p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Anala
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGGUNAAN KEKARANGAN DAN RAGAM HIAS DALAM DESAIN BANGUNAN BALI Nyoman Ari Adnyana; Desak Made Sukma Widiyani; Frysa Wiriantari; Ni Putu Yunita Laura Vianthi
Jurnal Anala Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.12.2.1578.28-36

Abstract

Balinese building design reflects its rich cultural heritage and strong traditional identity. In this design, the use of garland and decoration plays a central role in creating a unique aesthetic and expressing religious values and the natural surroundings. Carvings, such as the structures on pelinggih, provide a distinctive physical structure, while decoration, such as wood carvings and paintings, add artistic details that enrich the appearance of the building. Through this research, we explore the use of garland and decoration in Balinese building design and instill them with cultural identity and traditional values.
Analisis Desain Bangunan Kafe Berbasis Adaptasi Alam: Studi Kasus WYAH, Ubud Ni Putu Yunita Laura Vianthi; Widiastuti
Jurnal Anala Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.13.2.1730.38-51

Abstract

Perkembangan industri pariwisata dan kesadaran akan keberlanjutan lingkungan mendorong pertumbuhan kafe dengan konsep desain yang responsif terhadap alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip arsitektur bioklimatik, adaptasi alam, dan desain adaptif pada bangunan WYAH Art and Creative Space di Ubud, Bali. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus tunggal, meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi selama periode Maret-Juli 2025. Objek penelitian terdiri dari lima massa poligon bangunan kafe yang dirancang oleh PSA Studio dengan mempertahankan 100% pohon eksisting dan mengikuti kontur alami tapak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WYAH berhasil menerapkan keempat prinsip arsitektur bioklimatik (solar control, natural ventilation, thermal mass, dan daylighting) dengan tingkat implementasi 95-100%. Penerapan adaptasi alam tercapai melalui responsive form terhadap topografi, material integration menggunakan bahan lokal seperti sirap kayu ulin, ecosystem preservation tanpa penebangan pohon, dan symbiotic relationship antara bangunan dan lingkungan. Desain adaptif diimplementasikan melalui spatial flexibility dengan lima massa modular, environmental responsiveness terhadap perubahan iklim, social integration untuk berbagai kegiatan komunitas, dan technological integration yang fleksibel. Penelitian ini membuktikan bahwa pendekatan arsitektur yang responsif terhadap alam tidak hanya meningkatkan efisiensi energi hingga 100% untuk pendinginan dan 90% untuk pencahayaan, tetapi juga menciptakan pengalaman spasial yang unik dan harmonis antara manusia, ruang, dan alam.