Sulafah Deifa Fazaroh Adhellia
UIN Sunan Ampel Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Hadis Kaum Lūṭ dan Larangan Pernikahan Sesama Jenis melalui Hermeneutika Fazlur Rahman Nichatus Sholikhah; Sulafah Deifa Fazaroh Adhellia
FIQHUL HADITS : Jurnal Kajian Hadits dan Hukum Islam Vol 3 No 2 (2025): FIQHUL HADITS: Jurnal Kajian Hadits dan Hukum Islam
Publisher : Ma'had Aly PP. Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66090/fiqhulhadits.v3i2.48

Abstract

Isu legalitas pernikahan sesama jenis menjadi perdebatan penting dalam hukum Islam kontemporer, terutama ketika dihadapkan pada ketentuan normatif mengenai larangan perilaku kaum Lūṭ dalam hadis. Penelitian ini menganalisis hadis-hadis tentang amal qawm Lūṭ melalui pendekatan hermeneutika double movement Fazlur Rahman untuk menelusuri ideal moral yang dikandungnya dan relevansinya terhadap larangan pernikahan sesama jenis. Metode penelitian yang digunakan adalah library research dengan kritik sanad–matan, analisis tematik hadis, serta rekonstruksi konteks historis dan normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan terhadap perilaku kaum Lūṭ tidak ditujukan pada identitas seksual modern, melainkan pada pola perilaku seksual yang agresif, koersif, dan merusak tatanan keluarga dan masyarakat. Melalui kerangka double movement, penelitian ini mengidentifikasi tiga ideal moral utama—ḥifẓ al-nasl, ḥifẓ al-‘ird, dan ḥifẓ al-mujtama‘—yang menjadi dasar normatif larangan tersebut. Ideal moral ini secara konsisten mengarahkan kesimpulan bahwa pernikahan sesama jenis tidak dapat dilembagakan dalam kerangka fikih keluarga Islam yang mensyaratkan relasi laki-laki dan perempuan sebagai syarat esensial bagi keberlanjutan keturunan. Temuan ini sejalan dengan konstruksi hukum keluarga di Indonesia yang mempertahankan struktur heteroseksual sebagai dasar legalitas perkawinan. Kata Kunci: Hadis Kaum Lūṭ, Double Movement, Liwāṭ, Perkawinan Sesama Jenis, Maqāṣid.
Perbandingan Hukum Perkawinan Antara Mesir dan Malaysia dalam Aspek Perkawinan ‘Urfi: Status, Pengakuan, dan Perlindungan Hak Dewifa Winanda; Sulafah Deifa Fazaroh Adhellia; Nabiela Naily
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 8 No. 8 (2026): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v8i8.12747

Abstract

'Urfi marriage is a practice of unofficial marriage that is recognized religiously but not recorded by the state. This phenomenon becomes a legal issue in various Muslim countries, including Egypt and Malaysia, which have different approaches. This article aims to compare the legal status of ‘Urfi marriage in Egypt and Malaysia, analyze its implications for the protection of women's and children's rights, and examine the legal proof consequences due to the lack of registration of such marriages. Using a normative-comparative legal research method with legislative and conceptual approaches, this study analyzes primary legal instruments from both countries as well as fiqh literature and relevant jurisprudence. Research results show that Egypt recognizes ‘Urfi marriages as legally valid in terms of religion but has required registration since 2000, whereas Malaysia does not legally recognize ‘Urfi marriages because they do not meet mandatory registration requirements. This difference has a significant impact on protecting wives' rights regarding alimony, children's identity, inheritance, and protection from domestic violence. This study concludes that the lack of registration in ‘Urfi marriages weakens the legal position of women and children, so there is a need to harmonize religious law and civil law to ensure substantive justice.