Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

ANALISIS EKONOMI PERBANDINGAN PENGGUNAAN ALAT COAL CRUSHER DAN FIXED SCREEN DALAM KEGIATAN COAL GETTING Muhammad Faisal Seprizal; Machmud Hasjim; Restu Juniah
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol 22, No 2 (2022): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/stsp.v22i2.524

Abstract

Coal getting is one of the activities involved in mining operations. PT. Manggala Alam Lestari, Indonesia carrying out coal getting activities by including in pit coal processing, namely selecting the size or sizing of coal using a fixed screen or grizzly screen. However, the use of fixed screen needs to be analyzed from an economic point of view by comparing with other coal processing processes. This study aims to conduct an economic analysis by comparing investment in coal crusher with fixed screen in coal getting activities. The results showed that coal crusher investment has a Net Present Value (NPV) value of Rp. 751,513,587,600, Internal Rate of Return (IRR) of 10.0279%, Profitability Index of 55.4 and Payback Period of around 0.36 years (4.3 months). Then, fixed screen investment has a Net Present Value (NPV) value of Rp. 709,285,734,051.00, Internal Rate of Return (IRR) of 10.0273%, Profitability Index of 528.1 and Payback Period of around 0.27 years (3.29 months. Fixed screen can still be the main choice because it has a lower investment value than coal crusher so that the resulting profit is also greater.
Kajian Teknis Daya Dukung Tanah untuk Menentukan Kapasitas Optimum Stockpile Utama PT Putra Muba Coal Zella Navtalia; Hisni Rahmi; Muhammad Faisal Seprizal; Diah Wully Agustine; Dimas Agung Permadi; Andy Yanottama
JURAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK Vol. 4 No. 1 (2025): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurritek.v4i1.4777

Abstract

Settlement of the ground floor of stockpile is caused by ground pressure of coal pile which is bigger than stockpile floor bearing capacity leads to bury under of some coal. So it is needed to do a study of optimum capacity by stockpile floor bearing capacity. Study of stockpile optimum capacity is started by calculating Californian Bearing Ratio (CBR) of stockpile subgrade using dynamic cone penetrometer in some location on each of the stockpile compartment. CBR value of stockpile subgrade converted into bearing ratio, so the maximum tonage of stockpile can be known. By considerating of pile height, angle of repose of low grade coal, monthly production target, and the road geometry for mechanical equipment access purpose, the optimum capacity of PT Putra Muba Coal stockpile is 198.549,95 ton, which divided into seven coal piles.
Analisis Balik Kestabilan Lereng Highwall di Pit Pandu PT. Putra Muba Coal Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan Andy Yanottama; Muhammad Faisal Seprizal; Jarot Wiratama; Zella Navtalia; Leta Lestari
JURAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurritek.v4i2.5849

Abstract

Putra Muba Coal is one of the subsidiaries under the MNC Group, operating in the coal mining sector with an IUP (Mining Business Permit) area covering 2,947 hectares. During its mining operations at the Pandu Pit, PT. Putra Muba Coal experienced a landslide incident on the highwall side. Therefore, a back-analysis using the deterministic method was conducted to determine the material property values that led to the slope failure in the mining area. The slope material consists of claystone and siltstone layers, each with a cohesion value of 192.3 kN/m² and 157.0 kN/m², and internal friction angles of 25.3° and 24.4°, respectively. Based on the back-analysis results, it was found that there was a decrease in material property values, with cohesion reduced by 91% and the internal friction angle reduced by 29%. This reduction in material properties suggests that the decrease in cohesion was the primary factor causing the highwall slope failure, as indicated by the back-analysis of slope stability which resulted in a safety factor of (SF = 1.008).
Analisis Kebutuhan Alat Muat dan Alat Angkut untuk Perubahan Shift Kerja pada Quarry Batugamping PT X, Jawa Barat: Analysis of Loading and Hauling Equipment Requirements for a Shift Work Change at a Limestone Quarry PT X, West Java Seprizal, Muhammad Faisal; Yanottama, Andy; Permadi, Dimas Agung; Navtalia, Zella; Agustine, Diah Wully
MINERAL Vol 10 No 2 (2025): MINERAL
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/h0ejr004

Abstract

PT X is a company engaged in the limestone mining sector and simultaneously serves as a cement supplier. The company plans to transition from a three-shift work schedule to a two-shift system. This decision is driven by the increasing costs associated with mining, safety concerns, and time losses due to equipment maintenance, following various evaluations conducted by the company's management. This research aims to analyze the requirements for loading and transportation equipment necessary to achieve an annual production target of 4,500,000 tons after the implementation of the two-shift work schedule. The research methodology employed is quantitative, encompassing the collection of both primary and secondary data, as well as an analysis of equipment productivity. The findings indicate that to maintain the production target, it is essential to replace the current loading equipment from the CAT 988B wheel loader to the CAT 990H wheel loader. Additionally, adjustments to the number of equipment are required, including two units of the CAT 990H wheel loader and seven units of the CAT 773 dump truck for Crusher 1, as well as two units of the CAT 992K wheel loader and eight units of the CAT 777D dump truck for Crusher 2. The production capacity of this equipment configuration reaches 4,575,457 tons per year, demonstrating that the production target can be optimally met despite the reduction in the number of work shifts.
REDESIGN ANALISIS STABILITAS LERENG OUT PIT DUMP (OPD) S2 PADA PIT “ATHRAN”, LAPANGAN CAS, KALIMANTAN TIMUR Agustine, Diah Wully; Navtalia, Zella Navtalia; Rahmi, Hisni; Seprizal, Muhammad Faisal S; Tadersi, Risnaliyah Nuriil
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 11 No. 1 (2025): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 1
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v11i1.50012

Abstract

Kegiatan penambangan terbuka di Pit “Athran”, Kalimantan Timur, menghasilkan material buangan dalam jumlah besar sehingga memerlukan desain out pit dump (OPD) yang stabil dan aman. Variasi litologi Formasi Warukin dan Formasi Dahor yang terdiri dari batupasir, batulempung, batubara, serta material lepas memengaruhi perilaku geoteknik dan potensi ketidakstabilan lereng. Penelitian ini menganalisis kestabilan lereng OPD S2 menggunakan metode Janbu sebagai pendekatan utama karena sesuai untuk material non-kohesif dan heterogen. Beberapa skenario desain diuji melalui pemodelan numerik dengan mempertimbangkan kondisi air tanah, beban lalu lintas alat berat, serta variasi elevasi dan jenis material timbunan. Hasil analisis menunjukkan variasi nilai faktor keamanan (FK), mulai dari kondisi kritis (FK 1,161), nearly stable (FK 1,220), hingga sangat stabil (FK 1,48). Desain paling aman dicapai pada konfigurasi 3 bench dengan ketinggian maksimal 30 m, penggunaan material lebih kompak pada toe, serta penghindaran water ponding. Rekomendasi ini menjadi acuan teknis untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasi penimbunan di OPD S2 Pit “Athran”.
Penilaian Sisa Umur Pakai pada Tangki Penimbun Sesuai dengan Laju Korosi Lydia Kartika Basaria Sitompul; Zella Navtalia; Hisni Rahmi; Yosa Megasukma; Muhammad Faisal Seprizal
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v4i4.1300

Abstract

Tangki penyimpanan merupakan alat penting untuk menampung bahan bakar, bahan kimia, cair, dan air proses dalam operasi penambangan batu bara dan mineral. Penilaian sisa umur pakai (RLA) tangki ini penting untuk menjaga manajemen aset yang hemat biaya, kepatuhan lingkungan, dan keselamatan operasional. Penilaian metode terhadap sisa umur pakai tangki penyimpanan di fasilitas penambangan batu bara dan mineral merupakan tujuan utama studi ini. Pemeriksaan ini mengidentifikasi kehilangan material, integritas las, dan mode kegagalan tambahan seperti pitting, kelelahan, dan korosi di bawah isolasi (CUI) dengan menggabungkan uji non-destruktif (NDT), pemetaan korosi, pengukuran ketebalan ultrasonik, dan analisis tegangan. Temuan ini digabungkan dengan informasi desain dan catatan layanan untuk menentukan berapa lama tangki akan tetap berfungsi dan menyarankan rencana penggantian atau pemeliharaan. Untuk mencegah kegagalan katastropik, mengoptimalkan jadwal pemeliharaan, dan meningkatkan operasi penambangan yang berkelanjutan, hasilnya menyoroti deformasi yang ditemukan dan mekanisme kerusakan potensial seperti korosi atmosferik dan penipisan umum.
Analisis Komparatif Estimasi Cadangan Batubara antara Metode Penampang Melintang dan Perangkat Lunak Perencanaan Tambang Muhammad Faisal Seprizal; Yudi Arista Yulanda; Yosa Megasukma; Lydia Kartika Basaria Sitompul
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v6i1.9827

Abstract

Abstrak. Batubara merupakan komoditas energi vital yang memerlukan estimasi cadangan akurat sebagai fondasi perencanaan tambang dan penentu risiko investasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perbedaan hasil estimasi cadangan batubara antara metode penampang melintang dan perangkat lunak perencanaan tambang. Secara teoritis, metode penampang melintang menggunakan asumsi perubahan bertahap, sedangkan perangkat lunak menerapkan pemodelan komputer yang mengintegrasikan data topografi dan geologi secara menyeluruh. Metodologi penelitian kuantitatif terapan ini menggunakan data 36 titik bor pada Pit X1 dan X2, dengan pembuatan 19 sayatan berjarak 150 meter pada metode manual serta penggunaan fitur reserve-sample-polygon dengan faktor perolehan 95% pada perangkat lunak. Hasil penelitian menunjukkan total cadangan batubara sebesar 1.927.397 ton melalui metode manual dan 1.774.464 ton melalui perangkat lunak. Terdapat selisih tonase 9% lebih tinggi pada metode manual karena tidak mempertimbangkan kehilangan penambangan, sementara volume overburden pada perangkat lunak 11% lebih besar karena kemampuan pemodelan elevasi 3D yang lebih kompleks. Hal ini menunjukkan pentingnya pemilihan parameter teknis untuk meningkatkan akurasi perencanaan pembukaan tambang yang efektif secara ekonomi. Abstract. Coal is a vital energy commodity requiring accurate reserve estimation as a foundation for mine planning and investment risk assessment. This research aims to evaluate the differences in coal reserve estimation between the cross-section method and mine planning software. Theoretically, the cross-section method relies on the rule of gradual change, while software applies computer modeling to integrate topography and geological structures comprehensively. This quantitative applied research methodology utilizes data from 36 drill holes in Pit X1 and X2, employing 19 manual slices at 150-meter intervals and the reserve-sample-polygon feature with a 95% recovery factor in the software. Results show total coal reserves of 1,927,397 tons via the manual method and 1,774,464 tons via software. There is a 9% higher tonnage discrepancy in the manual method due to the exclusion of mining losses, while software recorded 11% more overburden volume due to its complex 3D elevation modeling capabilities. These findings emphasize the importance of selecting technical parameters to improve the accuracy of economically effective mine opening plans
Optimasi Produktivitas Bulldozer Berbasis Analisis Waktu Siklus untuk Mengurangi Antrean Dump Truck pada In-Pit Dump Pit Rista A PT Baramutiara Prima Muhammad Faisal Seprizal; Andy Yanottama; Zella Navtalia; Dimas Agung Permadi; Diah Wully Agustine
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan area disposal merupakan faktor penting dalam menjaga kelancaran produksi pada tambang terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas bulldozer Komatsu D85ESS-2 di area in-pit dump Pit Rista A PT Baramutiara Prima dan mengevaluasi pengaruhnya terhadap antrean dump truck. Masalah utama yang ditemukan adalah ketidakseimbangan kapasitas, di mana produktivitas aktual bulldozer hanya sebesar 239,01 BCM/jam, hampir setara dengan produktivitas dari dua fleet dump truck sebesar 240,01 BCM/jam. Kondisi ini disebabkan oleh jarak dorong (dozing distance) yang terlalu jauh yaitu 9,75 meter dan kecepatan alat yang rendah dibandingkan standar pabrikan. Melalui simulasi pengurangan jarak dorong menjadi 6 meter, waktu siklus berhasil ditekan dari 0,567 menit menjadi 0,369 menit, sehingga meningkatkan produktivitas secara signifikan sebesar 53,6% menjadi 367,32 BCM/jam. Peningkatan ini efektif menghilangkan antrean unit hauling dan memastikan area penimbunan tetap bersih melalui penerapan sequence dumping yang sistematis.
Kajian Teknis Penerapan Bottom Air Deck Terhadap Penurunan Tingkat Getaran Tanah Akibat Peledakan Andy Yanottama; Yulian Assadat; Muhammad Faisal Seprizal; Dimas Agung Permadi; Zella Navtalia; Leta Lestari; Andromeda Nabella
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi bahan peledak dari hasil operasi peledakan tambang tidak sepenuhnya terpakai dalam proses pemberaian batuan, sebagian energi tersebut akan terbuang dalam bentuk berupa getaran tanah (ground vibration). Getaran tanah hasil peledakan akan berdampak buruk terhadap bangunan atau area pemukiman warga yang berada disekitar tambang. Indonesia telah menerapkan regulasi yang tertuang dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) 7571:2010 terkait acuan baku tingkat getaran tanah akibat peledakan terhadap lingkungan sekitar tambang. Dalam hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian dan analisis terkait penerapan bottom air deck dalam upaya menurunkan tingkat getaran tanah akibat peledakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan geometri peledakan konvensional (normal) dan juga geometri peledakan yang menerapkan bottom air deck sepanjang 1 meter pada dasar lubang ledak, memberikan hasil nilai getaran tanah (peak particle velocity/ PPV) yang berbeda. Operasi peledakan menggunakan bottom air deck terbukti berhasil dalam mereduksi nilai PPV longitudinal secara signifikan di atas  pada tiga kali uji coba. Hal ini juga membuktikan bahwa keberadaan ruang udara kosong di dasar lubang ledak berfungsi efektif sebagai peredam dinamis yang mampu mengurangi rambatan gelombang seismik horizontal menuju area pemukiman warga.