This Author published in this journals
All Journal JK3UHO
Aisyah Sab'ina Al Mu'min
Universitas Halu Oleo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN BEBAN KERJA TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA PERAWAT WANITA DI RSJ SULAWESI TENGGARA 2024 Aisyah Sab'ina Al Mu'min; Suhadi Suhadi; Arum Dian Pratiwi
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.288

Abstract

Ketidakmampuan untuk mempertahankan tingkat kekuatan fisik atau daya tahan yang diperlukan serta penurunan efisiensi dan kinerja secara keseluruhan dalam pekerjaan adalah gejala-gejala kelelahan kerja. Bagi perawat, kelelahan kerja merupakan masalah nyata. Perawat dituntut dapat memberikan layanan yang prima kepada pasiennya dengan menunjukkan kemampuan dan sikap profesional melalui asuhan keperawatan, menunjukkan empati dan kepekaan yang baik, serta menjaga kestabilan emosi saat menghadapi pasien yang menderita penyakit fisik maupun mental. Tuntutan dan kebutuhan serta pelayanan kesehatan yang kontinu dan sistematis inilah yang sering menimbulkan kondisi yang dapat memicu terjadinya kelelahan kerja. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah kelelahan kerja perawat wanita di RSJ Sulawesi Tenggara pada tahun 2024 berhubungan dengan beban kerja. Studi ini menerapkan analisis observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 67 perawat wanita yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel total. Analisis yang digunakan yakni analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Berdasarkan temuan penelitian, terdapat hubungan antara beban kerja (ρ-value: 0,020) dan kelelahan kerja. Diyakini bahwa administrasi rumah sakit jiwa memperhitungkan efek kelelahan kerja pada perawat ketika merancang program dukungan psikologis, strategi manajemen stres, dan program pelatihan untuk asuhan keperawatan yang terencana. Disarankan agar perawat memanfaatkan waktu istirahat setelah shift dengan tidur yang cukup, bersantai, dan berolahraga ringan serta melakukan peregangan.