Permukiman tradisional Bali sebagai living heritage menghadapi tekanan transformasi akibat urbanisasi, perkembangan pariwisata, dan modernisasi yang mempengaruhi aspek fisik, sosial, dan budaya kawasan. Transformasi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai bentuk pemborosan (waste) yang mengurangi nilai-nilai heritage apabila tidak dikelola secara sistematis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Lean Heritage Management Framework (LHMF) sebagai model pengelolaan transformasi permukiman tradisional Bali melalui integrasi prinsip Lean Management dan Heritage Management. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan strategi studi kasus pada Desa Adat Kesiman, Kota Denpasar. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis menggunakan Thematic Analysis dan Framework Synthesis. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga kategori pemborosan utama, yaitu Spatial Waste, Social Waste, dan Cultural Waste, yang memengaruhi keberlanjutan nilai heritage kawasan. Berdasarkan temuan tersebut dikembangkan LHMF yang terdiri atas komponen input, process, dan output, dengan strategi pengelolaan meliputi preserve, optimize, integrate, dan participate. Kebaruan penelitian terletak pada pengintegrasian konsep Lean Management ke dalam pengelolaan kawasan heritage melalui identifikasi waste sebagai dasar penyusunan strategi pelestarian dan transformasi berkelanjutan. Framework ini diharapkan menjadi model konseptual yang mendukung pengelolaan permukiman tradisional Bali secara adaptif tanpa menghilangkan nilai budaya, sosial, dan spasial yang menjadi identitas kawasan.