Ady Pratama Sanjaya
Bakpia Djava, Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Promosi Digital, Kualitas Pelayanan, dan Administrasi Penjualan terhadap Tingkat Penjualan UMKM: Literature Review Davina Roudlotun Nissya; Nabila Wakhidatus Syafa’a; Cantika Rahmatilla Azzahra; Amelia Della Rismanda; Rizqianti Hikmah Karina; Alya Putri Rachmadini; Eva Mufidah; Adelia Rahma; Ady Pratama Sanjaya
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3067

Abstract

UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia. Namun, pada kenyataannya masih banyak pelaku usaha yang belum mampu memanfaatkan secara optimal strategi promosi digital, kualitas pelayanan, dan administrasi penjualan sebagai faktor-faktor yang menentukan tingkat penjualan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji hubungan ketiga variabel tersebut terhadap tingkat penjualan UMKM berdasarkan hasil-hasil penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah literature review dengan data sekunder berupa artikel ilmiah nasional dan internasional yang diterbitkan pada periode 2020–2026, yang diperoleh melalui basis data Google Scholar, Sinta, dan Scopus menggunakan kata kunci yang relevan. Artikel dipilih berdasarkan persyaratan dan kriteria yang telah ditentukan, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui proses seleksi data, pengelompokan, dan penarikan kesimpulan, yang didukung oleh ilustrasi praktik nyata pada Bakpia Djava di Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi promosi digital secara konsisten memberikan dampak positif terhadap tingkat penjualan UMKM, meskipun efektivitasnya sangat bergantung pada kesesuaian platform, segmentasi sasaran, dan strategi pemasaran yang digunakan. Kualitas pelayanan memiliki pengaruh yang lebih bervariasi dan sangat bergantung pada konteks, dengan kecepatan dalam merespons pelanggan serta tingkat empati sebagai aspek yang paling berpengaruh. Sementara itu, administrasi penjualan berbasis web terbukti mampu meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan. Kesimpulannya, pendekatan yang mengintegrasikan ketiga variabel tersebut secara bersamaan jauh lebih efektif dalam mendorong pertumbuhan penjualan UMKM yang berkelanjutan dibandingkan hanya mengandalkan satu aspek saja. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu memastikan bahwa strategi promosi, standar pelayanan, dan pengelolaan administrasi penjualan berjalan secara terpadu di tengah dinamika ekonomi digital yang terus berkembang.
Implementasi Konsep One Stop Shopping dalam Pengelolaan Operasional di Bakpia Djava Yogyakarta Amelia Salfadilah Putri Novelina; Ayu Rohmatul Ummah; Karina Azzahra Syafadillah; Muhammad Dzulfikar Arifullah; Sundari Fina Mias Triati; Vivianti Dwi Maulidiya; Adelia Rahma; Ady Pratama Sanjaya
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep one-stop shopping dalam pengelolaan operasional Bakpia Djava, pusat oleh-oleh terkenal di Yogyakarta. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur kepada pengelola operasional, karyawan layanan, dan pelanggan, serta didukung oleh observasi lapangan dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bakpia Djava menerapkan konsep one-stop shopping dengan mengintegrasikan proses produksi, kegiatan mencicipi, dan penjualan bakpia dalam satu lokasi, sekaligus menyediakan berbagai camilan dan oleh-oleh khas Yogyakarta. Penerapan konsep ini didukung oleh sistem kasir terpusat, tata letak toko yang luas untuk rombongan wisatawan, area parkir yang memadai, sudut/area pencicipan, toilet yang bersih, serta pelayanan karyawan yang ramah dan responsif. Konsep tersebut meningkatkan efisiensi waktu dan kenyamanan berbelanja pelanggan sekaligus mendorong perusahaan memperoleh nilai transaksi yang lebih tinggi, memperkuat diferensiasi, dan membangun hubungan yang lebih baik dengan pelanggan. Meski demikian, penerapan one-stop shopping juga menimbulkan tantangan operasional seperti meningkatnya biaya operasional, kompleksitas koordinasi pemasok dan pengelolaan persediaan, potensi keterlambatan saat musim ramai, serta persepsi sebagian pelanggan bahwa harga relatif lebih mahal. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan gambaran tentang bagaimana konsep one-stop shopping dapat diterapkan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan pada usaha kuliner berskala kecil-menengah di kawasan wisata.