Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Metode MDLC pada Animasi 3D Walkthrough Eksterior Kawasan Perumahan de Sapphire Sebagai Media Pemasaran Rizka Salsabila Riadi; Putri Annisa; Mayang Mughnyanti; Alyiza Dwi Ningtyas; Aqila Syahira Riadi
HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary Vol. 4 No. 3 (2026): HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/hijm.v4i3.6379

Abstract

Pemasaran unit perumahan prapembangunan (indent) kelas menengah ke atas sering terkendala oleh representasi visual brosur 2D yang kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC) dalam merancang animasi 3D walkthrough eksterior sebagai media pemasaran interaktif Perumahan De Sapphire. Tahapan MDLC yang diterapkan mencakup pengonsepan, perancangan, pengumpulan material, perakitan, pengujian, dan distribusi, dengan pemanfaatan perangkat lunak SketchUp, Lumion, dan CapCut. Evaluasi dilakukan melalui uji kelayakan teknis (Alpha) dan uji respons pengguna (Beta) menggunakan skala Likert. Hasil uji Alpha mengonfirmasi bahwa luaran video beresolusi Full HD dengan durasi 1 menit 48 detik valid tanpa kendala fungsional. Pengujian Beta terhadap responden pemasaran dan calon konsumen menghasilkan rata-rata skor 4,57 dari 5,00 (Sangat Layak). Animasi 3D walkthrough ini terbukti efektif dalam mengatasi keterbatasan visual brosur 2D, meningkatkan pengalaman spasial konsumen, serta berpotensi menstimulasi konversi penjualan secara signifikan
KLASIFIKASI GAYA DESAIN POSTER MENGGUNAKAN EFFICIENTNETB0 BERBASIS TRANSFER LEARNING DAN FINE-TUNING Putri Annisa; Rama Prameswara Ritonga; Amru Yasir; J Prayoga
Djtechno: Jurnal Teknologi Informasi Vol 7, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/djtechno.v7i1.8605

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mengklasifikasikan gaya desain poster menggunakan arsitektur EfficientNetB0. Pendekatan ini dilakukan untuk mengatasi subjektivitas dalam identifikasi manual gaya visual melalui pemanfaatan teknologi deep learning. Metode penelitian yang diterapkan berbasis transfer learning, yang mencakup tahap pelatihan awal dan dilanjutkan dengan proses fine-tuning untuk mengoptimalkan pengenalan fitur visual. Data penelitian yang diambil kemudian diolah menggunakan Google Colaboratory. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa penerapan fine-tuning berhasil meningkatkan performa model secara signifikan hingga mencapai tingkat akurasi sebesar 84%. Berdasarkan hasil confusion matrix, model terbukti mampu membedakan karakteristik antar gaya desain secara stabil dan konsisten. Simpulan dari penelitian ini adalah penggunaan model EfficientNetB0 dengan strategi fine-tuning sangat efektif dalam melakukan klasifikasi citra poster dengan akurasi yang tinggi. Hasil ini diharapkan dapat mempermudah pengarsipan dan manajemen aset visual digital secara otomatis.Kata Kunci: EfficientNetB0, Gaya Desain Poster, Transfer Learning, Fine-Tuning, Klasifikasi Citra.AbstractThis research aims to classify poster design styles using the EfficientNetB0 architecture. This approach is undertaken to mitigate subjectivity in the manual identification of visual styles by leveraging deep learning technology. The research methodology is based on transfer learning, encompassing an initial training phase followed by a fine-tuning process to optimize visual feature recognition. The collected research data were processed using Google Colaboratory. Experimental results demonstrate that the application of fine-tuning significantly improved model performance, achieving an accuracy rate of 84%. Based on the confusion matrix analysis, the model proved capable of distinguishing characteristics between design styles with stability and consistency. This study concludes that the EfficientNetB0 model, combined with a fine-tuning strategy, is highly effective for poster image classification with high accuracy. These findings are expected to facilitate automated archiving and digital visual asset management.Keywords: EfficientNetB0, Poster Design Style, Transfer Learning, Fine-Tuning, Image Classification.
Tren Penerapan Augmented Reality sebagai Media Pembelajaran Interaktif pada Pendidikan Vokasi: Systematic Literature Review Rama Prameswara Ritonga; Putri Annisa; Sulthan Jiyad Muqsith Asmara; Virdyra Tasril
Jurnal Komputer Teknologi Informasi Sistem Komputer (JUKTISI) Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juktisi.v5i2.1700

Abstract

Augmented reality (AR) semakin banyak dimanfaatkan sebagai media pembelajaran interaktif untuk mendukung penguasaan keterampilan praktik di pendidikan vokasi, tetapi pemetaan menyeluruh atas tren penerapannya pada periode pascapandemi belum tersedia. Penelitian ini bertujuan memetakan tren publikasi, konteks, bidang keahlian, teknologi, metode, dan celah riset penerapan AR pada pendidikan vokasi. Metode yang digunakan adalah systematic literature review mengikuti pedoman PRISMA 2020 dengan cakupan TVET menurut UNESCO. Penelusuran dilakukan pada ScienceDirect dan melalui metode lain untuk publikasi tahun 2021–2025, sehingga diperoleh 30 studi dari 32 laporan. Hasil menunjukkan bahwa 73,3% studi terbit pada 2023–2025, dan Asia Tenggara menyumbang 50% korpus dengan Indonesia sebagai kontributor terbanyak (36,7%). Sekolah menengah vokasi merupakan konteks dominan (46,7%). Perangkat genggam digunakan pada 76,7% studi, sedangkan head-mounted display hanya pada 20,0% studi. Eksperimen dan kuasi-eksperimen merupakan desain terbanyak (43,3%), tetapi 63,6% studi Indonesia berupa penelitian pengembangan. Sebanyak 83,3% studi melaporkan hasil positif, namun studi dengan desain lebih ketat menunjukkan hasil yang tidak signifikan atau campuran. Kajian ini merumuskan tujuh celah riset, antara lain lemahnya desain penelitian, minimnya pengukuran keterampilan praktik, dan belum tersentuhnya konteks politeknik serta bidang nonteknik di Indonesia.