Pras Rendy
Universitas Indonesia Membangun, Bandung, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Moral Kerja dan Perceived Organizational Support terhadap Kepatuhan Karyawan dalam menjalankan Standar Operasional Prosedur di Rumah Sakit di Bandung Nayra Dhea Wahyuni; Pras Rendy; Kartika Nuradina
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Mei - Juni 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v7i5.8346

Abstract

Studi ini dilakukan untuk mengevaluasi dampak moral kerja serta perceived organizational support (POS) terhadap tingkat ketaatan staf Rumah Sakit X dalam mengimplementasikan standar operasional prosedur (SOP). Melalui metode kuantitatif dengan teknik regresi linear berganda, ditemukan bahwa moral kerja memiliki korelasi positif dan bermakna terhadap kepatuhan karyawan (t = 4,515; p < 0,05). Demikian pula dengan POS yang menunjukkan pengaruh positif dan signifikan (t = 5,435; p < 0,05). Secara kolektif, kedua faktor ini berkontribusi sebesar 56,8% terhadap variabel kepatuhan (F = 121,474; p < 0,05). Hasil ini mengonfirmasi bahwa sinergi antara aspek internal (moral kerja) dan dukungan eksternal dari organisasi sangat krusial dalam membentuk perilaku patuh di rumah sakit, sekaligus memberikan referensi bagi pengembangan teori perilaku organisasi.
HUBUNGAN PERSEPSI KUALITAS PELAYANAN DAN PERSEPSI KENYAMANAN DENGAN KEPUASAN PENUMPANG BUS SINAR JAYA RUTE BANDUNG – PALEMBANG Rifqy Maulana Putra; Kartika Nuradina; Pras Rendy
Jurnal Cinta Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026): April-Juni, Assessment and Learning Evaluation
Publisher : CV. Bunda Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63754/jcn.v4i2.159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan persepsi pelayanan kualitas dan persepsi kenyamanan dengan kepuasan penumpang Bus Sinar Jaya rute Bandung–Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Populasi penelitian bersifat tidak terbatas, sedangkan sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria penumpang dewasa yang telah melakukan perjalanan pada rute Bandung–Palembang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang terstruktur dengan skala Likert empat poin yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas sehingga instrumen yang digunakan dinyatakan valid dan reliabel. Mengingat data berjenis ordinal, analisis data dilakukan menggunakan Uji Korelasi Rank Spearman (nonparametrik) untuk menguji hubungan masing-masing variabel independen dengan variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kualitas pelayanan memiliki hubungan positif dengan kepuasan penumpang dengan tingkat keeratan hubungan kategori sedang. Persepsi kenyamanan juga memiliki hubungan positif dengan kepuasan penumpang dengan tingkat keeratan hubungan kategori kuat. Dibandingkan dengan persepsi kualitas pelayanan, persepsi kenyamanan menunjukkan nilai koefisien korelasi yang lebih tinggi terhadap kepuasan penumpang. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa masing-masing variabel independen memiliki hubungan dengan kepuasan penumpang Bus Sinar Jaya rute Bandung–Palembang. Implikasi praktis penelitian ini menunjukkan pentingnya pemeliharaan fasilitas sanitasi toilet, ketepatan jadwal keberangkatan, dan kenyamanan ruang tunggu sebagai aspek yang berkaitan dengan kepuasan penumpang.
HUBUNGAN ANTARA IKLIM KERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP PERFORMANSI PEGAWAI PEMASYARAKATAN DI RUTAN KELAS 1 BANDUNG Sintia Putri Sunjaya; Kartika Nuradina; Pras Rendy; Recky Recky
Jurnal Cinta Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026): April-Juni, Assessment and Learning Evaluation
Publisher : CV. Bunda Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63754/jcn.v4i2.162

Abstract

Performansi pegawai menjadi salah satu elemen krusial karena dapat menentukan keberhasilan suatu orgnisasi dalam mencapai sasaran, khususnya di lingkungan permasyarakatan yang memiliki tuntutan pekerjaan yang kompleks dan menuntut profesionalisme. Studi ini urgensinya ialah guna mengkaji keterkaitan iklim kerja dan gaya kepemimpinan dengan performansi pegawai di lembaga pemasyarakatan. Metodologi yang dimanfaatkan studi ini ialah kuantitatif pendekatan korelasional. Sampel studi melibatkan 72 pegawai tetap yang bekerja di Rumah tahanan Kelas 1 Bandung, ditentukan lewat rumus Slovin dengan tingkat kesalahan senilai 5% karenanya didapatkan 62 pegawai sebagai sampel, sedangkan data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner berisikan lembaran pernyataan menggunakan skala likert empat poin yang dibagikan langsung kepada responden. Pengelolaan data dilaksanakan dengan memanfaatkan IBM SPSS melalui analisis deskriptif serta pengujian korelasi Spearman. Hasil studi menunjukan adanya korelasi yang signifikan dan positif antara iklim kerja dan performansi pegawai (rs=0,732; p<0,001), kemudian gaya kepemimpinan dan performansi pegawai memiliki hubungan yang signifikan dan positif (rs=0,681;p<0,001). Hubungan positif ini memperlihatkan bahwa pegawai yang merasakan suasana kerja lebih mendukung dan gaya kepemimpinan efisien cenderung menunjukan performansi lebih tinggi. Kondisi ini menunjukan bahwa iklim kerja yang positif dapat menciptakan kenyamanan, kerja sama serta terjalinya komunikasi dua arah, sementara gaya kepemimpinan yang mendukung dapat memberikan arahan, memotivasi serta membantu pegawai menyelesaikan tugas secara optimal. Temuan studi ini mengindikasikan performansi pegawai tak hanya dipengaruhi kemampuan pribadi tetapi berkaitan dengan elemen organisasi terutama iklim kerja dan gaya kepemimpinan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji variabel organisasi maupun psikologis lainya agar memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai elemen-elemn yang berkaitan dengan performansi pegawai.
HUBUNGAN SELF REGULATION TERHADAP BURNOUT DENGAN MEDIASI WORK LIFE BALANCE PADA WANITA BEKERJA YANG SUDAH MENIKAH DI KABUPATEN BANDUNG Aubrey Nisrina Azzahra Swari; Benny Bernadus; Pras Rendy
Jurnal Cinta Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026): April-Juni, Assessment and Learning Evaluation
Publisher : CV. Bunda Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63754/jcn.v4i2.174

Abstract

Karena tuntutan karir dan rumah mereka, wanita pekerja yang sudah menikah mungkin mengalami kelelahan emosional dan mental. Perempuan pekerja yang sudah menikah di Kabupaten Bandung menjadi fokus penelitian ini, yang bertujuan untuk mengkaji keseimbangan kehidupan kerja, kejenuhan, dan pengaturan diri. Penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif dan strategi korelasional. Setelah pemfilteran data, Model Hayes 4 dengan 5.000 sampel bootstrap digunakan untuk melakukan analisis mediasi terhadap 96 responden. Seratus sepuluh peserta mengisi survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan diri dan keseimbangan kehidupan kerja sangat terkait; pengaturan diri secara positif terkait dengan kelelahan dan berkorelasi negatif dengan keseimbangan kehidupan kerja. Meskipun pengaturan diri tampaknya tidak memiliki korelasi langsung yang cukup besar dengan kelelahan, ada hubungan tidak langsung yang kuat antara kelelahan dan keseimbangan kehidupan kerja. Menurut temuan tersebut, hubungan antara pengaturan diri dan kelelahan sebagian besar dimediasi oleh keseimbangan kehidupan kerja.
PENGARUH WORK LIFE BALANCE DAN SOCIAL SUPPORT TERHADAP EMPLOYEE ENGAGEMENT PADA KARYAWAN GENERASI Z DI PERUSAHAAN MANUFAKTUR KOTA BANDUNG Defi Dea Apriyanti; Benny Bernadus; Kartika Nuradina; Pras Rendy
Jurnal Cinta Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026): April-Juni, Assessment and Learning Evaluation
Publisher : CV. Bunda Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63754/jcn.v4i2.178

Abstract

Generasi Z merupakan kelompok usia yang mendominasi angkatan kerja saat ini, namun memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya, terutama dalam memandang keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi serta pentingnya dukungan sosial di lingkungan kerja. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi perusahaan manufaktur dalam meningkatkan employee engagement, mengingat keterlibatan karyawan berperan penting dalam mendukung produktivitas dan pencapaian tujuan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance dan social support terhadap employee engagement pada karyawan Generasi Z di perusahaan manufaktur Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 100 karyawan. Analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance secara parsial tidak berpengaruh terhadap employee engangement dan social support berpengaruh positif dan signifikan. Namun secara simultan, keduanya berpengaruh terhadap employee engagement. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,217 menunjukkan bahwa kedua variabel independen secara bersama-sama mampu menjelaskan 21,7% variasi employee engagement, sedangkan 78,3% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Temuan ini menjelaskan bahwa dukungan sosial dari atasan dan rekan kerja berperan lebih dominan dalam membentuk employee engagement dibandingkan kemampuan individu mengelola keseimbangan kehidupan kerja, meskipun keduanya tetap berkontribusi secara bersama-sama.