Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pengaruh Hambatan Samping Terhadap Kinerja Lalu Lintas Ruas Jalan Sultan Abdurrahman Kota Pontianak Faris Furqan; Siti Mayuni; Slamet Widodo
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v6i2.210

Abstract

Kota Pontianak merupakan pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan, dan berbagai aktivitas sosial di Provinsi Kalimantan Barat yang menyebabkan mobilitas lalu lintas terus meningkat. Salah satu ruas jalan yang berperan penting dalam mendukung pergerakan tersebut adalah Jalan Sultan Abdurrahman. Beragam aktivitas di sepanjang koridor jalan, seperti kendaraan berhenti atau parkir di tepi jalan, pergerakan pejalan kaki, serta kendaraan yang keluar dan masuk dari akses bangunan, menimbulkan hambatan samping yang dapat memengaruhi kelancaran arus lalu lintas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh hambatan samping terhadap kinerja lalu lintas pada ruas Jalan Sultan Abdurrahman berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 untuk jalan perkotaan. Pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan selama tujuh hari berturut-turut, yaitu pada 3–9 Juni 2024, dengan pengamatan pada tiga periode jam sibuk, yakni pukul 06.00–08.00 WIB, 11.00–13.00 WIB, dan 16.00–18.00 WIB. Hasil analisis menunjukkan bahwa volume lalu lintas maksimum mencapai 4.359,3 smp/jam, sedangkan kecepatan arus bebas tertinggi sebesar 57,34 km/jam. Nilai derajat kejenuhan sebesar 1,35 menunjukkan bahwa volume lalu lintas telah melampaui kapasitas pelayanan jalan, sehingga arus kendaraan menjadi tidak stabil dan kemacetan cenderung terjadi pada periode jam puncak. Temuan ini menunjukkan bahwa hambatan samping memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan kinerja lalu lintas pada ruas Jalan Sultan Abdurrahman.
Evaluasi Keberadaan Trotoar di Jalan R.E. Martadinata Kota Pontianak Azyzy Dwi Kurniawan; Sumiyattinah; Siti Mayuni
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan R.E. Martadinata merupakan koridor kolektor di Kecamatan Pontianak Barat yang melayani kawasan pendidikan, perdagangan, permukiman, dan kuliner, tetapi kualitas trotoarnya belum seragam. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian teknis trotoar, mengukur kepuasan pengguna, dan merumuskan solusi perbaikan. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus kualitatif deskriptif pada empat segmen jalan sepanjang kurang lebih 2,197 km. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap 19 indikator yang dikelompokkan dalam enam aspek serta kuesioner kepada 100 responden dengan teknik accidental sampling dan penilaian menggunakan Skala Likert lima tingkat. Hasil evaluasi teknis menunjukkan nilai rata-rata keseluruhan 52,90% atau cukup sesuai. Kenyamanan memperoleh nilai tertinggi 70,00%, keamanan 53,75%, sedangkan aksesibilitas 46,67%, estetika 50,00%, konektivitas 50,00%, dan fasilitas penunjang 47,00%. Kepuasan pengguna mencapai 53,31% atau cukup nyaman; nilai terbaik terdapat pada kenyamanan 61,80% dan keamanan 58,50%. Ketidaksesuaian utama berupa elevasi trotoar yang berlebihan, jalur tidak menerus, hambatan fisik, ketiadaan ubin pemandu, ramp yang tidak memenuhi syarat, serta minimnya fasilitas pendukung. Perbaikan diprioritaskan melalui penataan RUMIJA, rekonstruksi elevasi dan ramp, penyediaan guiding block, jalur hijau atau bollard, penyeberangan aman, penerangan, tempat duduk, dan tempat sampah.
PENERAPAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS UNTUK PENENTUAN PRIORITAS FAKTOR RISIKO TERHADAP KUALITAS PEKERJAAN PROYEK KOTA PONTIANAK Mutia Asmarani; Nurhayati; Siti Mayuni; Herwani Herwani
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 2 (2026): Teras Jurnal (September 2026)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i2.1426

Abstract

Abstrak   Proyek pembangunan gedung di Kota Pontianak menghadapi berbagai faktor risiko yang memengaruhi kualitas pekerjaan, seperti keterlambatan, keterbatasan sumber daya, kondisi lingkungan, dan lemahnya pengendalian mutu. Kompleksitas ini memerlukan penerapan metode pengambilan keputusan yang mampu menentukan prioritas penanganan risiko secara sistematis dan terukur. Namun, proses penentuan prioritas risiko selama ini sering bersifat subjektif sehingga berpotensi menimbulkan ketidaktepatan keputusan. Penelitian desktiptif kuantitatif ini menerapkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas penanganan risiko secara objektif. Hasil penelitian diperoleh bahwa yang memiliki bobot global tertinggi kriteria adalah metode kerja memiliki bobot (0,314), pengalaman dan reputasi memiliki bobot (0,227), kelas usaha memiliki bobot (0,194), sumberdaya manusia (0,141), dan durasi memiliki bobot (0,124). Serta bobot global pada alternatif juga sangat berpengaruh dalam mutu proyek. Hasil dari penelitian ini bahwa standardisasi metode kerja menjadi aspek paling krusial dalam pengendalian mutu proyek. Hal ini menjadi dasar penyusunan strategi mitigasi risiko untuk meningkatkan kualitas proyek konstruksi.   Kata kunci: kualitas proyek, AHP, kriteria dan alternatif.     Abstract   Building construction projects in Pontianak City are exposed to various risk factors that affect the quality of project execution, including schedule delays, limited resources, environmental conditions, and inadequate quality control. These complexities require the application of a decision-making method capable of systematically and objectively prioritizing risk mitigation. However, the current process of prioritizing risks is often based on subjective judgment, which may lead to inaccurate decision-making. This quantitative descriptive study applies the Analytical Hierarchy Process (AHP) to objectively determine the priority of risk factors affecting project quality. The results indicate that the criterion with the highest global weight is work methods (0.314), followed by experience and reputation (0.227), business classification (0.194), human resources (0.141), and project duration (0.124). In addition, the global weights of the alternative risk factors were found to have a significant influence on project quality. The findings reveal that the standardization of work methods is the most critical aspect of project quality control. These results provide a valuable basis for developing risk mitigation strategies aimed at improving the quality of building construction projects.   Keywords: project quality, AHP, criteria, and alternatives