Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara loneliness dengan problematic internet use (PIU) pada dewasa awal di Kabupaten Bekasi. Fenomena PIU pada kelompok usia ini cenderung meningkat seiring tingginya intensitas penggunaan internet, sementara loneliness diduga menjadi salah satu faktor yang mendorong penggunaan internet secara tidak terkendali. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian berjumlah 100 dewasa awal berusia 18-24 tahun yang berdomisili di Kabupaten Bekasi, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala Generalized Problematic Internet Use Scale 2 (GPIUS2) dan skala Loneliness Scale Version 3 yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank karena data penelitian tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara loneliness dengan problematic internet use, dengan koefisien korelasi rho = 0,687 dan signifikansi p < 0,001. Artinya, semakin tinggi loneliness yang dialami individu, semakin tinggi pula kecenderungan problematic internet use, dan berlaku pula sebaliknya. Hasil kategorisasi menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori loneliness tinggi (52%) dan problematic internet use tinggi (55%). Temuan ini mengindikasikan bahwa loneliness merupakan faktor penting yang berkontribusi terhadap munculnya problematic internet use pada dewasa awal, sehingga upaya pencegahan PIU perlu memperhatikan aspek kesepian sebagai salah satu akar permasalahannya.
Copyrights © 2026