Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Islamization of Language and Science Concepts Syed Muhammad Naquib Al-Attas Rizki Arzi Wahyudha; Haris Riadi; Mhd. Maulana Ansori; Hazani Hazani; Suheryeni Suheryeni
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 20, No. 4 : Al Qalam (In Progress July 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v20i4.6147

Abstract

This study examines Syed Muhammad Naquib al-Attas’s concept of the Islamization of language and knowledge as a response to the dominance of Western secular and materialistic epistemology. Al-Attas argues that language has a central role in shaping human thought; therefore, purifying key Islamic terms is necessary to prevent distortion of meaning. In the field of knowledge, he proposes an epistemological framework based on tawḥīd, integrating revelation, reason, intuition, and khabar ṣādiq as valid sources of knowledge. The concept of ta’dīb is positioned as the foundation for forming a morally responsible and civilized individual. Using a library research method, this study analyzes al-Attas’s primary works and relevant academic literature. The findings show that the Islamization of language and knowledge remains relevant for strengthening Islamic epistemology, developing integrative educational curricula, and offering an alternative paradigm to address the challenges of globalization and secularization while maintaining spiritual and ethical values rooted in tawḥīd.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM MENURUT KH. HASYIM ASY’ARI DAN KH. AHMAD DAHLAN Rizki Arzi Wahyudha; Supardi Ritonga; Muhammad Maulana Ansori; Hazani Hazani; Taufik Taufik
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.7846

Abstract

Artikel ini mengkaji secara komparatif pemikiran pendidikan Islam KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan sebagai dua figur utama dalam dinamika tradisionalisme dan modernisme pendidikan Islam di Indonesia. Analisis menunjukkan bahwa keduanya memiliki visi yang sama mengenai pendidikan sebagai instrumen transformasi moral, spiritual, dan sosial umat, serta sebagai fondasi kemajuan peradaban. Namun, terdapat perbedaan paradigmatik yang signifikan: Hasyim Asy’ari mempertahankan model pesantren yang berorientasi pada pelestarian turāth, pendalaman ilmu agama, dan pembentukan karakter melalui metode talaqqī, sorogan, dan bandongan; sedangkan Ahmad Dahlan mendorong reformasi pendidikan melalui adopsi sistem sekolah modern, integrasi ilmu agama dan ilmu umum, serta metodologi pengajaran yang rasional dan terstruktur. Temuan ini menunjukkan bahwa kedua pemikiran tersebut tidak bersifat dikotomis, tetapi saling melengkapi dalam membentuk kerangka pendidikan Islam yang berakar pada tradisi sekaligus responsif terhadap tuntutan modernitas.