Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA REPETITIVE MOTION, MASA KERJA, LAMA KERJA, USIA DENGAN CARPAL TUNNEL SYNDROME PADA PENJAHIT DI KECAMATAN MANDONGA KOTA KENDARI TAHUN 2025 Rahmatia Rahmatia; Arum Pratiwi; Siti Nurfadilah H
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.103

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan gangguan pada tangan yang menyebabkan rasa sakit dan mati rasa terutama disekitar ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, dan sisi radial jari manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara repetitive motion, masa kerja, lama kerja, usia dengan kejadian CTS pada Penjahit Di Kecamatan Mandonga Kota Kendari Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan  cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 60 pekerja. Instrumen pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner, lembar phalen’s test dan dokumtasi sesuai dengan kebutuhan peneliti. Variabel penelitian ini meliputi usia, masa kerja, lama kerja, dan gerakan berulang. Data dianalisis mengggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan Chi-square. Penyajian data dilakukan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan tabel hubungan antar variabel dan kemudian dinarasikan. Adapun hasil penelitian menunjukan bahwa 34 atau 56,7% pekerja mengalami keluhan CTS dan 26 atau 43,3% tidak mengalami keluhan CTS. Terdapat hubungan usia (p-value=0,005), masa kerja (p-value=0,001), lama kerja (p-value=0,006), gerakan berulang (p-value=0,000) dengan CTS. Kesimpulannya ada hubungan antara usia, masa kerja, lama kerja, gerakan berulang dengan CTS pada penjahit. Saran agar terhindar dari keluhan CTS pekerja harus meluangkan sedikit waktunya selama bekerja untuk melakukan peregangan ringan untuk meregangkan otot-otot yang digunakan selama bekerja.
EDUKASI PEMAHAMAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI MA SERAMBI MAKKAH BAITUL QUR'AN AL ASKAR KENDARI Sartiah Yusran; Laode Muhammadin Matahan; Maemuna Maemuna; Muh. Adnan Ramadhan; Nur Anisa; Rahmatia Rahmatia; Restuaji Bagas Khairul Umam; Riska Riska
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 01 (2026): JANUARI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja adalah masa periode transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa yang ditandai dengan perkembangan fisik, emosional, mental dan penyesuaian sosial yang penting menjadi dewasa. Kesehatan reproduksi pada remaja merupakan kondisi kesehatan yang menyangkut masalah kesehatan organ reproduksi, yang kesiapannya dimulai sejak usia remaja ditandai oleh haid pertama kali pada remaja perempuan atau mimpi basah bagi remaja laki-laki. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahama tentang kesehatan reproduksi remaja melalui edukasi penyuluhan. Metode: Remaja memperoleh edukasi dengan metode yang interaktif dan media yang menarik terkait Kesehatan rekproduksi dengan bantuan media video edukasi dan powetpoint sehingga penyampaian informasi menjadi lebih menarik dan mudah dipahami. Hasil kegiatan menunjukkan dengan adanya kegiatan pengabdian ini, dapat meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial sebagai bagian dari proses menuju kedewasaan. Melalui edukasi ini, diharapkan para remaja dapat lebih bijak dalam menjaga kesehatan diri, seperti menjaga kebersihan pribadi, menghindari kebiasaan buruk serta menerapkan pola hidup sehat dengan berolahraga dan mengonsumsi makanan bergizi.