Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENGUJIAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT RANTING SENGON (Falcataria moluccana) DENGAN PELARUT METANOL DAN N-HEKSANA Tri Rahayu, Nunik; Nurhasanah, Ai Sri; Rumidatul, Alfi; Maryana, Yayan
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v3i1.44

Abstract

Pendahuluan: Pohon Sengon (Falcataria moluccana) memiliki senyawa metabolit sekunder yaitu terpenoid, steroid, flavonoid, fenolik, tanin, saponin yang berfungsi sebagai antibakteri. Antibakteri bersumber dari alam menjadi alternatif untuk pengobatan penyakit infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak kulit ranting Sengon dengan pelarut n-heksana dan metanol terhadap Shigella dysentriae, Klebsiella pneumoniae, Escherichia coli, Salmonella typhi, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, dan Proteus mirabilis. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Kirby Bauer dengan konsentrasi ekstrak 9%, 9,5%, 10%, 10,5% dan 11%. Hasil: Hasil ekstrak kulit ranting Sengon menunjukkan adanya zona bening dengan konsentrasi efektif yaitu 11% terhadap Shigella dysentriae (4 mm), Escherichia coli (1,7 mm), Salmonella typhi (3,3 mm). Sedangkan ekstrak kulit ranting Sengon dengan pelarut n-heksana terhadap Proteus mirabillis (2,7 mm). Kesimpulan: Ekstrak kulit ranting Sengon dengan pelarut metanol dan n-heksana memiliki aktivitas antibakteri terhadap Shigella dysentriae, Escherichia coli, Salmonella typhi, dan Proteus mirabilis.
Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Kulit Ranting dan Kayu Sakit Sengon (Falcataria moluccana) dengan Pelarut Metanol dan Etil Asetat Alfi Rumidatul; Bunga Wahyuniah; Deni Zamaludin; Wasiyah Khusna; Feldha Fadhila; Yayan Maryana
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 8, No 1 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v8i1.211

Abstract

Sengon (Falcataria moluccana) memiliki senyawa metabolit yang beragam dan memiliki aktivitas antimikroba baik pada bagian kulit dan daunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak Sengon sebagai antimikroba. Metode yang digunakan dalam pembuatan ekstrak adalah maserasi dengan pelarut metanol dan etil asetat dan dibuat menjadi lima varian konsentrasi yaitu 9%, 9,5%, 10%, 10,5%, dan 11% sedangkan untuk pengujian aktivitas antimikroba dilakukan dengan metode difusi cakram atau Kirby bauer terhadap mikroba uji yaitu Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, Proteus mirabilis, Salmonella typhi, Shigella dysenteriae, Klebsiella pneumonia, Escerichia coli, dan Candida albicans. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi optimum ekstrak kulit ranting sakit dengan pelarut metanol yaitu 11% pada S. aureus dengan diameter 8,3 mm, P. mirabilis dengan diameter 4,3 mm, P. aeruginosa dengan diameter 0,5 mm, K. pneumonia dengan diameter 9 mm, dan E. coli dengan diameter 7 mm. Konsentrasi optimum ekstrak kulit ranting sakit dengan pelarut metanol juga terdapat pada konsentrasi 10% dan 11% pada S. dysenteriae dan C. albicans dengan diameter 3 mm, dan pada S. thypi dengan diameter 6 mm. Konsentrasi optimum ekstrak kayu sakit sengon dengan pelarut metanol yaitu 11% pada S. aureus dengan diameter 8,3 mm, P. mirabilis dengan diameter 5,6 mm, dan P. aeruginosa dengan diameter 9 mm. Konsentrasi optimum ekstrak kayu sakit sengon dengan pelarut etil asetat yaitu 10%, 10,5%, dan 11% terhadap C. albicans dengan diameter 2 mm. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa ekstrak kulit ranting dan kayu Sengon sakit dengan pelarut metanol dan etil asetat dapat menghambat pertumbuhan mikroba uji dengan konsentrasi optimum ekstrak yang berbeda untuk setiap mikroba uji.
APLIKASI TEKNOLOGI BIOPELET LIMBAH KOPI SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF DALAM RANGKA PENGEMBANGAN DESA MANDIRI ENERGI DI DESA JATIROKE KAWASAN SEKITAR HUTAN PENDIDIKAN GUNUNG GEULIS ITB Anne Hadiyane; Alfi Rumidatul; Yayat Hidayat
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2021
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v5i3.9536

Abstract

Abstract. The utilization of coffee skin waste is still a problem faced by members of farmer groups in Jatiroke Village, Jatinangor District, Sumedang Regency, West Java Province. The solution provided to address the problems of partners in the form of the application of biopelet making technology in the processing of coffee waste in the context of developing energy independent villages. The service activity program is carried out in four stages, namely a) Identification of problems; b) Program socialization; c) Education and training programs; and d) Monitoring and evaluation. The activities carried out with the Gunung Geulis coffee farmers group are a) Information program socialization; b) Training and mentoring the process of processing and making biopelet from coffee waste and c) monitoring and evaluating each phase of the activity. The results obtained after this activity is the achievement of increased knowledge and skills of Gunung Geulis coffee farmers in processing coffee waste into biopelet as an environmentally friendly alternative energy source.             Abstrak. Pemanfaatan limbah kulit kopi masih menjadi permasalahan yang dihadapi anggota kelompok tani di Desa Jatiroke Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat. Solusi yang diberikan untuk menjawab permasalahan mitra berupa penerapan teknologi pembuatan biopelet pada proses pengolahan limbah kopi dalam rangka pengembangan desa mandiri energi. Program kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam empat tahapan, yakni a) Indentifikasi masalah; b) Sosialisasi program; c) Program penyuluhan dan pelatihan; dan d) Monitoring dan evaluasi. Kegiatan yang dilaksanakan dengan kelompok petani kopi Gunung Geulis yakni: a) Sosialisasi program kegiatan; b) Pelatihan dan pendampingan proses pengolahan dan pembuatan biopelet dari limbah kopi dan c) monitoring dan evaluasi setiap tahapan kegiatan. Hasil yang diperoleh setelah kegiatan ini adalah tercapainya peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani kopi Gunung Geulis dalam mengolah limbah kopi menjadi biopelet sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan.
PENGUJIAN AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK KULIT DAN KAYU RANTING SENGON (FALCATARIA MOLUCCANA) DENGAN PELARUT N-HEKSANA, ETIL ASETAT DAN METANOL TERHADAP Enterobacteriaceae, Staphylococcus aureus DAN Candida albicans Dheanna P.S Rachmawati; Khairin Rabbani; Alfi Rumidatul; Feldha Fadhila; Yayan Maryana
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 11, No 2 (2020): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v11i2.1711

Abstract

Penyakit infeksi masih menjadi penyakit yang banyak diderita sehingga pengobatan antibiotik terkadang digunakan secara tidak tepat dan menimbulkan resistensi terhadap beberapa mikroorganisme patogen. Beberapa penelitian terhadap bahan alam mulai dilakukan, salah satunya terhadap kulit dan kayu ranting Sengon. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak kulit dan kayu Sengon terhadap bakteri family Enterobacteriaceae, Staphylococcus aureus dan Candida albicans. Metode uji aktivitas antibakteri difusi agar dilakukan dengan teknik Kirby-bauer. Pada penelitian ini, zona hambat terbesar pada masing-masing mikroorganisme berada pada konsentrasi 11%. Dengan pengukuran rerata total zona hambat tertinggi dihasilkan dari bagian kayu sakit dengan pelarut etil asetat terhadap Salmonella typhi dengan rerata total zona hambat 5,5 mm, kulit sehat dengan pelarut n-heksana menghasilkan zona hambat paling kecil dengan rerata total 1,94 mm. Adapun bakteri yang tidak dapat dihambat pertumbuhannya adalah Escherichia coli dan Klebsiella pneumonia.
EFEKTIVITAS ASAP CAIR DAUN BAMBU (Bambusa sp) SEBAGAI ANTISEPTIK SECARA IN VITRO DAN IN VIVO Shenny Fitriani; Eki Andini; Ira Puspa Dewi; Feldha Fadhila; Yayan Maryana; Alfi Rumidatul
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 13, No 1 (2022): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v13i1.2499

Abstract

Infeksi nosokomial dapat dikurangi dengan mencuci tangan menggunakan antiseptik yang mengandung alkohol. Pemakaiannya yang efektif dan efisien menjadi daya tarik tersendiri sehingga alkohol banyak dibutuhkan. Meningkatnya kebutuhan tersebut menyebabkan terjadinya kelangkaan. Pemanfaatan limbah dari daun bambu dapat digunakan sebagai bahan baku untuk asap cair yang berpotensi sebagai antiseptik karena mengandung senyawa fenol dan asam yang memiliki sifat antimikroba (antibakteri dan antijamur). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas asap cair daun bambu (Bambusa sp) sebagai antiseptik secara in vitro dan in vivo. Uji in vitro menggunakan metode difusi cakram dan metode sumuran. Sedangkan uji in vivo menggunakan metode Total Plate Count (TPC) dengan sampel swab telapak tangan responden perempuan dan laki-laki. Hasil in vitro terdapat zona hambat pada Escherichia  coli (3,6 mm) dan Staphylococus aureus (5,5 mm) dari asap cair daun bambu 100%, sedangkan pada  Aspergillus  flavus dan Candida  albicans tidak terdapat zona hambat (0,0 mm). Hasil in vivo terdapat penurunan jumlah bakteri (80%) dan jamur (39%). Hasil data kuisioner didapatkan responden menyukai warna (50%), aroma (42%), tidak menimbulkan kekeringan (100%) dan tidak menimbulkan efek samping lainnya (67%). Asap cair daun bambu (Bambusa sp) memiliki potensi sebagai antiseptik.Kata kunci : Antiseptik, Asap Cair, Daun Bambu
EFEKTIVITAS ASAP CAIR KULIT KOPI (Coffea sp) SEBAGAI ANTISEPTIK TERHADAP MIKROBA SECARA IN VITRO dan IN VIVO Anzar irawan saepul; Sindi Pitrianingsih; Ahmad Sodikin; Feldha Fadhila; Yayan Maryana; Alfi Rumidatul
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.672 KB)

Abstract

Penyakit infeksi dapat disebabkan oleh bakteri dan jamur, pencegahannya dapat diatasidengan antiseptik tetapi penggunaan antiseptik dapat menimbulkan efek samping sepertiiritasi ringan sampai kerusakan jaringan sehingga diperlukan antiseptik alternatif. Asap cairkulit kopi berpotensi sebagai antiseptik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitasasap cair kulit kopi sebagai antiseptik terhadap pertumbuhan mikroba secara in vitro denganmenggunakan uji daya hambat dan in vivo menggunakan metode swab test pada telapaktangan. Hasil uji in vitro diperoleh zona hambat asap cair kulit kopi terhadap Escherichia coliATCC 25922 adalah 1,16 mm (konsentrasi 50%), 1,6 mm (konsentrasi 75%), dan 2,1 mm(konsentrasi 100%). Pada Staphylococcus aureus ATCC 25923 adalah 2,0 mm (konsentrasi50%), 2,8 mm (konsentrasi 75%), dan 3,3 mm (konsentrasi 100%), pada Aspergilus flavusATCC 9643 dan Candida albicans ATCC 10231 belum mampu menghambat. Hasil uji invivo menunjukkan efektivitas penurunan pertumbuhan pada bakteri sebesar 72,75 % danjamur sebesar 65,75% sedangkan dari data kuesioner responden diperoleh hasil 75%responden menyukai warna, 50% menyukai aroma, 91,67% tidak menimbulkan kekeringan,dan 75% tidak menimbulkan efek gatal dan rasa terbakar. Asap cair kulit kopi mampumenghambat bakteri karena adanya interaksi antara senyawa fenol dalam asap cair denganprotein pada dinding sel mikroba sehingga menyebabkan lisis pada membran sel. Berdasarkanhasil penelitian dapat disimpulkan bahwa asap cair kulit kopi (Coffea sp) berpotensi sebagaiantiseptik. DOI : 10.35990/mk.v5n1.p21-33
PENGUJIAN AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK ETIL ASETAT DAN METANOL KAYU RANTING SENGON (Falcataria moluccana) SAKIT Popy Listiani; Popy Hasanah; Alfi Rumidatul; Feldha Fadhila; Yayan Maryana
Journal of Indonesian Medical Laboratory and Science Vol 2 No 1: April 2021
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Teknologi Laboratorium Medik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53699/joimedlabs.v2i1.23

Abstract

Klebsiella pneumoniae, Shigella dysenteriae, Salmonella typhi, Escherichia coli, and Candida albicans are the microorganisms that most often infect. Infectious diseases can be cured and the transmission is minimized using various kinds of antibiotics.The search for antimicrobial compounds from nature is expected to reduce the negative effect of antibiotics. One of the plants suspected of having antimicrobial content is the sengon tree. This study aims to determine the ability of sengon sore wood extract with ethyl acetate and methanol as an antimicrobial solvent. The test method used is Kirby bauer with treatments 9%, 9.5%, 10%, 10.5%, and 11%. The result of this study showed that the ethyl acetate extract of sengon sick wood showed antimicrobial activity against Shigella dysenteriae at all concentrations and in Klebsiella pneumoniae only at a concentration of 11%, there’s no antimicrobial activity against E. coli. A Methanol extract of sengon sick twig wood showed antimicrobial activity against Klebsiella pneumoniae at concentrations of 10%, 10.5%, 11%, and on Candida albicans at all concentrations, but didn’t show antimicrobial activity against E. coli, S. typhi, and S. dysenteriae. Can be concluded that the ethyl acetate extract of sengon sick wood branches could inhibit the growth of Shigella dysenteriae and Klebsiella pneumoniae. Meanwhile, methanol extract of sengon sick twig wood can inhibit the growth of Klebsiella pneumoniae and Candida albicans.
Effectiveness of Bamboo Stick Liquid Smoke (Bamboo sp.) With Methanol Extract of Sengon Twig Wood (Falcataria moluccana) as a Disinfectant Hurient Sani Nabillah; Luluil Fajry Thasya Sonya; Dilla Saphira Fitriani; Nelly Siti Muzjahidah; Putri Vaolina; Feldha Fadhila; Alfi Rumidatul; Nindya Sekar Mayuri
Jurnal Riset Kesehatan Vol 13, No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrk.v13i1.10597

Abstract

Pathogenic microorganisms that cause infectious diseases are widely spread in the environment, especially in public places that allow microorganisms to multiply. Disinfectants are used to prevent the spread of these microorganisms. The use of chemical-based disinfectants can cause side effects, so it is necessary to look for alternatives from natural materials, such as a mixture of bamboo stem liquid smoke and methanol extract from Sengon twig wood. The purpose of this study was to determine the effectiveness of a mixture of bamboo stem liquid smoke and methanol extract of Sengon twig on bacteria and fungi. This research method began with an inhibition test of the disc and well diffusion method with five comparison treatments (50:50, 40:60, 30:70, 20:80, 10:90) to obtain the most effective comparison of the volume of 100% bamboo stem liquid smoke mixture and 11% sengon twig wood methanol extract, then tested using the Total Plate Count (TPC) method with swab samples on wooden tables. The results showed that the most effective comparison of the volume of 100% bamboo stem liquid smoke mixture and 11% sengon twig wood methanol extract was the volume ratio of 50:50 from the results of the inhibition zone on Salmonella typhimurium with a diameter of 10.3 mm. The results of the mixed effectiveness test with a ratio of 50:50 with the swab test on the table showed a decrease in the number of bacteria (51%) and fungi (65%). This shows that the mixture of bamboo stem liquid smoke and methanol extract of Sengon twig wood is effective as a disinfectant.
Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Kulit dan Kayu Sakit Ranting Sengon Terhadap Bakteri dan Jamur Pragita, Anisa Sri; Shafa, Dheanna Putri; Nursifah, Devi; Rumidatul, Alfi; Fadhila, Feldha; Maryana, Yayan
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v9i2.2459

Abstract

Penyakit infeksi masih banyak diderita oleh masyarakat di negara berkembang dan resistensi antimikroba tidak dapat dihindari. Maka, diperlukan alternatif antimikroba yang diharapkan dapat menekan angka resistensi antimikroba. Bahan-bahan alami seperti tumbuhan dapat digunakan sebagai alternatif antimikroba, salah satunya adalah tanaman sengon (Falcataria moluccana). Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa ekstrak kulit dan kayu sakit ranting sengon dengan pelarut etil asetat dan ekstrak kulit sehat ranting sengon dengan pelarut n-heksana mengandung senyawa fitokimia (metabolit sekunder) yang berpotensi sebagai antimikroba. Penelitian ini dilakukan untuk menguji aktivitas antimikroba dari ekstrak tersebut terhadap Staphylococcus aureus, Klebsiella pneumoniae, Salmonella typhi, Escherichia coli, Shigella dysentriae, Proteus mirabilis, Pseudomonas aeruginosa dan Candida albicans. Konsentrasi yang digunakan masing-masing ekstrak adalah 9%, 9.5%, 10%, 10.5%, dan 11%. Metode pengujian aktivitas antimikroba yang digunakan adalah metode difusi dengan kertas cakram (kirby-baueur). Hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak uji dapat menghambat hampir semua pertumbuhan mikroba uji, kecuali K. pneumoniae dan E. coli. Aktivitas antimikroba tertinggi diperoleh dari ekstrak kulit sakit ranting sengon dengan pelarut etil asetat pada konsentrasi 11% terhadap P. mirabilis dengan diameter zona hambat 10.3 mm
Aktivitas Antimikroba Ekstrak N Heksana dan Etil Asetat Kulit Ranting Sakit Sengon (Falcataria moluccana) Terhadap Enterobacteriaceae Firdausia, Ajeung Dewi; H.Y, Siti Yesi; Rumidatul, Alfi; Fadhila, Feldha; Maryana, Yayan
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v10i1.2716

Abstract

Infeksi mikroorganisme patogen merupakan salah satu masalah dalam dunia kesehatan. Penggunaan zat antimikroba merupakan salah satu cara mengendalikannya. Namun, mikroorganisme telah mengalami banyak resisten terhadap beberapa antimikroba yang ada saat ini, sehingga memerlukan zat antimikroba yang baru untuk dapat dikendalikan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan tanaman Sengon (Falcataria moluccana). Pemanfaatan tanaman Sengon yang terserang penyakit diharapkan dapat menjaga kelestarian dari tanaman ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan ekstrak kulit sakit sengon dengan pelarut n- heksana dan etil asetat dalam menghambat pertumbuhan Enterobacteriaceae, S. aureus dan C. albicans. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksperimental dengan metode uji aktivitas antimikroba difusi agar teknik Kirby-bauer. Pada penelitian ini ekstrak kulit ranting sakit sengon dengan pelarut n-heksana dapat menghambat pertumbuhan pada konsentrasi optimum masing-masing 11 mg/L terhadap S. dysentriae dengan terbentuknya zona bening sebesar 5 mm, E. coli sebesar 1 mm, P. mirabilis sebesar 5 mm dan untuk C. albicans membentuk zona bening sebesar 6 mm. Sedangkan, ekstrak kulit ranting sakit sengon dengan pelarut etil asetat dapat menghambat pertumbuhan pada konsentrasi optimum 11 mg/L terhadap S. dysentriae dengan terbentuknya zona bening sebesar 3,3 mm. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan meningkatkan konsentrasi ekstrak untuk mengidentifikasi konsentrasi terendah ekstrak yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba secara maksimal.
Co-Authors Adzra, Fa’izzah Nur Ahmad Sodikin Alamsyah, Muhamad Thamrin Alfani, Fhadliana Alifah, Aqil Anca Awal Sembada Anca Awal Sembada Anca Awal Sembada Anisa, Divia Anzar irawan saepul Armela, Diana Rizki Atmawi Darwis Atmawi DARWIS atmawi darwis Aulia Nur Arrsy Ayu Rahayu Nurul Ni'am Budianti, Noviana Bunga Wahyuniah Dayanti, Nyimas Dedi Ruswandi Dedi Ruswandi Deni Zamaludin Dewi Larasati Dheanna P.S Rachmawati Dilla Saphira Fitriani Eki Andini Fadhila, Feldha Fadilah, Tyas I. Fauziah, Anti Zulfitri Feldha Fadhila Feldha Fadhila Feldha Fadhila Firdausia, Ajeung Dewi Fitriani, Dilla Saphira G R, Lutfi Khoiriyah Gustan Pari H.Y, Siti Yesi Hadimanah Fikrudien Bahtiar Hadiyane, Anne Hurient Sani Nabillah Iman, Moch Fajar Anugrah imra imra Imra Imra Ira Puspa Dewi Juniar, Fadia Rahma Karliati, Tati Khairin Rabbani Khusna, Wasiyah Kodariah, Liah Kusuma Handayani, Kusuma Liah Kodariah Luluil Fajry Thasya Sonya Lussy Carnellya Fitri Marsinah Maryana, Yayan Mawangi, Neng W. L. Mayuri, Nindya S. Mayuri, Nindya Sekar Mustika Dewi Mustika Dewi Mustika dewi Muzjahidah, Nelly Siti Nabila, Hasna Putri Nabillah, Hurient Sani Nainggolan, Ribka Debora Navila, Aviva Nelly Siti Muzjahidah Nindya Sekar Mayuri Nindya Sekar Mayuri Nindya Sekar Mayuri Nisa Febrianti Noor Rahmawati Nurhasanah, Ai Sri Nurjaman, Deni Nurjana, Siti Nursifah, Devi Popy Hasanah Popy Listiani Pragita, Anisa Sri Putri Vaolina Qomariah, Annisa Nur Rahayu, Amalia Rahmawati, Mutia Rina Marlina Rini Mastuti Risa, Tiara Nova Riska Amelia Rohmah, Fitriani Nurhidayati Salsabila Zahroh Sandy, Pracilia S. Saptadi DARMAWAN Sembada, Anca Awal Setiawati, Yeyet Shafa, Dheanna Putri Shenny Fitriani Sindi Pitrianingsih Sonya, Luluil Fajry Thasya Sopandie Sunarya Sugara, Yuliannisa Sulistyawati, Annisa Lathifah Tri Rahayu, Nunik Tuti Juhaeti Vaolina, Putri Wahyuniah, Bunga Wasiyah Khusna Yani Suryani Yayan Maryana Yayan Maryana Yayan Maryana Yayat Hidayat Yayat Hidayat Yayat Hidayat Yuliani, Septa Zaenudin Arif, Jihan Ahmad Zamaludin, Deni