Agung Primatara Marwan
Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Skarifikasi dan Konsentrasi GA3 Terhadap Perkecambahan Benih Aren (Arenga pinnata Wurmb Merr): The Effect of Scarification and GA3 Concentration on the Germination of Sugar Palm Seeds (Arenga pinnata Wurmb Merr) Noprizal Noprizal; Siti Yuli Meilanda Sormin; Agung Primatara Marwan; Rizki Zulapriansyah; Maisharah Fadhina; Fathiah Rahmadani
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 14 No. 2 (2026): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/717qyc66

Abstract

Tanaman aren (Arenga pinnata Wurmb Merr) memiliki nilai ekonomi yang tinggi, tetapi dalam pengembangannya masih memiliki banyak kendala oleh lamanya dormansi benih dan rendahnya keseragaman perkecambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh skarifikasi dan konsentrasi giberelin (GA3) terhadap perkecambahan benih aren. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Andalas pada bulan Maret hingga Agustus 2022 dengan menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) faktorial, yaitu metode skarifikasi (kertas amplas, gerinda tangan, dan gerinda duduk) dan konsentrasi giberelin (0, 50, 100, dan 150 ppm). Adapun parameter yang diamati meliputi panjang apokol, panjang keleoptil, waktu muncul daun pertama, dan panjang akar primer. Data dianalisis menggunakan uji F dan dilanjutkan dengan uji DNMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan skarifikasi dan konsentrasi giberelin tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap panjang apokol, panjang keleoptil, waktu muncul daun pertama, dan panjang akar primer. Namun, pada konsentrasi giberelin berpengaruh nyata terhadap panjang keleoptil dengan konsentrasi 150 ppm. The sugar palm (Arenga pinnata Wurmb Merr) has high economic value, but its development still faces many obstacles due to long seed dormancy and low germination uniformity. This study aims to determine the effect of scarification and gibberellin (GA3) administration on sugar palm seed germination. This study was conducted at the Seed Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, Andalas University from March to August 2022 using a factorial completely randomized design (CRD) method, namely scarification methods (sandpaper, hand grinder, and bench grinder) and gibberellin concentrations (0, 50, 100, and 150 ppm). The parameters observed included apocol length, celeopetile length, time to first leaf emergence, and primary root length. Data were analyzed using the F test followed by the DNMRT test at a 5% level. The results showed that scarification and gibberellin treatment did not significantly affect apocole length, coleoptile length, time to first leaf emergence, and primary root length. However, gibberellin treatment at a concentration of 150 ppm significantly affected coleoptile length.  
PENGARUH KONSENTRASI KOTORAN ITIK TERHADAP PERTUMBUHAN AZOLLA PINNATA Megawati Bohari; Agung Primatara Marwan; Reko Rinaldo; Noprizal; Jeefry Andrian
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 1 (2026): AGRO TATANEN Edisi Januari 2026 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/gcenjf21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi kotoran itik terhadap pertumbuhan Azolla pinnata serta menentukan dosis optimal yang mampu memberikan pertumbuhan terbaik tanpa menurunkan kualitas media budidaya. Penelitian dilaksanakan dengan lima perlakuan, yaitu A1 (tanpa kotoran itik), A2 (20% kotoran itik + 80% tanah), A3 (30% kotoran itik + 70% tanah), A4 (40% kotoran itik + 60% tanah), dan A5 (50% kotoran itik + 50% tanah), dengan dosis awal Azolla pinnata sebanyak 200 g/m². Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pemberian kotoran itik memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap laju pertumbuhan Azolla pinnata (P<0,01). Perlakuan A3 memberikan hasil terbaik dengan peningkatan biomassa tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Kotoran itik mengandung unsur hara utama seperti nitrogen (3,40–4,42%), fosfor (15,54–17,20%), dan kalium (8,50–8,63%) yang berperan penting dalam proses fotosintesis serta pembentukan jaringan tanaman. Kandungan nutrisi tersebut mendukung percepatan pembelahan sel dan peningkatan kadar klorofil, sehingga pertumbuhan Azolla pinnata menjadi lebih cepat. Dibandingkan dengan jenis pupuk organik lain seperti kotoran ayam, sapi, atau kompos, kotoran itik memiliki kandungan hara yang lebih tinggi dan lebih mudah diserap oleh tanaman air. Oleh karena itu, kombinasi 30% kotoran itik dan 70% tanah dapat direkomendasikan sebagai komposisi optimal untuk pertumbuhan Azolla pinnata, serta berpotensi dikembangkan sebagai sumber pupuk organik ramah lingkungan dalam sistem pertanian berkelanjutan.