Tarwijo
Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENYUSUNAN BUSINESS PLAN SEBAGAI UPAYA PENGUATAN STRATEGI DAN KEBERLANJUTAN UMKM SUSU KAMBING RUHAMA MILK DI PESANTREN RUHAMA AL FAJAR BOGOR Tarwijo; Suworo; Syamsi M.
SEPAKAT Sesi Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): SEPAKAT JUNI 2026
Publisher : INTERNATIONAL PENELITI EKONOMI, SOSIAL, DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56371/sepakat.v6i1.721

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor strategis yang berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, dan penguatan ketahanan ekonomi. Meskipun demikian, banyak UMKM masih menghadapi berbagai kendala dalam aspek manajerial, khususnya penyusunan business plan yang menjadi dasar pengambilan keputusan bisnis. Kondisi tersebut juga dialami oleh unit usaha susu kambing Ruhama Milk di Pesantren Ruhama Al Fajar Kabupaten Bogor yang memiliki potensi pengembangan usaha, tetapi belum didukung oleh dokumen perencanaan bisnis yang komprehensif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kewirausahaan santri dan pengelola usaha melalui pendampingan penyusunan business plan sebagai strategi penguatan keberlanjutan usaha. Metode yang digunakan adalah Participatory Learning and Action (PLA) melalui observasi, identifikasi kebutuhan, pelatihan, workshop, praktik penyusunan business plan, pendampingan, dan evaluasi. Peserta kegiatan berjumlah 30 orang yang terdiri atas santri tingkat SMA dan pengelola Ruhama Milk. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep business plan, analisis SWOT, strategi pemasaran, pengelolaan sumber daya manusia, serta penyusunan rencana pengembangan usaha. Luaran utama kegiatan berupa dokumen business plan yang dapat dijadikan pedoman dalam pengembangan usaha Ruhama Milk secara lebih sistematis dan berkelanjutan. Selain meningkatkan kompetensi peserta, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren dalam pemberdayaan ekonomi berbasis kewirausahaan.
PENGEMBANGAN SANTRIPRENEUR DI PESANTREN RUHAMA AL-FAJAR KALIPUTIH BOGOR MELALUI MODEL EDUKASI BISNIS BERBASIS PESANTREN Syamsi Mawardi; Suworo; Tarwijo
SEPAKAT Sesi Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): SEPAKAT DESEMBER 2025
Publisher : INTERNATIONAL PENELITI EKONOMI, SOSIAL, DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56371/sepakat.v5i2.578

Abstract

Pesantren memiliki posisi yang unik untuk menciptakan generasi yang tangguh secara mental dan spiritual. Selain itu, disiplin, kesederhanaan, dan semangat kolektif yang dibudidayakan di lingkungan pesantren merupakan komponen penting dari modal sosial yang dibutuhkan untuk mengembangkan wirausaha. Semangat kewirausahaan ini dapat mencakup kemandirian, kreativitas, inovasi, dan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, Santripreneur bukan hanya sekedar wirausahawan biasa, melainkan juga agen perubahan yang berbasis agama. Pesantren Ruhama Alfajar adalah salah satu pesantren yang berusaha memenuhi visi kemandirian Santri dengan mengembangkan Model Pendidikan Bisnis yang didasarkan pada prinsip-prinsip Pesantren. Model ini akan membantu menciptakan generasi baru santri yang tidak hanya kompeten secara spiritual, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui produk atau layanan mereka di sektor pertanian, perdagangan, dan bisnis berbasis teknologi. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kewirausahaan kepada para santripreneur dengan menggunakan model pendidikan berbasis pesantren yang berfokus pada pengembangan kemandirian dan inovasi dengan menciptakan santri yang berdaya saing. Metode kegiatan pengabdian masyarakat terdiri dari pemberian workshop untuk melatih peserta di bidang kewirausahaan dasar, pertanian modern, dan teknologi. Kegiatan pengabdian masyarakat telah menambah pengetahuan tentang kewirausahaan, sehingga memungkinkan para peserta program pengabdian masyarakat memiliki kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan inspirasi dengan anggota masyarakat lainnya sebagai santripreneur.