Perkembangan teknologi kecerdasan buatan generatif (Generative AI) membuka peluang besar dalam transformasi pembelajaran, namun pemanfaatannya oleh guru di Kabupaten Pangandaran masih sangat terbatas. Kesenjangan kompetensi digital antara guru dan tuntutan pembelajaran era digital menjadi permasalahan yang mendesak untuk diatasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam memanfaatkan teknologi Generative AI, sebagai media pendukung pembelajaran yang inovatif. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan pelatihan berbasis workshop dengan melibatkan guru SMP dari lima belas kecamatan di Kabupaten Pangandaran. Instrumen evaluasi menggunakan kuesioner pretest-posttest yang dikembangkan berdasarkan empat indikator kompetensi: pengetahuan tentang Generative AI, penerapan AI dalam pembelajaran, penggunaan teknologi dalam media ajar, dan kemampuan penggunaan perangkat komputer. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan familiaritas peserta terhadap AI dari rata-rata 2,90 pada pretest menjadi 3,79 pada posttest dengan nilai N-gain sebesar 42,5% yang menunjukan kategori sedang. Skor kompetensi pascapelatihan menunjukkan capaian tinggi pada indikator penggunaan teknologi sebesar 4,67 dan kemampuan komputer 4,29. Seluruh peserta menyatakan pelatihan meningkatkan keterampilan teknologi dan materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan pengajaran. Pelatihan Generative AI terbukti efektif meningkatkan kompetensi digital guru SMP di Kabupaten Pangandaran, dengan keberlanjutan pendampingan dan infrastruktur internet sebagai faktor penentu keberhasilan jangka panjang. Kata kunci: ChatGPT, Digitalisasi, Generative AI, Kirkpatrick, Media Pembelajaran.