 yang awalnya sulit mengeluarkan sputum, setelah tiga hari melakukan latihan batuk efektif, mampu meningkatkan batuk efektif, menurunkan produksi sputum, dan mengatasi frekuensi napas dengan baik. Kesimpulan: Penerapan batuk efektif yang dilakukan pada pasien bronkopneumonia efektif untuk meningkatkan keefektifan jalan nafas. Intervensi ini dapat dijadikan acuan dalam praktik keperawatan, khususnya dalam penanganan pasien bronkopneumonia. Kata Kunci: batuk efektif, pneumonia, bersihan jalan nafas, anak
Penerapan Senam Hipertensi Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia di UPT Yansos Tuna Rungu, Wicara dan Lansia Kota Pematangsiantar Niki Mahardika Putri; Eva Anita Yunia
Jurnal Ilmu Kesehatan Abdurrab Vol. 3 No. 3 (2025): Volume 3 Nomor 3 September 2025
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Application Of Hypertension Gymnastic To Lower Blood Pressure In The Elderly At Pematangsiantar UPT Yansos Deaf And Elderly Penerapan Senam Hipertensi Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia di UPT Yansos Tuna Rungu, Wicara dan Lansia Kota Pematangsiantar Niki Mahardika Putri*¹, Eva Anita Yunia² Students of the Kesdam I/BB Pematangsiantar Nursing Academy¹ Lecturer of the Kesdam I/BB Pematangsiantar Nursing Academy² ABSTRACT Background: Hypertension is a condition in which a person experiences an increase in blood pressure above the normal limit, which can cause illness and even death. A person is considered hypertensive if their blood pressure exceeds the normal limit, which is more than 140/90 mmHg. According to the WHO (2021), the prevalence of hypertension is estimated at 1.28 billion adults aged 30-79 worldwide. The majority (two-thirds) of these adults suffer from hypertension. Symptoms of hypertension include headaches, irritability, insomnia, anxiety, shortness of breath, visual disturbances, and difficulty concentrating. Objectives : The purpose of this study was to applicate hypertension gymnastics to lower blood pressure in the elderly at Pematangsiantar UPT Yansos Deaf and Elderly. Methodhology: The research design used was a quantitative descriptive study with a case study approach. Two respondents were selected from the Social Service Unit for the Deaf and Speech-Langued Elderly in Pematangsiantar. Results: After implementation on Mrs. R and Mrs. F, with the problem of ineffective peripheral perfusion nursing, showed that the problem was resolved on day 3. Clients 1 and 2, who initially had difficulty following hypertension exercise movements, experienced a decrease in blood pressure after 3 days of hypertension exercise. Conclusion: Implementing hypertension exercise is effective in reducing blood pressure in hypertensive patients. Nurses should provide hypertension exercise interventions to manage blood pressure in hypertensive patients. Keywords: Hypertension gymnastics, hypertension, blood pressure ABSTRAK Latar Belakang: Hipertensi adalah suatu kondisi atau keadaan dimana seseorang mengalami kenaikan tekanan darah di atas batas normal yang akan menyebabkan kesakitan bahkan kematian. Seseorang akan dikatakan hipertensi apabila tekanan darahnya melebihi batas normal, yaitu lebih dari 140/90 mmHg. Menurut WHO (2021) prevelensi hipertensi diperkirakan 1,28 miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun di seluruh dunia menderita hipertensi, sebagian besar (dua pertiga) Tanda gejala hipertensi sering mengalami sakit kepala, gampang marah, sulit tidur, gelisah, sesak nafas, gangguan penglihatan dan sulit berkonsentrasi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan senam hipertensi dalam menurunkan tekanan darah pada lansia di UPT Yansos Tuna Rungu, Wicara dan Lansia Kota Pematangsiantar. Metodologi: Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus dengan jumlah responden 2 orang di UPT Yansos Tunarungu dan Wicara Lanjut Usia Pematangsiantar. Hasil: Setelah di lakukan implementasi pada Ny. R dan Ny. F dengan masalah keperawatan perfusi perifer tidak efektif menunjukkan bahwa masalah tersebut dapat teratasi pada hari ke 3 klien 1 dan 2 yang awalnya sulit mengikuti Gerakan senam hipertensi 3 hari melakukan senam hipertensi tekanan darah menurun. Kesimpulan: Penerapan senam hipertensi efektif dalam mengatasi penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Perawat hendaknya dapat memberi tindakan senam hipertensi dalam mengatasi tekanan darah pada pasien hipertensi. Kata Kunci: senam hipertensi, hipertensi, tekanan darah
Implementasi Mobilisasi Dini Dalam Menurunkan Nyeri Pada Pasien Post Appendiktomi Di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar Nayla Aidina; Eva Anita Yunia
Jurnal Ilmu Kesehatan Abdurrab Vol. 3 No. 3 (2025): Volume 3 Nomor 3 September 2025
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementation Of Early Mobilization In Reducing Pain In Post Appendictomy Patients At Vita Insani Hospital In Pematangsiantar Implementasi Mobilisasi Dini Dalam Menurunkan Nyeri Pada Pasien Post Appendiktomi Di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar Nayla Aidina*¹, Eva Anita Yunia² Students of the Kesdam I/BB Pematangsiantar Nursing Academy¹ Supervisor of the Kesdam I/BB Pematangsiantar Nursing Academy² ABSTRACT Background : Appendectomy is a surgery or operation to remove the appendix. Cases of appendicitis and deaths caused by appendicitis cases are increasing every year. One of the effects that appear in post-appendectomy patients is pain. Pain is an experience that is expressed differently by each person. Pain management is carried out with pharmacological and non-pharmacological techniques, one of which is the application of early mobilization. Early mobilization is useful for diverting the client's According to WHO (World Health OrganizationIn 2020 there were 30 million post-op appendectomy patients in all hospitals in the world. In 2021. Objective : This study aims to determine the description of early mobilization in reducing pain in post-appendectomy patients. Method : This research is a quantitative descriptive case study on two post appendectomy patients, namely In.I and Mr.H who were treated at the Vita Insani Pematangsiantar Hospital. Early mobilization intervention was given for 3 consecutive days to each patient. Evaluation was carried out using the SOAP format to assess changes in the pain scale. Results : The results of the study showed that the application of early mobilization can reduce pain in post-appendectomy patients where subject I experienced pain with a scale of 7 to a scale of 3 and subject II experienced pain from a scale of 8 to a scale of 3. The application of early mobilization is effective in reducing pain in post-appendectomy patients. Nurses can also perform and utilize the application of early mobilization in reducing pain in post-appendectomy patients. Conclusion : Implementation of Early Mobilization for three days has been proven to be effective in reducing pain in post-appendectomy patients, so it can be used as a non-pharmacological intervention. Daily mobilization is expected to be carried out by clients to reduce pain Keywords: early mobilization, pain, post appendectomy ABSTRAK Latar Belakang : Apendiktomi adalah pembedahan atau operasi pengangkatan apendiks. Menurut WHO (World Health Organization) pasien post op Apendiktomi pada tahun 2020 terdapat 80 juta jiwa post apendiktomi diseluruh rumah sakit didunia. Salah satu akibat yang dimunculkan pada pasien post apendiktomi adalah nyeri. Penatalaksanaan nyeri dilakukan dengan teknik non farmakologi, salah satunya penerapan mobilisasi dini. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dari mobilisasi dini dalam menurunkan nyeri pada pasien post apendiktomi. Metode : Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan desaian penelitian deskriptif melalui pendekatan studi kasus yang terdiri dari wawancara, observasi dokumentasi. Sampel yang diambil sebanyak dua responden pada pasien post apendiktomi, yaitu Tn.I dan Tn.H yang dirawat di rumah sakit vita insani pematangsiantar. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan mobilisasi dini dapat menurunkan nyeri pada pasien post apendiktomi dimana Tn. I mengalami nyeri dengan skala 7 menjadi skala 3 dan Tn. H mengalami nyeri dari skala 8 menjadi skala 3. Penerapan mobilisasi dini efektif dalam menurunkan nyeri pada pasien post apendiktomi. Perawat juga bisa melakukan dan memanfaatkan penerapan mobilisasi dini dalam menurunkan nyeri pada pasien post apendiktomi Hipertermia sulit melakukan aktivitas. Kesimpulan : Implementasi mobilisasi dini selama tiga hari terbukti efektif mengurangi nyeri pada pasien post apendiktomi, sehingga dapat dijadikan intervensi nonfarmakologis. Mobilisasi dini diharapkan dapat dilakukan oleh klien untuk mengurangi nyeri Kata Kunci : mobilisasi dini, nyeri, post apendiktomi.
Implementasi Perawatan Kateter Untuk Memenuhi Kebutuhan Eliminasi Urine Pada Pasien Stroke di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar Novita Ranuhur Sihaloho; Eva Anita Yunia
Jurnal Ilmu Kesehatan Abdurrab Vol. 3 No. 3 (2025): Volume 3 Nomor 3 September 2025
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementation Of Urinary Catheter Care To Support Urinary Elimination Needs In Stroke Patients At Vita Insani Hospital In Pematangsiantar Implementasi Perawatan Kateter Untuk Memenuhi Kebutuhan Eliminasi Urine Pada Pasien Stroke di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar Novita Ranuhur Sihaloho*¹, Eva Anita Yunia² Students of the Kesdam I/BB Pematangsiantar Nursing Academy¹ Supervisor of the Kesdam I/BB Pematangsiantar Nursing Academy² ABSTRACT Background : Stroke is a neurological emergency that can cause decreased consciousness and impaired urinary elimination. In such conditions, urinary catheter care is essential to support elimination and prevent complications. This study aimed to determine the effectiveness of catheter care in ischemic stroke patients with decreased consciousness. Objectives : The purpose of this study was to implement urinary catheter care to support urinary elimination needs in stroke patients. Method : This descriptive quantitative study involved two ischemic stroke patients treated in the ICU of Vita Insani Hospital, Pematangsiantar, in May 2025. Data were collected through observation, physical examination, and nursing documentation using medical-surgical assessment sheets, daily observation forms, and nursing progress notes. Ethical approval was obtained from the Ethics Committee of Vita Insani Hospital. Results : Catheter care was performed over three days, including monitoring urine volume, color, and odor, maintaining catheter hygiene according to standards, and providing education to patient companions. The results showed adequate urinary elimination, no signs of infection, and proper catheter function. Conclusion: Urinary catheter care by nurses is effective in meeting urinary elimination needs and preventing complications in ischemic stroke patients with decreased consciousness. Suggestion : Nurses are expected to consistently follow catheter care procedures to improve the quality of care for stroke patients with urinary elimination disorders. Keywords: Urinary Catheter Care, Urinary Elimination Needs, Stroke ABSTRAK Latar Belakang : Stroke merupakan kondisi gawat darurat neurologis yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran dan gangguan eliminasi urine. Pada kondisi ini, perawatan kateter urine penting dilakukan untuk membantu pemenuhan eliminasi dan mencegah komplikasi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perawatan kateter urine dalam memenuhi kebutuhan eliminasi pada pasien stroke. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif. Sampel terdiri dari dua pasien stroke iskemik yang dirawat di ICU RS Vita Insani Pematangsiantar pada Mei 2025. Data dikumpulkan melalui observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi keperawatan menggunakan lembar pengkajian medikal bedah, observasi harian, dan catatan perkembangan. Penelitian ini telah mendapat persetujuan etik dari Komite Etik RS Vita Insani Pematangsiantar. Hasil: Perawatan kateter dilakukan selama tiga hari, meliputi pemantauan jumlah, warna, dan bau urin, perawatan kateter sesuai standar, serta edukasi kepada pendamping pasien. Hasil menunjukkan bahwa eliminasi urine pasien terpenuhi secara adekuat, tidak ditemukan tanda infeksi, dan fungsi kateter berjalan baik. Kesimpulan: Perawatan kateter urine oleh perawat efektif dalam membantu memenuhi kebutuhan eliminasi urine dan mencegah komplikasi pada pasien stroke iskemik dengan penurunan kesadaran. Perawat diharapkan menerapkan perawatan kateter sesuai prosedur secara konsisten untuk meningkatkan kualitas asuhan pada pasien stroke dengan gangguan eliminasi. Kata Kunci: Perawatan Kateter Urine, Kebutuhan Eliminasi Urine, Stroke