Keausan pahat pada proses pembubutan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap ketelitian hasil pemesinan dan kualitas pembelajaran praktik pada pendidikan vokasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis pahat dan putaran spindle terhadap tingkat keausan pahat pada proses pembubutan menggunakan mesin bubut konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Variabel penelitian meliputi jenis pahat, yaitu high speed steel (HSS) dan karbida, serta putaran spindle 300, 400, dan 500 rpm, dengan waktu pemotongan 5, 10, dan 15 menit. Data penelitian diperoleh melalui pengukuran panjang awal dan panjang akhir pahat, kemudian selisih keduanya dihitung sebagai nilai keausan pahat. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan rata-rata keausan pada setiap kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pahat HSS rata-rata keausan meningkat dari 0,39 pada 300 rpm menjadi 0,41 pada 400 rpm dan 0,44 pada 500 rpm, dengan rata-rata keseluruhan sebesar 0,41. Pada pahat karbida, rata-rata keausan juga meningkat dari 0,14 pada 300 rpm menjadi 0,21 pada 400 rpm dan 0,29 pada 500 rpm, dengan rata-rata keseluruhan sebesar 0,21. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan putaran spindle cenderung meningkatkan keausan pahat, sedangkan pahat karbida memiliki ketahanan aus yang lebih baik dibandingkan pahat HSS. Dengan demikian, pahat karbida lebih direkomendasikan untuk mendukung proses pembubutan yang lebih presisi dan efisien.