Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan gangguan pada tangan yang menyebabkan rasa sakit dan mati rasa terutama disekitar ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, dan sisi radial jari manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara repetitive motion, masa kerja, lama kerja, usia dengan kejadian CTS pada Penjahit Di Kecamatan Mandonga Kota Kendari Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 60 pekerja. Instrumen pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner, lembar phalen’s test dan dokumtasi sesuai dengan kebutuhan peneliti. Variabel penelitian ini meliputi usia, masa kerja, lama kerja, dan gerakan berulang. Data dianalisis mengggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan Chi-square. Penyajian data dilakukan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan tabel hubungan antar variabel dan kemudian dinarasikan. Adapun hasil penelitian menunjukan bahwa 34 atau 56,7% pekerja mengalami keluhan CTS dan 26 atau 43,3% tidak mengalami keluhan CTS. Terdapat hubungan usia (p-value=0,005), masa kerja (p-value=0,001), lama kerja (p-value=0,006), gerakan berulang (p-value=0,000) dengan CTS. Kesimpulannya ada hubungan antara usia, masa kerja, lama kerja, gerakan berulang dengan CTS pada penjahit. Saran agar terhindar dari keluhan CTS pekerja harus meluangkan sedikit waktunya selama bekerja untuk melakukan peregangan ringan untuk meregangkan otot-otot yang digunakan selama bekerja.
Copyrights © 2026