Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

DETERMINAN MINAT BELI PADA UMKM KULINER MELALUI INFLUENCER MARKETING DAN CONTENT MARKETING Saharuddin Saharuddin; Yusrab Ardianto Sabban; Muhammad Fachmi
CAPITAL: Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/capital.v8i2.21191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Influencer Marketing dan Content Marketing terhadap minat beli konsumen pada UMKM kuliner, serta peran mediasi Brand Awareness dalam hubungan antara Influencer Marketing dan Content Marketing terhadap minat beli konsumen. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan lokasi penelitian di Provinsi Sulawesi Selatan. Populasi yang diteliti adalah konsumen UMKM kuliner di tiga wilayah yang merepresentasikan UMKM kuliner, yakni Kota Makassar, Kabupaten Maros, dan Kota Pare-Pare. Sampel penelitian terdiri dari 180 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Path Analysis serta uji Sobel untuk menguji efek mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Influencer Marketing dan Content Marketing secara positif dan signifikan mempengaruhi Brand Awareness. Selain itu, Influencer Marketing, Content Marketing, dan Brand Awareness juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Temuan ini mengonfirmasi bahwa Brand Awareness memediasi pengaruh Influencer Marketing dan Content Marketing terhadap minat beli konsumen secara positif dan signifikan pada UMKM kuliner di Provinsi Sulawesi Selatan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital, seperti Influencer Marketing dan Content Marketing, efektif dalam meningkatkan minat beli konsumen melalui peningkatan Brand Awareness.
PERAN TRANSFORMASI DIGITAL DALAM MENDUKUNG PERTUMBUHAN EKONOMI REGIONAL DI PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2020–2024 Trilolorin Sitorus; Abdul Mongid; Nadia Asandimitra Haryono; Muhammad Fachmi
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.11883

Abstract

Transformasi digital telah menjadi salah satu faktor strategis yang memengaruhi dinamika pertumbuhan ekonomi regional melalui peningkatan produktivitas, efisiensi transaksi, dan perluasan akses terhadap layanan ekonomi berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan transformasi digital, perkembangan pertumbuhan ekonomi regional, serta mendeskripsikan peran transformasi digital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Utara selama periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-analitis berbasis data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara dan Bank Indonesia. Data yang dianalisis meliputi laju pertumbuhan ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto atas Dasar Harga Konstan (PDRB ADHK), Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK), serta nilai transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Teknik analisis yang digunakan meliputi analisis tren, analisis komparatif temporal, dan interpretasi teoritis berdasarkan Endogenous Growth Theory, Transaction Cost Economics, dan teori inklusi keuangan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perekonomian Sulawesi Utara mengalami pemulihan yang cukup cepat pascapandemi COVID-19, ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang kembali stabil pada kisaran 5 persen selama periode 2022–2024. Di sisi lain, indikator transformasi digital menunjukkan perkembangan yang positif, terutama melalui peningkatan IP-TIK dan lonjakan nilai transaksi QRIS yang meningkat lebih dari 127 kali lipat selama periode penelitian. Temuan ini mengindikasikan bahwa transformasi digital berperan sebagai faktor pendukung pertumbuhan ekonomi regional melalui peningkatan efisiensi ekonomi, percepatan aktivitas transaksi, dan penguatan ekosistem ekonomi digital, meskipun tantangan berupa kesenjangan digital dan pemerataan infrastruktur TIK masih memerlukan perhatian dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
The Effect of Trendiness and Entertainment in Social Media Marketing on Purchase Intention through Brand Awareness Demas Muhammad Rijal; Muhammad Fachmi; Yusrab Ardianto Sabban
Journal of Digital Business and Innovation Management Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jdbim.v5i1.77435

Abstract

The rapid growth of TikTok in Indonesia has created intense competition among local fashion brands, yet high engagement does not always translate into sales. This study aims to analyze the influence of trendiness and entertainment in social media marketing on purchase intention, with brand awareness as a mediating variable. Adopting the Stimulus-Organism-Response (S-O-R) theory, this research employs a quantitative approach using Structural Equation Modeling (SEM) with Amos software and the Sobel test. Data were collected via online questionnaires from 200 Generation Z respondents who are active TikTok users, selected through a purposive sampling technique. The results indicate that trendiness and entertainment have a positive and significant effect on brand awareness. However, trendiness and entertainment have a positive but non-significant effect on purchase intention directly. Brand awareness is proven to have a positive and significant effect on purchase intention and plays a full role in mediating the influence of trendiness and entertainment on purchase intention. The study concludes that trendy and entertaining content on TikTok must build brand awareness first to trigger consumer purchase intention. These findings contribute to S-O-R theory by clarifying the essential role of the 'Organism' in converting social media stimuli into consumer responses in a fast-paced short-video environment.
Pengaruh Influencer Marketing, Content Marketing Dan Brand Awareness Terhadap Minat Beli Konsumen Pada UMKM Aletalens Dhaffa Fadlurrahman Faiz; Muhammad Fachmi
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i2.12279

Abstract

Perkembangan pesat platform media sosial seperti Instagram dan TikTok telah mengubah lanskap pemasaran digital, khususnya bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh influencer marketing, content marketing, dan brand awareness terhadap minat beli konsumen pada UMKM Aletalens, sebuah merek kacamata lokal yang aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran utama. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Data dikumpulkan dari 107 responden yang merupakan followers aktif akun Instagram dan TikTok Aletalens menggunakan teknik purposive sampling dan instrumen kuesioner skala Likert 5 poin. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda melalui SPSS versi 26, dilengkapi uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) influencer marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli (t = 5,024; sig. = 0,000); (2) content marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli (t = 3,173; sig. = 0,002); (3) brand awareness berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli (t = 2,520; sig. = 0,013); dan (4) ketiga variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap minat beli (F = 152,747; sig. = 0,000). Koefisien determinasi (Adjusted R²) sebesar 0,811 menunjukkan bahwa 81,1% variasi minat beli dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Variabel influencer marketing merupakan variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap minat beli dengan nilai Beta sebesar 0,454. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya strategi influencer marketing yang terintegrasi dengan content marketing berkualitas dan penguatan brand awareness untuk meningkatkan minat beli konsumen pada UMKM berbasis media sosial.
Pengaruh UI/UX Quality dan Information Quality terhadap Purchase Intention melalui User Satisfaction pada TikTok Shop di Indonesia Andini Amalia Zarvianti; Hujjatullah Fazlurrahman; Muhammad Fachmi
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.8660

Abstract

Perkembangan yang signifikan pada social commerce yaitu TikTok Shop menciptakan urgensi yang mendesak agar dapat memahami faktor teknis yang memicu niat beli konsumen. UI/UX Quality dan Information Quality diasumsilam menjadi faktor penentu utama kepuasan pengguna yang pada akhirnya memengaruhi niat pembelian, namun kombinasi keduanya dalam satu model mediasi di konteks TikTok Shop Indonesia masih jarang diteliti. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh UI/UX Quality dan Information Quality terhadap Purchase Intention melalui User Satisfaction sebagai variabel mediasi pada pengguna TikTok Shop di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas dan cross-sectional survey. Data dikumpulkan dari 220 responden valid melalui kuesioner daring menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Analisis data menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa enam hipotesis diterima dan satu ditolak. Information Quality memiliki hubungan signifikan terhadap User Satisfaction dan berpengaruh langsung terhadap Purchase Intention sementara itu UI/UX Quality tidak berpengaruh langsung terhadap Purchase Intention namun berpengaruh melalui mediasi penuh User Satisfaction. User Satisfaction terbukti sebagai variabel dengan pengaruh langsung terkuat terhadap Purchase Intention. Hal ini dapat disimpulkan bahwa Information Quality dan UI/UX Qualityterbukti meningkatkan User Satisfaction yang mendorong Purchase Intention pengguna TikTok Shop di Indonesia, dengan User Satisfaction berperan sebagai mediator penuh pada jalur UI/UX Quality dan mediator parsial pada jalur Information Quality.
Pengaruh Kualitas Konten Edukasi TikTok terhadap Minat Menabung pada Bank Syariah Indonesia : Peran Mediasi Brand Trust dan Literasi Keuangan Nur Afifa; Muhammad Fachmi
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.8873

Abstract

Perkembangan yang signifikan pada social commerce dan meningkatnya penggunaan TikTok sebagai sumber informasi keuangan di Indonesia menciptakan urgensi yang mendesak agar dapat memahami faktor teknis yang memicu minat menabung mahasiswa. Brand trust dan financial literacy diasumsikan menjadi faktor penentu utama minat menabung yang pada akhirnya memengaruhi keputusan penggunaan produk keuangan syariah, namun kombinasi keduanya dalam satu model mediasi di konteks konten edukasi TikTok dan Tabungan Emas BSI masih jarang diteliti. Tujuan dari Penelitian ini adalah menguji pengaruh konten edukasi TikTok terhadap Purchase Intention lewat Brand Trust serta financial literacy selaku variabel mediasi pada pengguna TikTok di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas dan cross- sectional survey. Data dikumpulkan dari 100 responden valid melalui kuesioner daring menggunakan metode purposive sampling. Analisis informasi memakai Partial Least Squares Structural Equation Modeling( PLS- SEM) dengan SmartPLS 4.1.1.8. Hasil penelitian ini menunjukkan penemuan bahwa lima hipotesis ditolak dan dua diterimah. Konten edukasi TikTok tidak mempengaruhi signifikan secara langsung terhadap Brand Trust, Financial Literacy, maupun minat menabung, sementara itu Brand Trust dan Financial Literacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menabung namun tidak terbukti memediasi pengaruh konten edukasi TikTok secara signifikan. Financial Literacy terbukti sebagai variabel dengan pengaruh langsung terkuat terhadap minat menabung. Hal ini dapat disimpulkan bahwa konten edukasi TikTok belum terbukti meningkatkan Brand Trust maupun Financial Literacy yang mendorong minat menabung mahasiswa pada Tabungan Emas BSI, dengan Financial Literacy dan Brand Trust berperan sebagai prediktor utama minat menabung secara independen tanpa dimediasi oleh konten edukasi TikTok. Kata Kunci :Konten Edukasi, Brand Trust, Literasi Keuangan, Minat Menabung
Pengaruh Customer Experience Dan Product Uncertainty Terhadap Repurchase Intention Dengan Perceived Value Sebagai Variabel Mediasi Pada Konsumen Blind Box E-Commerce Di Surabaya Aqeela Istigfarin Yarbo; Muhammad Fachmi
JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jise.v4i3.1818

Abstract

Perkembangan ekonomi digital dan meningkatnya tren konsumsi berbasis pengalaman telah mendorong munculnya fenomena blind box di kalangan konsumen muda, khususnya Generasi Z. Produk ini menawarkan sensasi kejutan dan ketidakpastian yang membentuk pengalaman emosional unik bagi konsumennya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh customer experience dan product uncertainty terhadap repurchase intention dengan perceived value sebagai variabel mediasi pada konsumen blind box di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Sampel penelitian berjumlah 200 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kriteria konsumen Generasi Z yang pernah membeli blind box di E-commerce. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring menggunakan skala bipolar adjective, dan data dianalisis menggunakan metode SEM-AMOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa customer experience berpengaruh positif dan signifikan terhadap repurchase intention, namun berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perceived value. Sementara itu, product uncertainty berpengaruh positif dan signifikan terhadap perceived value serta repurchase intention. Selain itu, perceived value berpengaruh positif dan signifikan terhadap repurchase intention. Hasil uji mediasi menunjukkan bahwa perceived value memediasi secara parsial pengaruh product uncertainty terhadap repurchase intention serta memediasi secara parsial pengaruh customer experience terhadap repurchase intention dengan arah mediasi negatif. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pelaku bisnis blind box perlu memperkuat pengalaman konsumen dan mengelola ketidakpastian produk secara tepat agar meningkatkan nilai yang dirasakan dan mendorong pembelian ulang.
Pengaruh Customer Experience Dan Product Uncertainty Terhadap Repurchase Intention Dengan Perceived Value Sebagai Variabel Mediasi Pada Konsumen Blind Box E-Commerce Di Surabaya Aqeela Istigfarin Yarbo; Muhammad Fachmi
JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jise.v4i3.1818

Abstract

Perkembangan ekonomi digital dan meningkatnya tren konsumsi berbasis pengalaman telah mendorong munculnya fenomena blind box di kalangan konsumen muda, khususnya Generasi Z. Produk ini menawarkan sensasi kejutan dan ketidakpastian yang membentuk pengalaman emosional unik bagi konsumennya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh customer experience dan product uncertainty terhadap repurchase intention dengan perceived value sebagai variabel mediasi pada konsumen blind box di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Sampel penelitian berjumlah 200 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kriteria konsumen Generasi Z yang pernah membeli blind box di E-commerce. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring menggunakan skala bipolar adjective, dan data dianalisis menggunakan metode SEM-AMOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa customer experience berpengaruh positif dan signifikan terhadap repurchase intention, namun berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perceived value. Sementara itu, product uncertainty berpengaruh positif dan signifikan terhadap perceived value serta repurchase intention. Selain itu, perceived value berpengaruh positif dan signifikan terhadap repurchase intention. Hasil uji mediasi menunjukkan bahwa perceived value memediasi secara parsial pengaruh product uncertainty terhadap repurchase intention serta memediasi secara parsial pengaruh customer experience terhadap repurchase intention dengan arah mediasi negatif. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pelaku bisnis blind box perlu memperkuat pengalaman konsumen dan mengelola ketidakpastian produk secara tepat agar meningkatkan nilai yang dirasakan dan mendorong pembelian ulang.