Yosa Megasukma
Prodi Teknik Pertambangan, Universitas Jambi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Komparatif Estimasi Cadangan Batubara antara Metode Penampang Melintang dan Perangkat Lunak Perencanaan Tambang Muhammad Faisal Seprizal; Yudi Arista Yulanda; Yosa Megasukma; Lydia Kartika Basaria Sitompul
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v6i1.9827

Abstract

Abstrak. Batubara merupakan komoditas energi vital yang memerlukan estimasi cadangan akurat sebagai fondasi perencanaan tambang dan penentu risiko investasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perbedaan hasil estimasi cadangan batubara antara metode penampang melintang dan perangkat lunak perencanaan tambang. Secara teoritis, metode penampang melintang menggunakan asumsi perubahan bertahap, sedangkan perangkat lunak menerapkan pemodelan komputer yang mengintegrasikan data topografi dan geologi secara menyeluruh. Metodologi penelitian kuantitatif terapan ini menggunakan data 36 titik bor pada Pit X1 dan X2, dengan pembuatan 19 sayatan berjarak 150 meter pada metode manual serta penggunaan fitur reserve-sample-polygon dengan faktor perolehan 95% pada perangkat lunak. Hasil penelitian menunjukkan total cadangan batubara sebesar 1.927.397 ton melalui metode manual dan 1.774.464 ton melalui perangkat lunak. Terdapat selisih tonase 9% lebih tinggi pada metode manual karena tidak mempertimbangkan kehilangan penambangan, sementara volume overburden pada perangkat lunak 11% lebih besar karena kemampuan pemodelan elevasi 3D yang lebih kompleks. Hal ini menunjukkan pentingnya pemilihan parameter teknis untuk meningkatkan akurasi perencanaan pembukaan tambang yang efektif secara ekonomi. Abstract. Coal is a vital energy commodity requiring accurate reserve estimation as a foundation for mine planning and investment risk assessment. This research aims to evaluate the differences in coal reserve estimation between the cross-section method and mine planning software. Theoretically, the cross-section method relies on the rule of gradual change, while software applies computer modeling to integrate topography and geological structures comprehensively. This quantitative applied research methodology utilizes data from 36 drill holes in Pit X1 and X2, employing 19 manual slices at 150-meter intervals and the reserve-sample-polygon feature with a 95% recovery factor in the software. Results show total coal reserves of 1,927,397 tons via the manual method and 1,774,464 tons via software. There is a 9% higher tonnage discrepancy in the manual method due to the exclusion of mining losses, while software recorded 11% more overburden volume due to its complex 3D elevation modeling capabilities. These findings emphasize the importance of selecting technical parameters to improve the accuracy of economically effective mine opening plans