Tatmimatul Hasanah
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBANDINGAN PENGARUH CARBON DOTS DARI KULIT PARE DAN JAGUNG PADA PERTUMBUHAN BAYAM Khafilah Hendra Yani; Nelly Apriliani; Rahmat Firman Septiyanto; Tresna Galih Sukma Suryana; Jesica Amelda; Tatmimatul Hasanah; Dede Ardila
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 1 (2026): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v10i1.7994

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh carbon dots (C-dots) dari kulit pare dan kulit jagung terhadap pertumbuhan tanaman bayam (Amaranthus sp.) pada konsentrasi 0,5 g/L dan 1 g/L. C-dots disintesis menggunakan metode pemanasan oven pada suhu 250°C selama 40 menit, kemudian diaplikasikan dengan penyiraman selama 7 hari. Parameter pertumbuhan yang diamati adalah tinggi tanaman. Hasil menunjukkan bahwa kedua jenis C-dots meningkatkan pertumbuhan bayam dibandingkan kontrol (aquades). Perlakuan C-dots kulit jagung 0,5 g/L menghasilkan pertumbuhan tertinggi (2,0 cm pada hari ke-7), diikuti oleh C-dots kulit pare 1 g/L (1,9 cm) dan kulit jagung 1 g/L (1,9 cm). Pengaruh C-dots bersifat tergantung dosis (dose-dependent), di mana konsentrasi optimal bergantung pada sumber biomassa. Kesimpulannya, C-dots dari kulit pare dan jagung berpotensi sebagai biostimulan ramah lingkungan, dengan kulit jagung 0,5 g/L sebagai perlakuan terbaik dalam penelitian ini.
“RED FLAG” dalam Pembelajaran GLBB: Identifikasi Miskonsepsi Siswa Menggunakan Two-Tier Diagnostic Test Tatmimatul Hasanah; Dwi Cahya Ningrum; Tresna Galih Sukma Suryana
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpf.v13i1.27356

Abstract

AbstractThis study was conducted to identify student misconceptions regarding Uniformly Accelerated Linear Motion (GLBB) through the application of a two-tier diagnostic instrument and analyzed using the Rasch model approach. The method used was descriptive quantitative, with 42 students of grade XI MIPA 4 at SMA Negeri 1 Mancak as subjects. The instrument consisted of 11 two-tier questions consisting of two parts: multiple-choice questions (the first tier) and rationale for the chosen answer (the second tier). The data were analyzed using Ministep software version 5.9.1.0 to determine the level of item suitability and student ability based on the Rasch model. The results showed item reliability of 0.92, individual reliability of 0.58, and a Cronbach's Alpha value of 0.73. Misconceptions indicated that most students experienced conceptual errors in the concepts of acceleration, velocity-time graphs, and incorrect use of motion formulas. The Wright map showed a varied distribution of student abilities, with a tendency to fall slightly above the item difficulty level. This study emphasizes the importance of using a two-tier diagnostic instrument to uncover misconceptions as a basis for developing physics learning strategies in schools.Keywords: GLBB, two-tier, misconception, Rasch model, diagnostics AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa dalam materi Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) melalui penerapan instrumen diagnostik two-tier dan dianalisis dengan pendekatan model Rasch. Metode yang digunakan bersifat kuantitatif deskriptif, dengan subjek 42 siswa kelas XI MIPA 4 di SMA Negeri 1 Mancak. Instrumen berupa 11 butir soal two-tier yang terdiri dari dua bagian, yakni pertanyaan pilihan ganda (tier pertama) dan alasan pemilihan jawaban (tier kedua). Hasil data dianalisis menggunakan perangkat lunak Ministep versi 5.9.1.0 untuk mengetahui tingkat kesesuaian item dan kemampuan siswa berdasarkan model Rasch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reliabilitas item sebesar 0,92, reliabilitas person 0,58, dan nilai Alpha Cronbach sebesar 0,73. Identifikasi miskonsepsi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesalahan konseptual pada konsep percepatan, grafik kecepatan terhadap waktu, serta penggunaan rumus gerak yang tidak tepat. Peta Wright menunjukkan distribusi kemampuan siswa yang bervariasi dengan kecenderungan berada sedikit di atas tingkat kesulitan item. Penelitian ini menegaskan pentingnya penggunaan instrumen diagnostik two-tier untuk mengungkap miskonsepsi sebagai dasar perkembangan strategi pembelajaran fisika di sekolah.Kata kunci: GLBB, two-tier, miskonsepsi, model Rasch, diagnostik