Transformasi digital di sektor pendidikan telah mendorong lembaga publik untuk mengadopsi teknologi digital guna meningkatkan tata kelola program pengembangan profesional guru. Salah satu inisiatif yang dikembangkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat adalah Sistem Informasi Pelajar Pancawaluya (SIPALAWA), sebuah platform digital yang dirancang untuk mendukung pelaksanaan *In-House Training* (IHT) Pancawaluya melalui integrasi proses pendaftaran, penjadwalan, materi pembelajaran, pelaporan, dan penjaminan mutu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi SIPALAWA sebagai instrumen tata kelola digital bagi pengembangan kompetensi guru di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 257 responden, yang terdiri dari 173 fasilitator dan 84 pengguna di tingkat sekolah. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, meliputi frekuensi, persentase, dan skor rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIPALAWA mendapatkan penilaian yang sangat positif dari kedua kelompok responden. Fasilitator melaporkan skor rata-rata keseluruhan sebesar 4,67, sedangkan pengguna di tingkat sekolah melaporkan skor rata-rata 4,39; keduanya dikategorikan sangat baik. Responden menilai bahwa SIPALAWA memfasilitasi pelaksanaan tugas, penjadwalan kegiatan, proses pelaporan, serta penjaminan mutu kegiatan IHT Pancawaluya. Selain itu, sebagian besar fasilitator melaporkan bahwa aplikasi tersebut tidak menambah beban kerja mereka. Temuan ini mengindikasikan bahwa SIPALAWA berkontribusi dalam meningkatkan efektivitas layanan, efisiensi administrasi, akuntabilitas pelaporan, dan pengelolaan data dalam program pengembangan kompetensi guru. Oleh karena itu, SIPALAWA dapat dianggap sebagai inisiatif tata kelola digital yang mendukung transformasi tata kelola pengembangan profesional guru di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.