Kegiatan revitalisasi seni kriya tekstil melalui pengembangan motif batik naratif Ratu Kalinyamat bertujuan untuk meningkatkan dan mengevaluasi kapasitas kreatif serta teknis perajin di Kampung Batik Kembang Mulyo, Jepara. Kegiatan ini menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif berbasis tindakan (participatory action training) dengan melibatkan 30 peserta. Program pelatihan mencakup penguatan narasi sejarah Ratu Kalinyamat, perancangan sketsa motif, digitalisasi desain, penerapan teknik print malam, dan pewarnaan alam. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pada enam indikator, yaitu pengetahuan naratif, pengetahuan desain, kemampuan sketsa motif, digitalisasi motif, teknik print malam, dan kualitas pewarnaan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata peserta dari 48,3 pada pre-test menjadi 83,8 pada post-test. Peningkatan tertinggi terjadi pada kemampuan digitalisasi motif (+40) dan teknik print malam (+39), diikuti peningkatan pengetahuan naratif dan desain (+34). Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi narasi budaya lokal dengan pelatihan teknis dan teknologi desain efektif dalam mendorong transformasi keterampilan perajin secara komprehensif. Kegiatan ini juga berkontribusi pada penguatan identitas batik Jepara serta membuka peluang pengembangan industri batik berbasis identitas naratif yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025