Kornelia Erista Setiyanti
Universitas Bunda Mulia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Social Support dan Academic Self Efficacy dengan College Adjustment Pada Mahasiswa Rantau Tahun Pertama Stefina; Kornelia Erista Setiyanti
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3048

Abstract

Mahasiswa rantau tahun pertama menghadapi berbagai tantangan dalam proses penyesuaian diri di perguruan tinggi, baik dari aspek perkembangan, akademik, maupun sosial. Tantangan tersebut dirasakan lebih besar oleh mahasiswa yang berkuliah di Jakarta sebagai kota besar dengan ritme kehidupan yang cepat dan kompetitif. Apabila tidak mampu menyesuaikan diri dengan baik, mahasiswa dapat mengalami stres, gangguan kesejahteraan psikologis, hingga risiko drop out. Oleh karena itu, mahasiswa rantau tahun pertama di Jakarta perlu mengembangkan college adjustment dalam dirinya. Dalam prosesnya, mahasiswa membutuhkan faktor pendukung, baik secara eksternal yang berupa dukungan sosial dan secara internal berupa efikasi diri akademik. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan efikasi diri akademik dengan college adjustment pada mahasiswa rantau tahun pertama di Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis korelasional terhadap 220 partisipan mahasiswa rantau tahun pertama di Jakarta yang dipilih melalui snowball sampling. Data diperoleh melalui kuesioner terstruktur menggunakan alat ukur Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), The Academic Self Efficacy Scale (TASES), dan Student Adaptation to College Questionnaire (SACQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial dengan college adjustment pada mahasiswa rantau tahun pertama di Jakarta dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,633 dan signifikansi <0,001. Selain itu, efikasi diri akademik dengan college adjustment juga memiliki hubungan positif dan signifikan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,637 dan signifikansi <0,001. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial dan efikasi diri akademik yang dimiliki mahasiswa rantau tahun pertama di Jakarta, maka cenderung semakin tinggi college adjustment yang dimilikinya.
KECENDERUNGAN PERFECTIONISM SISWA SMA DALAM MENGHADAPI UJIAN AKHIR: PERAN MEDIASI KECEMASAN AKADEMIK TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK Kornelia Erista Setiyanti; Sartika Pongsilurang; Putu Aninditha Veera Lakshmi; Selvia Vinata
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.9754

Abstract

This study aimed to examine the effect of academic perfectionism on academic procrastination, with academic anxiety as a mediating variable among twelfth-grade high school students in Tangerang City who were preparing for their final examinations. The study was motivated by the high academic demands faced during the final stage of secondary education, which may generate psychological pressure, particularly among students with maladaptive perfectionistic tendencies. A quantitative approach with a simple mediation design was employed. The participants consisted of 122 students selected using purposive sampling based on predetermined criteria. The instruments used included scales measuring maladaptive academic perfectionism, academic anxiety, and academic procrastination, all of which had been tested for validity and reliability. The results indicated that academic perfectionism had a positive and significant effect on academic anxiety. Academic anxiety also had a positive and significant effect on academic procrastination. In addition, academic perfectionism had a direct and significant effect on academic procrastination. Mediation analysis revealed that academic anxiety partially mediated the relationship between academic perfectionism and academic procrastination. These findings suggest that higher levels of maladaptive perfectionism are associated with increased academic anxiety, which in turn heightens students’ tendency to delay academic tasks. This study provides insight into the psychological dynamics experienced by twelfth-grade students in coping with high academic demands. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh perfeksionisme akademik terhadap prokrastinasi akademik dengan kecemasan akademik sebagai variabel mediasi pada siswa SMA kelas XII di Kota Tangerang yang sedang menghadapi ujian akhir sekolah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tuntutan akademik pada fase akhir pendidikan menengah yang dapay memunculkan tekanan psikologis, khususnya pada siswa dengan kecenderungan perfeksionisme maladaptif. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain mediasi sederhana. Partisipan berjumlah 122 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria penelitian. Instrumen yang digunakan meliputi skala perfeksionisme akademik maladaptif, kecemasan akademik, dan prokrastinasi akademik yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa perfeksionisme akademik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecemasan akademik. Kecemasan akademik juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap prokrastinasi akademik. Selain itu, perfeksionisme akademik memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap prokrastinasi akademik. Uji mediasi menunjukkan bahwa kecemasan akademik berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara perfeksionisme akademik dan prokrastinasi akademik. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi kecenderungan perfeksionisme maladaptif pada siswa, semakin tinggi tingkat kecemasan yang dialami, yang pada akhirnya meningkatkan kecenderungan untuk menunda tugas-tugas akademik. Penelitian menjelaskan mengenai dinamika psikologis siswa kelas XII dalam menghadapi tuntutan akademik yang tinggi. Â