Perkembangan yang signifikan pada social commerce dan meningkatnya penggunaan TikTok sebagai sumber informasi keuangan di Indonesia menciptakan urgensi yang mendesak agar dapat memahami faktor teknis yang memicu minat menabung mahasiswa. Brand trust dan financial literacy diasumsikan menjadi faktor penentu utama minat menabung yang pada akhirnya memengaruhi keputusan penggunaan produk keuangan syariah, namun kombinasi keduanya dalam satu model mediasi di konteks konten edukasi TikTok dan Tabungan Emas BSI masih jarang diteliti. Tujuan dari Penelitian ini adalah menguji pengaruh konten edukasi TikTok terhadap Purchase Intention lewat Brand Trust serta financial literacy selaku variabel mediasi pada pengguna TikTok di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas dan cross- sectional survey. Data dikumpulkan dari 100 responden valid melalui kuesioner daring menggunakan metode purposive sampling. Analisis informasi memakai Partial Least Squares Structural Equation Modeling( PLS- SEM) dengan SmartPLS 4.1.1.8. Hasil penelitian ini menunjukkan penemuan bahwa lima hipotesis ditolak dan dua diterimah. Konten edukasi TikTok tidak mempengaruhi signifikan secara langsung terhadap Brand Trust, Financial Literacy, maupun minat menabung, sementara itu Brand Trust dan Financial Literacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menabung namun tidak terbukti memediasi pengaruh konten edukasi TikTok secara signifikan. Financial Literacy terbukti sebagai variabel dengan pengaruh langsung terkuat terhadap minat menabung. Hal ini dapat disimpulkan bahwa konten edukasi TikTok belum terbukti meningkatkan Brand Trust maupun Financial Literacy yang mendorong minat menabung mahasiswa pada Tabungan Emas BSI, dengan Financial Literacy dan Brand Trust berperan sebagai prediktor utama minat menabung secara independen tanpa dimediasi oleh konten edukasi TikTok. Kata Kunci :Konten Edukasi, Brand Trust, Literasi Keuangan, Minat Menabung