Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Pemberian Pupuk Kalium Nitrat (KNO₃) Pada Berbagai Dosis Terhadap Kualitas Buah Semangka (Citrullus lanatus L.) Abdarah Abdarah; M Inas Riandi; Marsinah Marsinah
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i2.9634

Abstract

Semangka merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan harga  jualnya ditentukan bukan hanya oleh kuantitas panen, tetapi juga oleh mutu internal dan eksternal buah. Pengelolaan hara menjadi salah satu pendekatan penting untuk mendukung pengisian buah dan pembentukan kualitas rasa salah satunya Kalium karna mampu mengatur osmotik, aktivasi enzim, serta translokasi hasil fotosintesis dari daun menuju organ penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh KNO₃ terhadap kualitas buah semangka. Percobaan dilakukan dari bulan Maret sampai bulan Juni di lahan pertanian Desa Nata, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima. Percobaan ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok satu Faktorial yang terdiri dari P1: 10 g, P2 :18 g, P3 :26 g dan P4 :34 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian KNO₃ pada dosis 10, 18, 26, dan 34 g tanaman⁻¹ tidak berbeda  nyata pada bobot buah, kekerasan daging, dan titrasi keasaman semangka karna pemberian perlakuan tertinggi terdapat pada perlakuan P2 yaitu 3,20 sedangkan perlakuan terendah terdapat pada P4 yaitu 3,02  dengan dosis yang paling tinggi.
Integrated utilization of maize residues and kernels through silage and flour production Yayat Hidayat; Anca Awal Sembada; Alfi Rumidatul; Marsinah; Tuti Juhaeti; Dedi Ruswandi
Indonesian Journal of Community Services Vol. 5 No. 1 (2026): May
Publisher : CV. Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47540/ijcs.v5i1.2860

Abstract

Laju Village, Langgudu District, Bima Regency, is one of the major maize-producing areas in West Nusa Tenggara, Indonesia. However, maize harvest residues, including stalks, leaves, and husks, remain largely underutilized, while dried maize kernels are generally sold without further processing, resulting in relatively low economic returns for farmers. This community service program aimed to improve the income and self-reliance of maize farmers through the implementation of two appropriate technologies: the production of silage from maize harvest residues as livestock feed and the processing of maize kernels into maize flour as a value-added product. The program was implemented through four stages: an initial survey and socialization, theoretical and hands-on training on silage and maize flour production, one month of technical mentoring, and program evaluation using pre-test and post-test assessments. The program involved members of a maize farmer group in Laju Village. The results showed a substantial improvement in participants' knowledge and technical skills, with an average knowledge increase of 89.6% following the training. Participants successfully produced high-quality silage (pH 4.2) and maize flour with a yield of 82.5%, demonstrating the feasibility of both technologies at the community level. The integration of these two technologies increased the economic value of both maize harvest residues and maize kernels while reducing dependence on conventional livestock feed and the sale of unprocessed maize. Overall, this dual-technology approach proved to be an effective community empowerment model based on local agricultural resources, contributing to improved farmer livelihoods and promoting sustainable rural economic development.