Wulansari Prasetyaningtyas
Universitas Negeri Semarang, Semarang, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN PRODUK PREWEDDING DRESS “AURELIA GRACE” BERBASIS KARAKTERISTIK DESAIN LA ROSE BRIDAL SPECIALIST Safrina Dhiyaulhaq; Silmi Anisa Nur 'Aini; Latifah Riswoyo; Linda Nur Oktaviani; Wulansari Prasetyaningtyas; Amelia Setyawati
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 17 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v17i2.119218

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) proses pembuatan gaun prewedding dengan mengadopsi karakteristik La Rose Bridal Specialist sebagai sumber inspirasi utama dalam rancangannya. (2) hasil pengembangan gaun prewedding sesuai dengan karakteristik La Rose Bridal Specialist sebagai sumber ide. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian R&D (Research and Development) dengan model penelitian yang digunakan adalah model PPE (Planning, Production, Evaluation). Subjek penelitian terdiri atas 3 validator ahli serta 15 validator terlatih. Metode pengumpulan data yang dilakukan berupa instrumen kuesioner. Metode pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner dengan skala dikotomis (Ya dan Tidak). Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) proses pengembangan gaun prewedding dengan mengadopsi karakteristik di La Rose Bridal Specialist dilakukan melauli tiga tahap yaitu tahap planning berupa observasi dan analisis karakteristik desain La Rose Bridal Specialist, penyusunan moodboard, serta perancangan alternatif desain; tahap production berupa pembuatan pola, pemotongan bahan, proses penjahitan, pemasangan detail dekoratif, hingga finishing; dan tahap evaluation berupa uji kelayakan produk oleh validator ahli dan validator terlatih. (2) Hasil uji kelayakan menunjukkan bahwa produk memperoleh kategori Sangat Layak dengan rata-rata keseluruhan 96,37% dengan rerata persentase dari panelis ahli sebesar 95,17% dan rerata dari panelis terlatih adalah sebesar 96,61%. Berdasarkan hasil tersebut, gaun prewedding Aurelia Grace dinyatakan sangat layak digunakan sebagai busana prewedding dan dapat menjadi salah satu alternatif pengembangan produk pada industri bridal dengan tetap mempertahankan karakteristik desain La Rose Bridal Specialist.
Penguatan Literasi Budaya dan Keterampilan Membatik Perajin melalui Pelatihan Motif Batik Naratif Ratu Kalinyamat di Jepara Nimas Aulia Pambajeng Miftahunnajah; Jati Widagdo; Wulansari Prasetyaningtyas; Mujiyono Mujiyono
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 6 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.804

Abstract

Kegiatan revitalisasi seni kriya tekstil melalui pengembangan motif batik naratif Ratu Kalinyamat bertujuan untuk meningkatkan dan mengevaluasi kapasitas kreatif serta teknis perajin di Kampung Batik Kembang Mulyo, Jepara. Kegiatan ini menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif berbasis tindakan (participatory action training) dengan melibatkan 30 peserta. Program pelatihan mencakup penguatan narasi sejarah Ratu Kalinyamat, perancangan sketsa motif, digitalisasi desain, penerapan teknik print malam, dan pewarnaan alam. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pada enam indikator, yaitu pengetahuan naratif, pengetahuan desain, kemampuan sketsa motif, digitalisasi motif, teknik print malam, dan kualitas pewarnaan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata peserta dari 48,3 pada pre-test menjadi 83,8 pada post-test. Peningkatan tertinggi terjadi pada kemampuan digitalisasi motif (+40) dan teknik print malam (+39), diikuti peningkatan pengetahuan naratif dan desain (+34). Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi narasi budaya lokal dengan pelatihan teknis dan teknologi desain efektif dalam mendorong transformasi keterampilan perajin secara komprehensif. Kegiatan ini juga berkontribusi pada penguatan identitas batik Jepara serta membuka peluang pengembangan industri batik berbasis identitas naratif yang berkelanjutan.
Penguatan Literasi Budaya dan Keterampilan Membatik Perajin melalui Pelatihan Motif Batik Naratif Ratu Kalinyamat di Jepara Nimas Aulia Pambajeng Miftahunnajah; Jati Widagdo; Wulansari Prasetyaningtyas; Mujiyono Mujiyono
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 6 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.804

Abstract

Kegiatan revitalisasi seni kriya tekstil melalui pengembangan motif batik naratif Ratu Kalinyamat bertujuan untuk meningkatkan dan mengevaluasi kapasitas kreatif serta teknis perajin di Kampung Batik Kembang Mulyo, Jepara. Kegiatan ini menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif berbasis tindakan (participatory action training) dengan melibatkan 30 peserta. Program pelatihan mencakup penguatan narasi sejarah Ratu Kalinyamat, perancangan sketsa motif, digitalisasi desain, penerapan teknik print malam, dan pewarnaan alam. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pada enam indikator, yaitu pengetahuan naratif, pengetahuan desain, kemampuan sketsa motif, digitalisasi motif, teknik print malam, dan kualitas pewarnaan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata peserta dari 48,3 pada pre-test menjadi 83,8 pada post-test. Peningkatan tertinggi terjadi pada kemampuan digitalisasi motif (+40) dan teknik print malam (+39), diikuti peningkatan pengetahuan naratif dan desain (+34). Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi narasi budaya lokal dengan pelatihan teknis dan teknologi desain efektif dalam mendorong transformasi keterampilan perajin secara komprehensif. Kegiatan ini juga berkontribusi pada penguatan identitas batik Jepara serta membuka peluang pengembangan industri batik berbasis identitas naratif yang berkelanjutan.