Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konstruksi Makna Bela Negara pada ASN: Studi Interaksi Simbolik Terhadap Program Komponen Cadangan (Komcad) Novawan Aditya Ristara; Bintoro Wardiyanto
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i7.2807

Abstract

Bela negara merupakan nilai kebangsaan yang terus mengalami perkembangan makna seiring perubahan sosial, politik, dan dinamika pertahanan negara. Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai unsur penting dalam penyelenggaraan pemerintahan memiliki peran strategis dalam mendukung implementasi nilai-nilai bela negara, termasuk melalui Program Komponen Cadangan (Komcad) sebagai bagian dari sistem pertahanan semesta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi makna bela negara pada ASN melalui perspektif interaksi simbolik terhadap Program Komcad. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur yang bersumber dari artikel ilmiah, buku, dokumen kebijakan, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Analisis dilakukan menggunakan teori interaksi simbolik Herbert Blumer yang menekankan konsep meaning (makna), language (bahasa), dan thought (pemikiran) dalam proses pembentukan makna sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna bela negara pada ASN dibentuk melalui proses interaksi sosial yang berlangsung dalam lingkungan birokrasi, pendidikan, keluarga, media massa, dan media digital. Komcad dimaknai secara beragam sebagai simbol patriotisme, pengabdian kepada negara, kedisiplinan, pembentukan karakter, serta bentuk partisipasi warga negara dalam sistem pertahanan nasional. Keberagaman pemaknaan tersebut menunjukkan bahwa Komcad tidak hanya dipahami sebagai instrumen pertahanan negara, tetapi juga sebagai simbol sosial yang terus dikonstruksi melalui proses komunikasi dan interpretasi. Oleh karena itu, penguatan nilai bela negara dan sosialisasi Komcad perlu dilakukan melalui pendekatan yang lebih komunikatif, partisipatif, dan kontekstual agar sesuai dengan dinamika pemaknaan yang berkembang di kalangan ASN.
Kepercayaan ASN dalam Implementasi Platform Digital “Rumah ASN” di Provinsi Jawa Timur: Penelitian Novawan Aditya Ristara; Sulikah Asmorowati; Yuni Siti Aisah; Henik Tristian
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 2 June - September
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i2.581

Abstract

Transformasi digital di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui peluncuran aplikasi Rumah ASN bertujuan untuk mengintegrasikan layanan kepegawaian secara terpadu sekaligus meningkatkan Indeks Profesionalitas ASN. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan kepercayaan kompetensi dan kepercayaan intensional pegawai terhadap platform tersebut dengan menggunakan pisau analisis teori kepercayaan Bart Nooteboom. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan kerangka Creswell dan Creswell serta perspektif Neuman, data primer dihimpun melalui wawancara mendalam bersama sepuluh informan kunci dari berbagai instansi strategis daerah, dengan dukungan data sekunder yang relevan. Analisis data dilakukan secara sirkular melalui teknik interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah ASN berhasil memperkuat keterikatan kerja dan kompetensi aparatur melalui mekanisme kontrol horizontal serta pensinyalan solidaritas berupa program edukasi gratis. Meskipun demikian, terdapat kerentanan berupa munculnya kepercayaan rutin yang melumpuhkan kewaspadaan kritis terhadap kegagalan sinkronisasi data dengan server pusat serta kejenuhan kognitif akibat penumpukan berbagai aplikasi administrasi kepegawaian yang belum melebur utuh.