Artikel ini mengkaji secara komparatif pemikiran pendidikan Islam KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan sebagai dua figur utama dalam dinamika tradisionalisme dan modernisme pendidikan Islam di Indonesia. Analisis menunjukkan bahwa keduanya memiliki visi yang sama mengenai pendidikan sebagai instrumen transformasi moral, spiritual, dan sosial umat, serta sebagai fondasi kemajuan peradaban. Namun, terdapat perbedaan paradigmatik yang signifikan: Hasyim Asy’ari mempertahankan model pesantren yang berorientasi pada pelestarian turāth, pendalaman ilmu agama, dan pembentukan karakter melalui metode talaqqī, sorogan, dan bandongan; sedangkan Ahmad Dahlan mendorong reformasi pendidikan melalui adopsi sistem sekolah modern, integrasi ilmu agama dan ilmu umum, serta metodologi pengajaran yang rasional dan terstruktur. Temuan ini menunjukkan bahwa kedua pemikiran tersebut tidak bersifat dikotomis, tetapi saling melengkapi dalam membentuk kerangka pendidikan Islam yang berakar pada tradisi sekaligus responsif terhadap tuntutan modernitas.
Copyrights © 2026