Kelelahan mata atau kelelahan okular ditandai dengan sensasi berat pada bola mata, disertai ketegangan periokular yang menjalar ke daerah temporal, manifestasinya berupa nyeri kepala pulsatif di area retro-orbital. Fotofobia, bahkan terhadap intensitas cahaya rendah, seringkali dilaporkan. Pasien juga mengalami penurunan ketajaman visual, yang digambarkan sebagai penglihatan kabur. Kondisi ini prevalensinya tinggi pada populasi dosen, kemungkinan besar disebabkan oleh tuntutan pekerjaan yang memerlukan fokus visual intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama kerja, usia, istirahat mata, jarak monitor dengan kelelahan mata pada dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Haluoleo Tahun 2024. Studi cross-sectional ini, bersifat observasional dan analitik, melibatkan seluruh populasi sebagai sampel (n=30) menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan secara terstruktur, menggunakan kuesioner untuk memperoleh data kualitatif dan aplikasi pengukuran digital untuk memperoleh data kuantitatif berupa jarak pandang ke monitor. Proses analisis data dilakukan secara komputasional, menggunakan uji Fisher's exact test yang sesuai untuk mengidentifikasi hubungan antar variabel kategorikal dalam kerangka desain penelitian ini. Analisis data menunjukkan adanya korelasi signifikan antara lama kerja (p=0.045), istirahat mata (p=0.045), dan jarak monitor (p=0.030) dengan kelelahan mata pada sampel dosen FKM UHO. Nilai p yang kurang dari 0.05 mengindikasikan hubungan tersebut bersifat signifikan secara statistik. Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara usia (p=1.000) dan kelelahan mata pada populasi yang diteliti. Kesimpulan penelitian adalah ada hubungan antara lama kerja, istirahat mata, jarak monitor dengan kelelahan mata dan tidak ada hubungan antara usia dengan kelelahan mata pada dosen FKM UHO.