Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh carbon dots (C-dots) dari kulit pare dan kulit jagung terhadap pertumbuhan tanaman bayam (Amaranthus sp.) pada konsentrasi 0,5 g/L dan 1 g/L. C-dots disintesis menggunakan metode pemanasan oven pada suhu 250°C selama 40 menit, kemudian diaplikasikan dengan penyiraman selama 7 hari. Parameter pertumbuhan yang diamati adalah tinggi tanaman. Hasil menunjukkan bahwa kedua jenis C-dots meningkatkan pertumbuhan bayam dibandingkan kontrol (aquades). Perlakuan C-dots kulit jagung 0,5 g/L menghasilkan pertumbuhan tertinggi (2,0 cm pada hari ke-7), diikuti oleh C-dots kulit pare 1 g/L (1,9 cm) dan kulit jagung 1 g/L (1,9 cm). Pengaruh C-dots bersifat tergantung dosis (dose-dependent), di mana konsentrasi optimal bergantung pada sumber biomassa. Kesimpulannya, C-dots dari kulit pare dan jagung berpotensi sebagai biostimulan ramah lingkungan, dengan kulit jagung 0,5 g/L sebagai perlakuan terbaik dalam penelitian ini.
Copyrights © 2026