Transformasi digital menjadi faktor strategis dalam pengelolaan pendidikan tinggi di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi, literasi digital, inovasi pembelajaran, serta strategi adaptif Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang adaptif dan inovatif. Kegiatan dilakukan melalui Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dengan pendekatan partisipatif, meliputi observasi langsung, wawancara, dan evaluasi reflektif terhadap penerapan sistem digital kampus. Hasil kajian menunjukkan bahwa UPGRIS telah mengintegrasikan berbagai sistem digital seperti SIAKAD, LMS SIP, dan SI-Mekar yang mendukung efisiensi administrasi akademik, transparansi layanan, serta pengelolaan pembelajaran daring secara efektif. Peningkatan literasi digital dosen dan tenaga kependidikan menjadi faktor kunci dalam keberhasilan transformasi, meskipun masih terdapat kendala pada aspek infrastruktur, resistensi teknologi, dan keamanan data. Inovasi pembelajaran berbasis teknologi, termasuk blended learning dan media interaktif digital, terbukti meningkatkan partisipasi dan hasil belajar siswa. Strategi adaptif UPGRIS diwujudkan melalui pembaruan kurikulum berbasis kompetensi digital, penguatan kebijakan tata kelola digital, serta pengembangan ekosistem akademik berbasis data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan transformasi digital di UPGRIS bergantung pada sinergi kesiapan infrastruktur, peningkatan literasi digital sivitas akademika, dan dukungan kebijakan institusional yang berkelanjutan. Hasil kajian ini diharapkan menjadi model implementasi transformasi digital yang aplikatif bagi perguruan tinggi lain di Indonesia dalam menghadapi tantangan global pendidikan digital.