Rizki Chusnul Hidayah
universitas pgri adi buana surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Ethnopedagogy in Pancasila Education Learning as an Alternative to Strengthen Global Diversity Insights for Elementary School Students: Etnopedagogi Dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Sebagai Alternatif Penguatan Wawasan Kebhinekaan Global Bagi Siswa Sekolah Dasar Rizki Chusnul Hidayah; Reza Rachmadtullah
Inovasi Sekolah Dasar: Jurnal Kajian Pengembangan Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2025): Inovasi Sekolah Dasar: Jurnal kajian Pengembangan Pendidikan
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with HDPGSDI (Himpunan Dosen PGSD Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jisd.v12i1.94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas implementasi etnopedagogi dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila sebagai alternatif penguatan wawasan kebhinekaan global bagi siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes, kemudian dianalisis secara induktif untuk memberikan makna mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui kegiatan outing class seperti ikut serta tradisi dilingkungan sekitar dan kunjungan museum, memberikan pengalaman belajar yang konkret dan bermakna. Pendekatan ini memanfaatkan kearifan lokal, seperti budaya daerah dalam kurikulum dan program kreatif seperti Kamis Kreasi, yang memungkinkan siswa memahami nilai Pancasila secara kontekstual. Siswa menjadi lebih antusias, dapat memahami toleransi, serta mampu menghargai keberagaman budaya. Oleh karena itu, etnopedagogi efektif menciptakan pembelajaran yang relevan dan interaktif, sehingga membentuk karakter siswa yang toleran, menghargai perbedaan, dan bangga terhadap budaya lokal. Hal ini dapat memperkuat wawasan kebhinekaan global, mempersiapkan siswa untuk menghadapi era globalisasi tanpa kehilangan identitas budaya.