Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan secara parsial terhadap kinerja pegawai Kejaksaan Negeri Sawahlunto; pengaruh budaya organisasi secara parsial terhadap kinerja pegawai Kejaksaan Negeri Sawahlunto; pengaruh gaya kepemimpinan dan budaya organisasi secara simultan terhadap kinerja pegawai Kejaksaan Negeri Sawahlunto. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 44 orang pegawai ASN pada Kejaksaan Negeri Sawahlunto. Sampel penelitian ini ditentukan dalam dua tahap, tahap pertama Purposive sampling dengan alasan peneliti adalah pegawai Kejaksaan Negeri Sawahluto dan Kepala Kejaksaan Negeri Sawahlunto yang merupakam topik kajian yang akan dilakukan maka jumlah sampel menjadi 44 – 2 = 42 orang. Tahap kedua dari 42 orang pegawai ASN disana dilakukanlah total sampling. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif; analisis regresi linear berganda; koefisien determinasi; pengujian hipotesis uji parsial (uji t) dan uji simultan (uji F). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: gaya kepemimpinan secara parsial berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja Pegawai Kejaksaan Negeri Sawahlunto; budaya organisasi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Pegawai Kejaksaan Negeri Sawahlunto; gaya kepemimpinan dan budaya organisasi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Pegawai Kejaksaan Negeri Sawahlunto. Saran untuk Kepala Kejaksaan Negeri Sawahlunto diharapkan dapat mempertimbangkan gaya kepemimpinan yang demokratis, yang mana pemimpin dapat memberikan kebebasan kepada para pegawai untuk mengemukakan pendapat, saran dan kritiknya, serta memberikan apresiasi terhadap pegawai yang mampu menyelesaikan tugas dengan baik misalnya dengan sebuah penghargaan untuk mendorong motivasi pegawai dalam bekerja.