This Author published in this journals
All Journal JK3UHO
Endah Marlina
STIKes Mitra Husada Karanganyar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI PARA PEKERJA WANITA DI INDUSTRI KONVEKSI DESA MATESIH Endah Marlina; Fathoni Firmansyah
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.218

Abstract

Status gizi adalah keseimbangan antara asupan zat gizi seorang tenaga kerja dan ketahanan tubuh yang lebih baik. Diketahui bahwa jumlah tenaga kerja wanita di Indonesia cenderung meningkat dari tahun ke tahun, namun status kesehatan dan gizi pekerja umumnya belum mendapat perhatian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi para pekerja wanita di Industri Konveksi Daerah Matesih Karanganyar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data berfokus pada pengisian kuesioner dan pengukuran berat badan dan tinggi badan serta dokumentasi secara terus-menerus selama penelitian berlangsung. Penelitian ini dilaksanakan di industri konveksi di daerah Matesih, Karanganyar, dengan teknik pengambilan sampel yaitu teknik total sampling, di mana jumlah sampel sebanyak 40 orang. Dari data yang didapatkan, kemudian dilakukan analisis data menggunakan uji chi-square dengan confidence interval 95%. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa umur pekerja wanita sebanyak 39 responden berada pada umur produktif, yaitu usia >20 tahun sampai <56 tahun sebesar 100%. Berdasarkan hasil tingkat pengetahuan, diketahui bahwa yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 38%, sedangkan yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 62%. Pola asupan teratur sebanyak 64%, sedangkan pola asupan tidak teratur sebanyak 36%, dan untuk kategori keanekaragaman terpenuhi sebanyak 23%, sedangkan tidak terpenuhi sebanyak 77%.