Ketidakmampuan untuk mempertahankan tingkat kekuatan fisik atau daya tahan yang diperlukan serta penurunan efisiensi dan kinerja secara keseluruhan dalam pekerjaan adalah gejala-gejala kelelahan kerja. Bagi perawat, kelelahan kerja merupakan masalah nyata. Perawat dituntut dapat memberikan layanan yang prima kepada pasiennya dengan menunjukkan kemampuan dan sikap profesional melalui asuhan keperawatan, menunjukkan empati dan kepekaan yang baik, serta menjaga kestabilan emosi saat menghadapi pasien yang menderita penyakit fisik maupun mental. Tuntutan dan kebutuhan serta pelayanan kesehatan yang kontinu dan sistematis inilah yang sering menimbulkan kondisi yang dapat memicu terjadinya kelelahan kerja. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah kelelahan kerja perawat wanita di RSJ Sulawesi Tenggara pada tahun 2024 berhubungan dengan beban kerja. Studi ini menerapkan analisis observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 67 perawat wanita yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel total. Analisis yang digunakan yakni analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Berdasarkan temuan penelitian, terdapat hubungan antara beban kerja (ρ-value: 0,020) dan kelelahan kerja. Diyakini bahwa administrasi rumah sakit jiwa memperhitungkan efek kelelahan kerja pada perawat ketika merancang program dukungan psikologis, strategi manajemen stres, dan program pelatihan untuk asuhan keperawatan yang terencana. Disarankan agar perawat memanfaatkan waktu istirahat setelah shift dengan tidur yang cukup, bersantai, dan berolahraga ringan serta melakukan peregangan.
Copyrights © 2026