Irmina Pinem
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Katolik Santo Thomas, Medan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kepemimpinan Transformasional dalam Memperkuat Tata Kelola Partisipatif dan Kualitas Pendidikan di Sekolah Dasar Irmina Pinem; Losten Tamba; Reflina Sinaga; Cesya Tirta Mora Sirait; Nadine Putri Gurning; Cindi Triani Nduru
Jurnal Pendidikan, Media, Strategi, dan Metode. VOLUME 02 NO 06 JUNE 2026
Publisher : Yayasan Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67507/jpmsm.v2i06.789

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan kepemimpinan transformasional dalam memperkuat tata kelola partisipatif dan kualitas pendidikan di SD Budi Murni 2 Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Tiga informan dipilih secara purposif, terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis secara tematik melalui pembacaan transkrip, pengodean, kategorisasi, pengembangan tema, dan perbandingan antarsumber. Hasil penelitian menunjukkan lima tema utama: internalisasi visi melalui keteladanan; tata kelola partisipatif dan delegasi bertanggung jawab; pengembangan kapasitas dan inovasi guru; penguatan pembinaan serta partisipasi siswa; dan perubahan kualitas pendidikan beserta hambatan implementasinya. Kepemimpinan transformasional mendorong komunikasi yang lebih terbuka, kolaborasi profesional, variasi metode dan media pembelajaran, supervisi reflektif, serta koordinasi penanganan siswa. Namun, perubahan belum merata karena perbedaan kesiapan guru, beban administratif, keterbatasan fasilitas dan waktu kolaborasi, serta partisipasi orang tua yang beragam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dampak kepemimpinan transformasional terhadap kualitas pendidikan menjadi lebih kuat ketika dilembagakan melalui partisipasi, pembagian tanggung jawab yang jelas, pendampingan profesional, dan evaluasi berkelanjutan.