Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Empowering Elementary School Teachers through Best Practice Scientific Writing Assistance in Kembangan, Jakarta Uswatun Hasanah; Edwita Edwita; Prayuningtyas Angger Wardhani; Ahmad Januar
Indonesian Journal of Community Service in Education Vol. 2 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Community Service in Education (IJCSE)
Publisher : PT. Intelektiva Global Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64421/ijcse.v2i2.87

Abstract

This community service activity aims to improve the competence of elementary school teachers in writing scientific papers based on best practice learning in DKI Jakarta. The activity was carried out on May 21–25, 2026 at SDN Meruya Selatan 06, involving 30 participants consisting of teachers and principals from SDN Meruya Selatan 06, SDN Meruya Utara 08, and SDN Joglo 09. Problems faced by teachers include a low understanding of the systematics of writing scientific papers, difficulty linking learning practices with theory, limited time, low motivation to write, and a high administrative burden. The methods used included socialization, training, mentoring in compiling best practice articles, evaluation, and reflection. Mentoring was carried out through writing clinics and small group discussions. The results of the activity showed an increase in participants' understanding and skills in compiling scientific papers. As many as 91% of participants successfully produced drafts of best practice articles. This program is effective in supporting a culture of scientific literacy and continuous professional development of teachers.
Teacher Assistance in Developing Health Literacy Education for Elementary Schools in DKI Jakarta Edwita Edwita; Uswatun Hasanah; Imaningtyas Imaningtyas
Indonesian Journal of Community Service in Education Vol. 2 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Community Service in Education (IJCSE)
Publisher : PT. Intelektiva Global Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64421/ijcse.v2i2.89

Abstract

The low level of health literacy and environmental awareness among elementary school students poses a challenge in realizing a healthy lifestyle and strengthening the dimensions of students' graduation profiles. On the other hand, teachers still experience limitations in systematically integrating health literacy into the learning process. This community service activity aims to improve teacher competency in developing a health literacy education model based on Educational Sustainable Development (ESD) to strengthen the dimensions of elementary school students' graduation profiles. The activity was carried out at SDN Tanah Tinggi 01, SDN Tanah Tinggi 05, and SDN Tanah Tinggi 11 in Johar Baru District, DKI Jakarta, targeting teachers and principals. The methods used included counseling and training. Counseling was carried out through material presentation, discussion, and reflection related to the importance of health literacy and a healthy lifestyle. The training focused on developing an ESD-based health literacy education model, preparing lesson plans, and developing health literacy media relevant to the characteristics of elementary school students. The results of the activity showed an increase in teachers' understanding of health literacy, their ability to integrate a healthy lifestyle into learning, and their skills in developing an ESD-based learning model. Therefore, this mentoring activity is effective in increasing teacher capacity to develop learning oriented towards health, sustainability, and strengthening student character.
Inovasi Program Literasi di SDN 9 Banawa: Mengatasi Problematika Literasi Sekolah Muliati Mursak; Edwita Edwita; Durotul Yatimah; Ikhwan Abduh; Muhammad Usbah
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 7 No. 3 (2024): September - Desember 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.7.3.2024.4883

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan kualitas literasi di sekolah dasar, khususnya di daerah dengan keterbatasan sumber daya seperti SDN 9 Banawa, untuk mengatasi tantangan literasi lokal sekaligus memperkaya literatur inovasi literasi di tingkat nasional. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas literasi di sekolah dasar, khususnya di daerah dengan keterbatasan sumber daya seperti SDN 9 Banawa. Penelitian ini tidak hanya berfokus pada pemecahan masalah literasi di tingkat lokal, tetapi juga berupaya memperkaya literatur tentang inovasi literasi di tingkat nasional. Penelitian dilakukan pada September 2024 dengan desain deskriptif, melibatkan dua guru dan kepala sekolah yang merupakan koordinator serta bagian dari tim evaluasi program sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara daring dan analisis dokumen nilai literasi sekolah dari tahun 2022 hingga 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program seperti Pembiasaan Membaca 15 Menit dan Pojok Literasi berhasil meningkatkan nilai literasi sebesar 27,30% pada periode 2022–2023, dengan peningkatan signifikan pada kemampuan membaca teks informasional (41,41%). Selain itu, inisiatif kreatif seperti Mading Sekolah dan kompetisi literasi turut mendongkrak keterampilan membaca kritis dan reflektif siswa. Namun, tantangan seperti penurunan keterlibatan siswa, kurangnya integrasi teknologi, dan terbatasnya keragaman kegiatan literasi menyebabkan penurunan performa pada periode 2023–2024, dengan penurunan 7,84% dalam kemampuan mengakses konten teks dan penurunan 0,21% dalam membaca teks sastra. Keterbatasan sumber daya perpustakaan dan infrastruktur teknologi juga menjadi hambatan dalam efektivitas program. Meskipun demikian, faktor pendukung seperti kebiasaan membaca yang konsisten, keberadaan perpustakaan digital, dan kolaborasi antara guru dan orang tua tetap menjadi aspek penting. Rekomendasi untuk masa depan mencakup integrasi teknologi dalam kegiatan literasi, diversifikasi bahan bacaan, serta optimalisasi pengelolaan perpustakaan. Penelitian juga menyarankan studi jangka panjang dan analisis regional untuk mengembangkan program literasi yang berkelanjutan, inklusif, dan inovatif.