Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Antara Loneliness dengan Problematic Internet Use pada Dewasa Awal di Kabupaten Bekasi Dinda Restiana; Rijal Abdillah; Yomima Viena Yuliana
Journal of Psychology and Social Sciences Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Psychology and Social Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jpss.v4i2.2127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara loneliness dengan problematic internet use (PIU) pada dewasa awal di Kabupaten Bekasi. Fenomena PIU pada kelompok usia ini cenderung meningkat seiring tingginya intensitas penggunaan internet, sementara loneliness diduga menjadi salah satu faktor yang mendorong penggunaan internet secara tidak terkendali. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian berjumlah 100 dewasa awal berusia 18-24 tahun yang berdomisili di Kabupaten Bekasi, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala Generalized Problematic Internet Use Scale 2 (GPIUS2) dan skala Loneliness Scale Version 3 yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank karena data penelitian tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara loneliness dengan problematic internet use, dengan koefisien korelasi rho = 0,687 dan signifikansi p < 0,001. Artinya, semakin tinggi loneliness yang dialami individu, semakin tinggi pula kecenderungan problematic internet use, dan berlaku pula sebaliknya. Hasil kategorisasi menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori loneliness tinggi (52%) dan problematic internet use tinggi (55%). Temuan ini mengindikasikan bahwa loneliness merupakan faktor penting yang berkontribusi terhadap munculnya problematic internet use pada dewasa awal, sehingga upaya pencegahan PIU perlu memperhatikan aspek kesepian sebagai salah satu akar permasalahannya.
Resilience and Psychological Well-Being Among Working Members of The Sandwich Generation in The Jabodetabek Dianita Mar'atus Sholikhah; Rijal Abdillah; Yomima Viena Yuliana
Journal of Psychology and Social Sciences Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Psychology and Social Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jpss.v4i2.2128

Abstract

The sandwich generation refers to individuals who are responsible for meeting their own needs while simultaneously providing support to financially dependent family members. These multiple responsibilities may affect an individual's psychological well-being. One factor that is considered important in maintaining psychological well-being is resilience. This study aimed to examine the relationship between resilience and psychological well-being among working sandwich generation individuals in the Jabodetabek area. This study employed a quantitative approach with a correlational design. A total of 150 participants were recruited using a snowball sampling technique. Resilience was measured using the Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC-10), with one item removed following pilot testing, resulting in a modified 9-item version, while psychological well-being was assessed using the 18-item Ryff's Psychological Well-Being Scale. Data were analyzed using Spearman's rho correlation. The results revealed a significant positive correlation between resilience and psychological well-being among working sandwich generation individuals in Jabodetabek (ρ = .542, p < .001), indicating a moderate positive association. These findings indicate that individuals with higher levels of resilience tended to report higher levels of psychological well-being. This study provides empirical evidence regarding the association between resilience and psychological well-being among working sandwich generation individuals.