Perilaku K3 merupakan suatu kegiatan atau tindakan yang bisa dilihat atau diamati oleh individu lain. Perilaku keselamatan (Safety Behavior) didefinisikan sebagai perbuatan maupun tindakan yang dijalankan oleh seorang individu dalam bisnisnya guna mematuhi, mendukung, serta turut terlibat dengan berbagai kegiatan seputar keselamatan di tempat kerja yang ditujukan guna mencegah, meminimalkan potensi maupun menghindari terjadinya kecelakaan kerja. Tujuan peneltian ini yaitu untuk menganalisis hubungan posisi/jabatan, pendidikan tenaga kerja, masa kerja, lingkungan kerja, dan kepatuhan dengan perilaku K3 pada PT. X. Metode penelitian ini berupa penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Sampel penelitian diperoleh melalui penerapan teknik purposive sampling pada tenaga kerja bagian smelting pada PT. X yang memberikan hasil sejumlah 70 orang. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan wawancara untuk mengumpulkan data. Uji statistik menerapkan uji chi-square guna mengetahui hubungan variabel bebas dengan variabel terikat. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa terdapat hubungan antara posisi/jabatan dengan perilaku K3 (p-value=0,002), tidak ada hubungan pendidikan tenaga kerja dengan perilaku K3 (p-value=0,602), ada hubungan masa kerja dengan perilaku K3 (p-value=0,001), lingkungan kerja dengan perilaku K3 (p-value=0,001) dan kepatuhan dengan perilaku K3 (p-value=0,014). Kesimpulan penelitian ini yakni terdapat hubungan antara posisi/jabatan, masa kerja, lingkungan kerja, dan kepatuhan dengan perilaku K3 di PT. X dan tidak ada hubungan antara pendidikan tenaga kerja dengan perilaku K3 di PT. X.