Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Arsitektur Rumah Adat Tradisional Mbatangu Di Kampung Ratenggaro Sopiah Bela Winne; Frysa Wiriantari
Jurnal Anala Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.8.1.934.27-34

Abstract

Traditional Sumba houses not only have meaning arising from the belief system, but also have technical solutions that are able to solve architectural problems arising from the shape of the building. The Mbatangu traditional house in Ratenggaro village, known as the tower house, is divided into 3 parts, namely the lower part (kali kambunga), the middle part or (uma dei), and the upper part (uma deta). These three parts have an integrated structural system from the foundation to the roof structure system so that this traditional house can stand in a unique shape and become part of the cultural heritage of the people of Southwest Sumba. Especially the Mbatangu traditional house on the coast, which has a roof which is much higher than other traditional houses in mountainous areas.
PENGEMBANGAN LEAN HERITAGE MANAGEMENT FRAMEWORK UNTUK TRANSFORMASI BERKELANJUTAN PERMUKIMAN TRADISIONAL BALI: STUDI KASUS DESA ADAT KESIMAN frysawiriantari; Frysa Wiriantari; Arya Bagus Mahadwijati Wijaatmaja
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/9rk8bw56

Abstract

Permukiman tradisional Bali sebagai living heritage menghadapi tekanan transformasi akibat urbanisasi, perkembangan pariwisata, dan modernisasi yang mempengaruhi aspek fisik, sosial, dan budaya kawasan. Transformasi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai bentuk pemborosan (waste) yang mengurangi nilai-nilai heritage apabila tidak dikelola secara sistematis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Lean Heritage Management Framework (LHMF) sebagai model pengelolaan transformasi permukiman tradisional Bali melalui integrasi prinsip Lean Management dan Heritage Management. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan strategi studi kasus pada Desa Adat Kesiman, Kota Denpasar. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis menggunakan Thematic Analysis dan Framework Synthesis. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga kategori pemborosan utama, yaitu Spatial Waste, Social Waste, dan Cultural Waste, yang memengaruhi keberlanjutan nilai heritage kawasan. Berdasarkan temuan tersebut dikembangkan LHMF yang terdiri atas komponen input, process, dan output, dengan strategi pengelolaan meliputi preserve, optimize, integrate, dan participate. Kebaruan penelitian terletak pada pengintegrasian konsep Lean Management ke dalam pengelolaan kawasan heritage melalui identifikasi waste sebagai dasar penyusunan strategi pelestarian dan transformasi berkelanjutan. Framework ini diharapkan menjadi model konseptual yang mendukung pengelolaan permukiman tradisional Bali secara adaptif tanpa menghilangkan nilai budaya, sosial, dan spasial yang menjadi identitas kawasan.